Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » ePaper » Komisi X DPR Minta Kemendiktisaintek Lebih Proaktif Awasi Kampus

Komisi X DPR Minta Kemendiktisaintek Lebih Proaktif Awasi Kampus

  • Gratis

Memodaily.id – Komisi X DPR RI memberikan sejumlah catatan kritis kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam rapat kerja yang membahas pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, penataan program studi, hingga berbagai persoalan di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi langkah Kemendiktisaintek dalam memperketat pelaksanaan SNPMB 2026. Sejumlah upaya seperti penyempurnaan algoritma seleksi, penggunaan jammer dan metal detector, serta sistem identifikasi peserta sejak awal dinilai mampu memperkuat integritas proses penerimaan mahasiswa baru.

Meski demikian, Hetifah menegaskan bahwa evaluasi terhadap SNPMB tidak boleh berhenti pada upaya pencegahan kecurangan semata. Pemerintah diminta terus meninjau daya tampung program studi, efektivitas jalur seleksi, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan pembangunan nasional dan kapasitas perguruan tinggi.

“Evaluasi terhadap daya tampung program studi dan seluruh jalur seleksi nasional harus terus dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pembangunan dan daya dukung perguruan tinggi,” ujar Hetifah kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Komisi X juga menyoroti kebijakan penutupan 122 program studi sepanjang 2026. Menurut Hetifah, langkah tersebut perlu dijelaskan secara komprehensif agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

Ia menilai persoalan utama pendidikan tinggi tidak terletak pada banyak atau sedikitnya program studi, melainkan kualitas tata kelola, mutu pembelajaran, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.

“Jangan sampai narasi penghapusan program studi justru menyederhanakan persoalan perguruan tinggi. Yang harus dibenahi adalah mutu, tata kelola, dan outcome dari setiap program studi,” katanya.

Selain itu, DPR menyoroti pola penanganan persoalan kampus yang dinilai masih cenderung reaktif. Hetifah mengingatkan agar Kemendiktisaintek tidak hanya bergerak setelah suatu kasus menjadi sorotan publik atau viral di media sosial.

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya harus mengadukan persoalan ke DPR terlebih dahulu agar mendapat perhatian pemerintah.

“Jangan sampai setiap permasalahan harus viral dulu baru diproses dan diselesaikan. Masyarakat juga tidak seharusnya harus mengadu ke Komisi X agar persoalannya didengar,” tegasnya.

Untuk itu, Komisi X mendorong pemerintah membangun sistem pengaduan yang lebih responsif dan mudah diakses oleh mahasiswa, dosen, maupun masyarakat. Bahkan, Hetifah mengusulkan pembentukan lembaga independen atau ombudsman pendidikan yang secara khusus menangani keluhan dan sengketa di sektor pendidikan tinggi.

Di sisi lain, DPR menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan Kemendiktisaintek. Salah satunya terkait ketepatan sasaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah agar bantuan pendidikan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.

Komisi X juga meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan status dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang hingga kini masih menjadi perhatian di berbagai perguruan tinggi. Kemendiktisaintek didorong berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk merumuskan jenjang karier yang lebih jelas dan berkeadilan bagi para dosen.

“Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Kemendiktisaintek, mulai dari KIP Kuliah hingga kejelasan status dosen PPPK. Pendidikan tinggi membutuhkan kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan,” pungkas Hetifah.

ePaper Lainnya

  • Keuangan Daerah Disorot, Pemkot Malang Malah Raih Peringkat Pertama DJPb Jatim

    Keuangan Daerah Disorot, Pemkot Malang Malah Raih Peringkat Pertama DJPb Jatim

    Gratis

    MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang mencatat prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Pemkot Malang meraih peringkat pertama pemerintah daerah dengan tingkat penyelesaian temuan dan pemenuhan data terbaik tahun 2025 dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan di Surabaya, Kamis (27/8/2026), dalam kegiatan Sosialisasi Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) Nomor […]

  • Wali Kota Malang Perkuat Sinergi JKN, Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan

    Wali Kota Malang Perkuat Sinergi JKN, Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan

    Gratis

    MALANG, Memodaily.id – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya diukur dari tingginya jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur di Balai Kota Malang, Rabu (15/7). Dalam pertemuan tersebut, Wahyu menekankan pentingnya […]

  • Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    Gratis

    JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana agar penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin (7/9/2026). Dalam rapat tersebut, Prabowo memantau kondisi sejumlah wilayah sekaligus mengevaluasi penanganan bencana, […]

  • BUMN Rugi, PMN Disorot Anis

    BUMN Rugi, PMN Disorot Anis

    Gratis

    JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti pengaturan mengenai penyertaan modal negara (PMN) dan status kekayaan negara yang dipisahkan dalam revisi Undang-Undang tentang Keuangan Negara. Sorotan itu muncul karena negara tetap memberikan PMN kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami persoalan keuangan, sementara modal negara yang telah disertakan dalam BUMN […]

  • Kota Malang Raih IHYA Dua Tahun Berturut-turut, Wahyu Hidayat Tegaskan Komitmen Pengembangan Industri Halal

    Kota Malang Raih IHYA Dua Tahun Berturut-turut, Wahyu Hidayat Tegaskan Komitmen Pengembangan Industri Halal

    Gratis

    MALANG, Memodaily.id – Kota Malang kembali meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) pada 2026. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal, subkategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Terbaik. Penghargaan diterima langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam acara yang berlangsung di Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026). Capaian tersebut menjadi penghargaan IHYA kedua secara […]

  • DPR Soroti Serapan Anggaran Kesehatan Primer yang Baru 38,7 Persen

    DPR Soroti Serapan Anggaran Kesehatan Primer yang Baru 38,7 Persen

    Gratis

    JAKARTA, Memodaily.id – Komisi IX DPR RI menyoroti rendahnya realisasi anggaran Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas yang baru mencapai 38,7 persen dalam rapat kerja bersama Menteri Kesehatan RI membahas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) APBN 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026). Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengatakan capaian opini Wajar […]

expand_less
1 / 1
×