Breaking News
Minggu, 11 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » ASN Kerja Dekat Keluarga? DPR Beri Syarat Tegas

ASN Kerja Dekat Keluarga? DPR Beri Syarat Tegas

  • account_circle RFR
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Rencana Badan Kepegawaian Negara (BKN) menguji coba kebijakan yang memungkinkan aparatur sipil negara (ASN) bekerja lebih dekat dengan domisili dan keluarganya mendapat dukungan dari Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengorbankan pemerataan penempatan ASN maupun kualitas pelayanan publik.

Netty menilai kebijakan tersebut dapat menjadi langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan ASN. Menurutnya, selama ini banyak aparatur yang harus hidup terpisah dari keluarga akibat penempatan tugas, sehingga menghadapi beban ekonomi dan tekanan psikologis.

“ASN adalah aset utama negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga patut diapresiasi selama tetap menjaga profesionalitas dan kualitas pelayanan publik,” ujar Netty dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Ia menambahkan, kebijakan itu juga berpotensi membantu mengurangi persoalan kesehatan mental yang dialami ASN akibat long distance marriage (LDM). Kondisi psikologis yang lebih baik, kata dia, dapat berdampak pada meningkatnya produktivitas kerja, termasuk bagi tenaga kesehatan yang bertugas jauh dari keluarga.

“Semoga kebijakan ini mampu meminimalisasi persoalan kesehatan mental akibat long distance marriage. ASN yang lebih tenang, bahagia, dan memiliki dukungan keluarga yang kuat akan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” katanya.

Meski mendukung, Netty menegaskan pelaksanaan kebijakan harus tetap mengacu pada sistem merit, kebutuhan organisasi, serta pemerataan distribusi ASN di seluruh wilayah. Ia mengingatkan agar program tersebut tidak memperburuk kekurangan aparatur di daerah tertentu.

“Jangan sampai kebijakan ini justru menimbulkan ketimpangan distribusi ASN di daerah tertentu. Prinsip meritokrasi, kebutuhan organisasi, dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” tegas politikus PKS tersebut.

Selain itu, Netty meminta BKN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan uji coba, meliputi produktivitas ASN, efektivitas organisasi, kualitas pelayanan publik, hingga efisiensi anggaran. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan apakah kebijakan layak diterapkan secara lebih luas sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hotspot Karhutla Tembus 515 Titik, Johan Rosihan Dorong Pencegahan Diperkuat

    Hotspot Karhutla Tembus 515 Titik, Johan Rosihan Dorong Pencegahan Diperkuat

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Peningkatan titik panas atau hotspot hingga 515 titik dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian Anggota DPR RI Johan Rosihan. Ia meminta kenaikan hotspot direspons dengan penguatan sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bukan hanya penanganan setelah api meluas. Johan mengatakan, berdasarkan data Sistem Monitoring Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan […]

  • KPK OTT Bupati Muara Enim Edison, 10 Orang Diamankan di Jakarta dan Sumsel

    KPK OTT Bupati Muara Enim Edison, 10 Orang Diamankan di Jakarta dan Sumsel

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    Memodaily.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026). Dalam operasi tersebut, tim penindakan KPK mengamankan Bupati Muara Enim, Edison, bersama sembilan orang lainnya. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji dari pihak swasta kepada penyelenggara negara. “Terindikasi […]

  • Staf UB Malang Dilaporkan Istri Sah atas Dugaan Kumpul Kebo dengan Wanita Lain

    Staf UB Malang Dilaporkan Istri Sah atas Dugaan Kumpul Kebo dengan Wanita Lain

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Persoalan rumah tangga seorang staf Universitas Brawijaya (UB) Malang berinisial HS berujung laporan polisi. LW, yang mengaku sebagai istri sah HS, memilih menempuh jalur hukum setelah mendapati suaminya diduga tinggal bersama perempuan lain di sebuah rumah kawasan Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Laporan tersebut dibuat LW melalui kuasa hukumnya, Ahmad Muhlisin, […]

  • Polresta Malang Kota Sediakan Air Minum Gratis untuk Warga

    Polresta Malang Kota Sediakan Air Minum Gratis untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pelayanan kepada masyarakat di Polresta Malang Kota kini tak hanya soal kecepatan dan ketepatan dalam memberikan layanan. Kenyamanan warga juga mendapat perhatian melalui hadirnya fasilitas air minum gratis yang bisa dinikmati pengunjung maupun anggota kepolisian. Fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Malang, Perumda Air Minum Tugu Tirta dan Polresta Malang Kota. […]

  • Atalia Soroti 146 Ribu UMKM Bandung Belum Bersertifikat Halal

    Atalia Soroti 146 Ribu UMKM Bandung Belum Bersertifikat Halal

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    BANDUNG, Memodaily.id – Sebanyak 146 ribu dari sekitar 180 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bandung disebut belum memiliki sertifikat halal. Kondisi ini menjadi perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menjelang pemberlakuan penuh kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026. Atalia menyampaikan hal tersebut setelah menggelar kegiatan serap aspirasi […]

  • Penganiayaan Remaja di Jombang Terungkap, Dua Pelaku Anak Diamankan

    Penganiayaan Remaja di Jombang Terungkap, Dua Pelaku Anak Diamankan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Polisi mengungkap kasus penganiayaan terhadap seorang remaja di Kabupaten Jombang dalam waktu kurang dari 24 jam setelah laporan diterima. Dua terduga pelaku yang masih berstatus anak diamankan dan kini menjalani proses hukum sesuai ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Korban, Moh. Devra Lexy Setiawan (17), warga Kabupaten Jombang, melaporkan dugaan penganiayaan yang […]

expand_less