Breaking News
Minggu, 11 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » DPRD Malang Sentil Dinas Pendidikan: Rasio Guru Aman, Tapi Sekolah Masih Keteteran

DPRD Malang Sentil Dinas Pendidikan: Rasio Guru Aman, Tapi Sekolah Masih Keteteran

  • account_circle ADK
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Persoalan pendidikan di Kota Malang ternyata belum selesai hanya dengan melihat angka rasio guru dan murid. Di atas kertas, jumlah guru disebut masih mencukupi. Namun ketika kebutuhan dihitung berdasarkan jam mengajar di masing-masing sekolah, persoalannya justru mulai terlihat.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST, MT, mengungkap persoalan tersebut usai hearing bersama Dinas Pendidikan Kota Malang, Rabu (9/9/2026).

Ginanjar mengatakan, secara rasio jumlah guru dengan murid dan rombongan belajar memang masih berada dalam kondisi sesuai. Tetapi kondisi itu tidak otomatis berarti seluruh sekolah terbebas dari kekurangan tenaga pendidik.

“Kalau dari sisi rasio sesuai, tidak kekurangan. Tetapi ketika dirunut lagi, terutama dari jam mengajar, memang ada beberapa satuan pendidikan yang bisa dikatakan kekurangan guru,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi D karena kekurangan guru di sekolah tertentu berpotensi membuat guru yang tersedia harus menanggung tambahan beban mengajar.

DPRD, kata Ginanjar, tidak menginginkan persoalan tersebut terus diselesaikan dengan cara menambah beban guru yang sudah ada.

“Kami tidak ingin solusinya hanya memberikan jam mengajar yang lebih atau menambah beban mengajar guru,” tegasnya.

Komisi D juga meminta Dinas Pendidikan membangun sistem pendataan yang lebih rapi dan diperbarui secara berkala.

Menurut Ginanjar, kebutuhan guru sebenarnya dapat diprediksi sejak awal, termasuk apabila terdapat guru yang akan memasuki masa pensiun. Karena itu, data kebutuhan tenaga pendidik harus diperbarui setiap semester dan menjadi dasar pengambilan kebijakan.

“Harus ada update progress data setiap enam bulan. Kita bisa memprediksi semester ke depan mana yang kekurangan guru karena pensiun atau karena apa,” jelasnya.

Data tersebut juga harus disinkronkan dengan BKPSDM agar kebutuhan tenaga pendidik tidak baru diketahui ketika kekosongan sudah terjadi.

Dinas Pendidikan sendiri disebut telah berkonsultasi dengan pemerintah pusat mengenai alternatif pemenuhan tenaga pendidik melalui skema yang bersumber dari dana Puskes. Ginanjar menyebut terdapat ruang 20 persen yang dapat dimanfaatkan, termasuk untuk tenaga pendidik.

Namun, penggunaan ruang anggaran tersebut harus benar-benar berbasis data agar tidak salah sasaran.

Tak hanya guru, Komisi D juga menyoroti kondisi fisik sekolah. Dari lebih dari 20 sekolah yang membutuhkan perhatian, Ginanjar menyebut terdapat sekitar 14 sekolah yang secara fisik dinilai sangat urgen untuk segera diperbaiki.

Sebagian besar sekolah yang masuk kategori mendesak tersebut merupakan jenjang SD
.
Karena itu, Komisi D mendorong optimalisasi anggaran pendidikan, terutama untuk memperbaiki infrastruktur sekolah yang kondisinya sudah membutuhkan penanganan.

Dalam pembahasan anggaran 2027, kebutuhan tim infrastruktur pendidikan disebut sekitar Rp1,8 miliar lebih.

Ginanjar menegaskan, tambahan anggaran tersebut harus benar-benar menyasar kebutuhan pendidikan. Jangan sampai embel-embel peningkatan anggaran pendidikan justru tidak berujung pada perbaikan fasilitas sekolah.

“Fokusnya kita di infrastruktur. Jangan sampai Kota Malang dilihat sebagai kota pendidikan, tetapi infrastrukturnya saja seperti itu,” sindirnya.

Ia juga menegaskan anggaran tersebut bukan untuk kebutuhan rumah dinas maupun tempat peribadatan, melainkan diarahkan untuk kepentingan pendidikan.

Bagi Komisi D, persoalan utama bukan sekadar apakah Kota Malang secara statistik kekurangan guru atau tidak. Yang lebih penting adalah memastikan setiap sekolah memiliki tenaga pendidik yang cukup sesuai kebutuhan pembelajaran.

Begitu pula dengan sekolah yang kondisi bangunannya membutuhkan perbaikan. Pemerintah diminta tidak menunggu kerusakan menjadi lebih parah baru mengambil tindakan.

Ginanjar menegaskan, Dinas Pendidikan harus memiliki solusi konkret, baik untuk persoalan distribusi guru maupun beban mengajar di sekolah yang kekurangan tenaga pendidik.

“Yang terpenting Dinas Pendidikan punya solusi untuk mengatasi beban mengajar yang lebih di beberapa satuan pendidikan,” pungkasnya.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Malang Lepas Rabbani FC, Siap Ukir Prestasi di TOPSKOR Nasional 2026

    Wali Kota Malang Lepas Rabbani FC, Siap Ukir Prestasi di TOPSKOR Nasional 2026

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat resmi melepas keberangkatan kontingen Rabbani FC yang akan mewakili Kota Malang pada ajang TOPSKOR National Championship 2026 di ASIOP Training Ground, Sentul, Bogor. Pelepasan berlangsung di halaman Balai Kota Malang, Senin (3/8/2026). Kontingen Rabbani FC akan berlaga hingga 9 Agustus 2026 menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai daerah […]

  • BPK Temukan Penyimpangan Dana BOSP Rp557 Juta di Jember, Ada Aliran ke Oknum Dispendik dan LSM

    BPK Temukan Penyimpangan Dana BOSP Rp557 Juta di Jember, Ada Aliran ke Oknum Dispendik dan LSM

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle WNP
    • 0Komentar

    JEMBER, Memodaily.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap sejumlah penyimpangan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2025 di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember. Nilai penyimpangan yang ditemukan mencapai sekitar Rp557 juta, termasuk adanya aliran dana kepada oknum Dinas Pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK, ditemukan […]

  • Diduga Salip Kendaraan, Pengendara X-Ride Tewas Adu Banteng dengan Truk di Singosari

    Diduga Salip Kendaraan, Pengendara X-Ride Tewas Adu Banteng dengan Truk di Singosari

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Manuver mendahului kendaraan berujung maut di Jalan Raya Rogonoto, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Seorang perempuan pengendara Yamaha X-Ride tewas setelah terlibat kecelakaan dengan truk, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Korban berinisial I (32), warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Ia mengalami luka pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal […]

  • Amelia Bersyukur, MCU CPMI di Jember Kini Cuma Rp450 Ribu

    Amelia Bersyukur, MCU CPMI di Jember Kini Cuma Rp450 Ribu

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle WNP
    • 0Komentar

    JEMBER, Memodaily.id – Senyum bahagia terpancar dari Amelia, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, saat bertemu Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia Rahmadi Indra Tektona dalam kunjungan pengawasan pelayanan publik di RSD dr Soebandi, Rabu (5/8/2026). Amelia mengaku kini tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk memenuhi persyaratan Medical Check Up (MCU) […]

  • FAJI Kota Batu Banjir Medali di Kejurprov Jatim 2026, Tatap Porprov dengan Target Lebih Cepat

    FAJI Kota Batu Banjir Medali di Kejurprov Jatim 2026, Tatap Porprov dengan Target Lebih Cepat

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Kontingen Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Batu menunjukkan performa impresif pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Arung Jeram Jawa Timur 2026. Berlaga di Jombang pada 3-6 September 2026, para atlet Kota Batu sukses memborong sejumlah medali dari berbagai nomor pertandingan. Pelatih FAJI Kota Batu, Ainul Sodikin, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang […]

  • Komisi X DPR Minta Kemendiktisaintek Lebih Proaktif Awasi Kampus

    Komisi X DPR Minta Kemendiktisaintek Lebih Proaktif Awasi Kampus

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    Memodaily.id – Komisi X DPR RI memberikan sejumlah catatan kritis kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam rapat kerja yang membahas pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, penataan program studi, hingga berbagai persoalan di lingkungan perguruan tinggi. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi langkah Kemendiktisaintek dalam memperketat pelaksanaan SNPMB […]

expand_less