Pemkot Malang Gaspol Dorong UMKM, 11 Produk Lokal Mejeng di Inacraft 2026
- account_circle ADK
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi bersama jajaran dan pelaku UMKM saat mengikuti Inacraft 2026 di JICC, Jakarta. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menembus pasar yang lebih luas. Salah satunya dengan membawa 11 UMKM unggulan Kota Malang ke ajang Inacraft Oktober 2026 yang berlangsung pada 7-11 Oktober di Jakarta International Convention Center (JICC).
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, hadir mewakili Wali Kota Malang dalam kegiatan tersebut bersama Kabid Perdagangan dan jajaran tim Diskopindag.
Eko mengatakan, keikutsertaan Pemkot Malang dalam Inacraft bukan sekadar memamerkan produk lokal. Panggung tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang jaringan dan kerja sama bisnis.
“Pemkot Malang melalui Diskopindag ikut hadir dalam Inacraft Oktober 2026. Ada 11 UMKM Kota Malang yang mempromosikan berbagai produknya,” ujar Eko saat dikonfirmasi Memodaily.id, Kamis (8/10/2026).
Sebelas UMKM tersebut membawa produk dengan karakter yang beragam. Mulai dari fesyen, batik, kuliner, minuman hingga produk herbal dan kerajinan.
Mereka terdiri dari Batik Hamparan Rintik, Dasterqu, Mamani Sambel, Coba Kopi, Kripik Bakso, RF Fashion, Antique, Batik Cokro, Tumbler Resin, Athaya, dan Jamu Instant Violink.
Menurut Eko, keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa potensi UMKM Kota Malang cukup besar. Tantangannya kini bukan hanya menghasilkan produk, tetapi bagaimana produk tersebut mampu memiliki daya saing dan dikenal konsumen di luar daerah.
“Harapannya tentu produk-produk UMKM Kota Malang semakin dikenal, tidak hanya di Malang, tetapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Eko menilai pameran berskala nasional seperti Inacraft juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk menguji kualitas produknya secara langsung. Persaingan dengan produk dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk melihat kekurangan sekaligus melakukan pembenahan.
“Ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya sekaligus membuka jaringan dan peluang pasar,” ujar Eko.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah tidak boleh berhenti pada keikutsertaan dalam pameran. Pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun jejaring, memperluas pemasaran dan meningkatkan kualitas usaha secara berkelanjutan.
“Yang paling penting bagaimana setelah mengikuti kegiatan ini ada tindak lanjutnya. Produk UMKM semakin berkembang, pasarnya semakin luas dan pelaku usaha semakin naik kelas,” tegasnya.
Inacraft Oktober 2026 sendiri dibuka oleh istri Wakil Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Eko hadir mewakili Wali Kota Malang bersama Kabid Perdagangan dan tim Diskopindag. Ketua Dekranasda Kota Malang juga turut hadir memberikan dukungan terhadap keikutsertaan UMKM Kota Malang.
Bagi Pemkot Malang, kehadiran 11 UMKM tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Produk yang selama ini berkembang di Kota Malang didorong agar tidak berhenti di pasar daerah, tetapi mampu naik kelas dan bersaing di panggung nasional.
“Harapannya produk-produk UMKM Kota Malang semakin berkembang, dikenal lebih luas dan mampu membuka pasar baru,” pungkas Eko.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar