Puguh Minta Orang Tua Dilibatkan dalam Edukasi Pencegahan LGBT di SD
- account_circle WNZ
- calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyampaikan dukungannya terhadap rencana edukasi pencegahan LGBT di sekolah. (Foto: Memodaily.id/WNZ)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURABAYA, Memodaily.id – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendukung rencana Kementerian Agama memasukkan materi edukasi pencegahan LGBT ke dalam pembelajaran bagi siswa mulai kelas IV sekolah dasar (SD). Menurutnya, pendidikan berbasis nilai agama menjadi salah satu langkah preventif untuk memperkuat karakter anak sejak usia dini.
Legislator Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya itu menilai penguatan pendidikan karakter melalui pemahaman agama dapat menjadi fondasi dalam membentuk kepribadian anak.
“Menurut saya rencana Kemenag ini bagus. Solusi paling mendasar mencegah penyimpangan seksual adalah dengan memberikan pemahaman agama yang baik sejak kecil. Agama menjadi fondasi membangun karakter anak,” ujar Puguh di Surabaya, Jumat (24/7/2026).
Puguh mengatakan materi yang diberikan di sekolah tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga nilai moral dan norma agama dalam kehidupan sehari-hari.
Meski mendukung, ia mengingatkan agar materi disusun secara komprehensif, disesuaikan dengan usia peserta didik, serta disampaikan oleh tenaga pendidik yang memiliki pemahaman yang sama agar tidak menimbulkan penafsiran berbeda.
“Materi harus disusun utuh dan lengkap. Pendekatannya juga harus tepat. Guru yang mengajar juga perlu punya pemahaman yang sama supaya pesannya tidak menimbulkan salah tafsir,” katanya.
Ia berharap materi tersebut menjadi bagian dari penguatan karakter siswa tanpa memunculkan rasa ingin tahu yang berlebihan terhadap substansi yang diajarkan.
Selain pendidikan di sekolah, Puguh menegaskan keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, orang tua perlu mendapatkan penyuluhan agar pendidikan di sekolah berjalan selaras dengan pola pengasuhan di rumah.
“Pembelajaran di kelas bagus sebagai langkah pencegahan. Tapi penyuluhan kepada orang tua juga penting. Waktu anak di rumah jauh lebih banyak daripada di sekolah, sehingga peran orang tua sangat menentukan,” tegasnya.
Karena itu, ia mengusulkan setiap sekolah tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga menyelenggarakan penyuluhan bagi orang tua atau wali murid.
“Jangan sampai yang diajarkan di sekolah berbeda dengan yang diterapkan di rumah,” ujarnya.
Puguh menambahkan, penguatan pendidikan karakter memerlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat agar pembinaan terhadap generasi muda berjalan secara berkesinambungan.
“Generasi muda adalah aset bangsa yang harus kita jaga. Penguatan pendidikan karakter, nilai agama, dan keterlibatan keluarga harus berjalan bersama agar anak-anak terlindungi dari pengaruh yang tidak sesuai dengan nilai masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: WNZ
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar