
21 Persen Wilayah Kabupaten Malang Masih Blank Spot, DPRD Dorong Pemerataan Akses Internet
- Gratis
Memodaily.id – Sebanyak 21 persen wilayah di Kabupaten Malang masih tergolong blank spot atau belum terjangkau layanan internet secara optimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Kabupaten Malang yang meminta pemerintah daerah mempercepat pemerataan akses internet hingga ke wilayah terpencil.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, menegaskan bahwa akses internet saat ini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan jaringan internet dinilai berpengaruh terhadap sektor pendidikan, pelayanan publik, perekonomian, hingga pariwisata.
“Di era digital seperti sekarang, masih adanya wilayah blank spot dalam jumlah cukup besar tentu menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Masyarakat berhak mendapatkan akses internet yang memadai untuk pendidikan, ekonomi, pelayanan publik maupun sektor pariwisata,” kata Amarta, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, Komisi I DPRD Kabupaten Malang telah memanggil Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang guna membahas percepatan pemerataan jaringan internet. Dari hasil pembahasan tersebut, diketahui sejumlah wilayah, terutama kawasan pegunungan dan pesisir selatan, masih mengalami keterbatasan akses sinyal.
Amarta menilai persoalan blank spot tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga berdampak pada pengembangan sektor pariwisata. Pasalnya, sejumlah destinasi wisata unggulan Kabupaten Malang berada di wilayah dengan akses telekomunikasi yang masih terbatas.
“Masih ada banyak wilayah blank spot yang harus segera ditangani. Apalagi sebagian wilayah tersebut memiliki potensi wisata, terutama di kawasan pegunungan dan pantai,” ujarnya.
DPRD Kabupaten Malang juga mendorong Diskominfo memanfaatkan data pemetaan wilayah blank spot sebagai dasar menjalin kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi. Langkah tersebut diharapkan dapat menarik investasi untuk pembangunan infrastruktur jaringan di daerah yang masih minim layanan internet.
“Data blank spot yang dimiliki pemerintah harus dimanfaatkan sebagai bahan kerja sama dengan provider. Harapannya mereka tertarik berinvestasi membangun tower bersama sehingga jangkauan internet di Kabupaten Malang semakin luas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Atsalis Supriyanto, menyebut cakupan layanan internet di Kabupaten Malang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran berbagai penyedia layanan internet dinilai turut membantu memperluas jangkauan jaringan hingga ke pelosok daerah.
“Wilayah blank spot di Kabupaten Malang saat ini masih sekitar 21 persen. Namun dengan adanya layanan internet yang disediakan berbagai pihak, sekitar 80 hingga 85 persen wilayah sudah dapat mengakses jaringan internet,” jelas Atsalis.
Meski demikian, upaya mengatasi seluruh wilayah blank spot masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Sebagai solusi, Diskominfo mendorong pembangunan tower bersama yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai operator telekomunikasi. Skema tersebut dinilai lebih efisien dan mampu mempercepat perluasan layanan internet ke wilayah yang selama ini belum terjangkau.
“Sedapat mungkin dilakukan pemasangan tower bersama di kawasan blank spot. Tower tersebut dapat dimanfaatkan berbagai provider untuk memperluas jangkauan layanan hingga wilayah yang belum terlayani,” pungkasnya.


