Breaking News
Minggu, 11 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » DPRD Kota Malang Ungkap Biaya Feeder Trans Jatim Capai Rp4 Miliar per Tahun

DPRD Kota Malang Ungkap Biaya Feeder Trans Jatim Capai Rp4 Miliar per Tahun

  • account_circle ADK
  • calendar_month Rabu, 12 Agu 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Pengembangan feeder Trans Jatim di Malang Raya mulai mengerucut pada sejumlah persoalan penting, mulai dari kebutuhan anggaran hingga kesiapan armada angkutan kota dan nasib sopir angkot.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi NasDem-PSI Kota Malang, Dito Arif Nurakhmadi, menyebut Kota Malang perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar hingga Rp4 miliar per tahun setelah dukungan awal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berakhir.

Dito menjelaskan, pada tahap awal, layanan feeder mendapat dukungan melalui dana stimulus dari APBD Provinsi Jawa Timur selama 12 bulan.

Setelah masa tersebut berakhir, pembiayaan perlu disiapkan pemerintah daerah melalui APBD Kota Malang. Besaran anggaran akan menyesuaikan jumlah armada yang masuk dalam sistem feeder.

“Untuk nanti berikutnya di PAK 2027, berarti harus dianggarkan pembiayaan untuk sistem feeder di Kota Malang,” kata Dito, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, semakin banyak armada yang dilibatkan, kebutuhan pembiayaan juga akan meningkat.

Armada Angkot Jadi Sorotan

Selain pembiayaan, DPRD Kota Malang menyoroti kondisi armada angkutan kota yang akan terintegrasi dengan sistem transportasi baru.

Dito mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan mayoritas angkot yang saat ini beroperasi perlu mendapat perhatian dari sisi kelayakan teknis.

“Yang menjadi catatan dan evaluasi adalah kita melihat armada angkutan kota yang ada di Kota Malang ini mayoritas tidak layak sebetulnya,” ujarnya.

Karena itu, salah satu opsi yang tengah dikaji adalah scrapping atau penggabungan sejumlah kendaraan lama yang sudah tidak layak menjadi kendaraan baru.

Dito memberikan ilustrasi, tiga hingga lima angkot yang sudah tidak layak dapat dihimpun dan dikonversikan menjadi satu kendaraan baru.

“Misalkan tiga sampai lima angkutan kota yang tidak layak dijual, dijadikan satu kendaraan baru,” jelasnya.

Namun, skema tersebut masih menjadi opsi yang perlu dikaji, terutama dari sisi teknis dan pembiayaan.

Sopir Angkot Diminta Tidak Ditinggalkan

Dito menegaskan, integrasi transportasi tidak cukup hanya menyiapkan armada dan rute. Pemerintah juga perlu memastikan keberlangsungan penghasilan sopir angkot dan keluarganya.

Menurutnya, sopir yang tidak memenuhi persyaratan tertentu, termasuk faktor usia, tetap dapat diberi ruang melalui keterlibatan anggota keluarganya dalam ekosistem Trans Jatim, feeder maupun angkutan pelajar.

“Bisa keluarganya nanti yang kemudian dilibatkan dalam program Trans Jatim ini. Baik dari angkutan pelajar, bisa di feeder, bisa di Trans Jatim,” katanya.

Keterlibatan juga dapat diarahkan pada kegiatan pendukung seperti pemeliharaan dan perawatan armada.

Dito berharap integrasi transportasi memberikan manfaat ekonomi bagi paguyuban angkot dan keluarga mereka.

“Program Trans Jatim dan integrasinya itu semaksimal mungkin diprioritaskan kepada paguyuban angkot ini atau keluarga dari paguyuban angkot,” tegasnya.

Ia juga menilai sistem baru berpotensi memberikan kepastian pendapatan yang lebih baik dibandingkan pola penghasilan sopir angkot saat ini yang bergantung pada jumlah penumpang.

Rute Menuju Kepanjen Disiapkan

Untuk konektivitas Malang Raya, salah satu rencana yang dibahas adalah layanan menuju Kepanjen, Kabupaten Malang.

Alternatif pertama menghubungkan Arjosari menuju Kepanjen melalui kawasan Sulfat dan Madyopuro sebelum masuk wilayah Kabupaten Malang.

Alternatif lainnya melewati kawasan Soekarno-Hatta, Balai Kota, Madyopuro, kemudian Terminal Hamid Rusdi sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kepanjen.

Rute melalui Soekarno-Hatta akan memiliki lintasan lebih panjang karena masuk ke kawasan pusat Kota Malang.

“Lebih panjang memang karena masuk ke dalam kota, masuk ke tengah-tengah,” kata Dito.

Meski demikian, rute tersebut mendapat perhatian karena adanya aspirasi masyarakat agar layanan Trans Jatim menjangkau kawasan Soekarno-Hatta dan sekitarnya.

Angkutan Pelajar Masih Terkendala Regulasi

Dito juga menyampaikan perkembangan program angkutan pelajar. DPRD Kota Malang telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terkait teknis dan sistem aplikasi yang nantinya terintegrasi dengan program pemerintah provinsi.

Program tersebut ditargetkan dapat berjalan pada Agustus 2026. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala regulasi, termasuk persyaratan badan hukum bagi paguyuban angkot.

Menurut Dito, paguyuban perlu berbadan hukum melalui koperasi sebagai bagian dari persyaratan pelaksanaan program.

“Masih dikonsultasikan secara regulasinya, termasuk secara badan hukum kepada paguyubannya, harus melalui koperasi,” ujarnya.

DPRD Kota Malang, kata dia, telah beberapa kali meminta pemerintah mempercepat pelaksanaan angkutan pelajar.

Sosialisasi Dinilai Penting

Dito juga menyoroti sosialisasi kepada paguyuban angkot dan masyarakat. Menurutnya, penjelasan mengenai konsep feeder dan angkutan pelajar, termasuk posisi sopir angkot dalam sistem baru, perlu dilakukan sejak awal.

Komunikasi yang lebih awal dan terstruktur dinilai penting agar perubahan sistem transportasi dapat dipahami seluruh pihak yang terdampak.

“Karena ketika itu sebetulnya sudah jauh-jauh hari, ini kan bisa memitigasi dinamika yang muncul di paguyuban angkot,” katanya.

Dito menambahkan, keterbukaan komunikasi diperlukan agar integrasi transportasi di Malang Raya dapat berjalan dengan mempertimbangkan pembiayaan, kesiapan armada, regulasi, rute, serta keberlanjutan ekonomi pelaku angkutan kota.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Fraksi DPRD Kota Malang Soroti RAPBD 2027: PAD, Belanja Modal hingga Pengangguran Jadi Alarm

    Tujuh Fraksi DPRD Kota Malang Soroti RAPBD 2027: PAD, Belanja Modal hingga Pengangguran Jadi Alarm

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Rancangan KUA-PPAS APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2027 belum lepas dari sejumlah catatan tajam DPRD. Dalam rapat paripurna, Senin (21/9), tujuh fraksi menyampaikan pandangan umum dengan menyoroti hampir seluruh aspek pengelolaan keuangan daerah, mulai dari pendapatan asli daerah (PAD), belanja modal, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pengangguran, UMKM hingga pengelolaan aset. Pandangan fraksi-fraksi tersebut […]

  • Muktamar NU Ricuh, Massa Protes Gus Yusuf Digugurkan

    Muktamar NU Ricuh, Massa Protes Gus Yusuf Digugurkan

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Kericuhan terjadi di luar arena sidang pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026). Kericuhan dipicu aksi protes ratusan massa terhadap hasil sidang pleno Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU. Massa mempersoalkan keputusan yang dinilai menggugurkan pencalonan KH Yusuf Chudlori atau […]

  • UMKM dan Petani Batu Bakal Lebih Mudah Akses Modal, Ini Langkah Pemkot

    UMKM dan Petani Batu Bakal Lebih Mudah Akses Modal, Ini Langkah Pemkot

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Pemerintah Kota Batu bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi untuk mempercepat akses permodalan bagi pelaku UMKM dan petani. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (3/9/2026). Wali Kota Batu Nurochman meminta forum […]

  • Desil Bansos Tak Akurat, DPR Minta Warga Bisa Sanggah Cepat

    Desil Bansos Tak Akurat, DPR Minta Warga Bisa Sanggah Cepat

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah mempercepat mekanisme koreksi data penerima bantuan sosial (bansos). Hal ini dinilai penting agar warga yang mengalami perubahan kondisi ekonomi tidak kehilangan hak atas bantuan. Hetifah mengatakan penggunaan sistem desil diperlukan untuk memastikan bansos lebih tepat sasaran. Namun, klasifikasi tersebut harus mampu mengikuti perubahan […]

  • KONI Kota Batu Super Cup, Dorong Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola

    KONI Kota Batu Super Cup, Dorong Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola

    • calendar_month 2 jam yang lalu
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Turnamen sepak bola usia dini Batu Super Cup 2026 yang bekerja sama dengan KONI Kota Batu resmi digelar di Lapangan Agro Kusuma, Kota Wisata Batu yang dibuka secara simbolis oleh Wakil Ketua Umum KONI Kota Batu, Sinal Abidin, Sabtu (10/9/2026). Kompetisi ini menjadi ajang bagi puluhan tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dari […]

  • Polemik Bendera Aceh, DPD Minta Pemerintah Segera Tuntaskan

    Polemik Bendera Aceh, DPD Minta Pemerintah Segera Tuntaskan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Polemik bendera Aceh yang telah berlangsung bertahun-tahun kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI Azhari Cage meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh segera menyelesaikan persoalan tersebut melalui dialog dan mekanisme hukum. Azhari menilai ketidakjelasan penyelesaian polemik bendera Aceh berpotensi memicu kembali ketegangan di tengah masyarakat. Karena itu, ia […]

expand_less