Kirim Titik Lokasi, 22 Menit Kemudian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
- account_circle ADK
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum DPP BM PAN Slamet Ariyadi saat menyampaikan keprihatinan atas hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal di perairan Selat Sunda serta mendesak operasi SAR terus dimaksimalkan. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – Misi peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau berubah menjadi pencarian. Lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda setelah speedboat yang mereka tumpangi tak lagi bisa dihubungi.
Kondisi ini mendapat perhatian Ketua Umum DPP Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi. Ia mendesak operasi SAR terus diperluas dan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menemukan delapan orang tersebut.
“Kami di keluarga besar DPP BM PAN sangat terkejut dan prihatin mendengar kabar hilangnya rekan-rekan jurnalis saat menjalankan tugas mulia di Selat Sunda. Mari kita bersama-sama mendoakan agar mereka lekas ditemukan dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apa pun,” ujar Slamet, Kamis (10/9/2026).
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sekitar pukul 14.42 WIB, salah seorang penumpang masih sempat berkomunikasi dengan rekan sesama jurnalis sekaligus mengirimkan titik koordinat atau share location.
Namun, sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dan sinyal dari kapal tersebut terputus.
Lima jurnalis yang berada di dalam speedboat yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Tiga lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai guide.
Tim SAR gabungan kini memperluas pencarian hingga ratusan mil laut dan sejumlah pulau di sekitar kawasan Anak Krakatau. Namun, operasi menghadapi kondisi laut yang tidak mudah, dengan kecepatan angin mencapai 16,7 knot dan gelombang sekitar 1 hingga 2 meter.
Slamet mengapresiasi Basarnas Banten, Polairud, Polda Banten serta seluruh unsur SAR yang terus melakukan penyisiran.
Ia juga meminta nelayan dan masyarakat pesisir ikut melaporkan apabila menemukan kapal, benda terapung, atau tanda lain yang diduga berkaitan dengan rombongan tersebut.
“Setiap informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk membantu menemukan mereka,” ujarnya.
Hingga kini, pencarian masih berlangsung. Harapan keluarga dan rekan-rekan jurnalis tetap sama, delapan orang yang berangkat menjalankan tugas itu segera ditemukan dalam kondisi selamat.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar