Kunjungan Tenpina BPBD Jatim Tembus 11.647 Orang, Naik 145,6 Persen pada 2025
- account_circle WNZ
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto memaparkan strategi pengurangan risiko bencana kepada peserta PKN II Angkatan II di BPSDM Jawa Timur, Surabaya. (Foto: Memodaily.id/WNZ)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURABAYA, Memodaily.id – Kunjungan masyarakat ke Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) BPBD Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025. Jumlah pengunjung tercatat mencapai 11.647 orang atau meningkat 145,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 4.741 orang.
Data tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan II di Kampus BPSDM Jawa Timur, Surabaya, Selasa (30/6/2026).
Dalam paparannya, Gatot menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan tingkat ancaman bencana yang tinggi. Potensi bencana di wilayah ini meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, erupsi gunung api, gempa bumi, tsunami, hingga likuifaksi.
Menurutnya, tingginya potensi bencana dipengaruhi oleh keberadaan sejumlah daerah aliran sungai (DAS), gunung api aktif, serta sesar gempa yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.
Untuk mengurangi risiko bencana, BPBD Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan berbagai unsur pentahelix melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi kebencanaan, penguatan mitigasi, penyediaan peralatan deteksi dini, hingga pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana.
Program tersebut dijalankan berbasis komunitas melalui Desa Tangguh Bencana (Destana), Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah maupun pesantren, serta edukasi kebencanaan melalui Tenpina yang berada di lingkungan Kantor BPBD Jawa Timur.
Gatot juga memaparkan tren peningkatan kunjungan Tenpina dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, jumlah pengunjung tercatat 140 orang. Angka itu meningkat menjadi 1.493 orang pada 2022, kemudian 3.823 orang pada 2023, dan 4.741 orang pada 2024.
Sepanjang 2025, jumlah pengunjung melonjak menjadi 11.647 orang atau naik 145,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap edukasi dan literasi kebencanaan.
Kegiatan berbagi pengalaman tersebut diikuti peserta PKN II Angkatan II yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain Gatot Soebroto, peserta juga menerima materi dari Ketua Pusat Penelitian MKPI ITS Surabaya, Hepi Hapsari H., S.T., M.Sc., Ph.D.
- Penulis: WNZ
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar