Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Komisi X DPR Minta Kemendiktisaintek Lebih Proaktif Awasi Kampus

Komisi X DPR Minta Kemendiktisaintek Lebih Proaktif Awasi Kampus

  • account_circle RFR
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Memodaily.id – Komisi X DPR RI memberikan sejumlah catatan kritis kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam rapat kerja yang membahas pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, penataan program studi, hingga berbagai persoalan di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi langkah Kemendiktisaintek dalam memperketat pelaksanaan SNPMB 2026. Sejumlah upaya seperti penyempurnaan algoritma seleksi, penggunaan jammer dan metal detector, serta sistem identifikasi peserta sejak awal dinilai mampu memperkuat integritas proses penerimaan mahasiswa baru.

Meski demikian, Hetifah menegaskan bahwa evaluasi terhadap SNPMB tidak boleh berhenti pada upaya pencegahan kecurangan semata. Pemerintah diminta terus meninjau daya tampung program studi, efektivitas jalur seleksi, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan pembangunan nasional dan kapasitas perguruan tinggi.

“Evaluasi terhadap daya tampung program studi dan seluruh jalur seleksi nasional harus terus dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pembangunan dan daya dukung perguruan tinggi,” ujar Hetifah kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Komisi X juga menyoroti kebijakan penutupan 122 program studi sepanjang 2026. Menurut Hetifah, langkah tersebut perlu dijelaskan secara komprehensif agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

Ia menilai persoalan utama pendidikan tinggi tidak terletak pada banyak atau sedikitnya program studi, melainkan kualitas tata kelola, mutu pembelajaran, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.

“Jangan sampai narasi penghapusan program studi justru menyederhanakan persoalan perguruan tinggi. Yang harus dibenahi adalah mutu, tata kelola, dan outcome dari setiap program studi,” katanya.

Selain itu, DPR menyoroti pola penanganan persoalan kampus yang dinilai masih cenderung reaktif. Hetifah mengingatkan agar Kemendiktisaintek tidak hanya bergerak setelah suatu kasus menjadi sorotan publik atau viral di media sosial.

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya harus mengadukan persoalan ke DPR terlebih dahulu agar mendapat perhatian pemerintah.

“Jangan sampai setiap permasalahan harus viral dulu baru diproses dan diselesaikan. Masyarakat juga tidak seharusnya harus mengadu ke Komisi X agar persoalannya didengar,” tegasnya.

Untuk itu, Komisi X mendorong pemerintah membangun sistem pengaduan yang lebih responsif dan mudah diakses oleh mahasiswa, dosen, maupun masyarakat. Bahkan, Hetifah mengusulkan pembentukan lembaga independen atau ombudsman pendidikan yang secara khusus menangani keluhan dan sengketa di sektor pendidikan tinggi.

Di sisi lain, DPR menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan Kemendiktisaintek. Salah satunya terkait ketepatan sasaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah agar bantuan pendidikan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.

Komisi X juga meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan status dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang hingga kini masih menjadi perhatian di berbagai perguruan tinggi. Kemendiktisaintek didorong berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk merumuskan jenjang karier yang lebih jelas dan berkeadilan bagi para dosen.

“Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Kemendiktisaintek, mulai dari KIP Kuliah hingga kejelasan status dosen PPPK. Pendidikan tinggi membutuhkan kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan,” pungkas Hetifah.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia Lapas Porong Temukan Senjata Rakitan, 71 Orang Negatif Narkoba

    Razia Lapas Porong Temukan Senjata Rakitan, 71 Orang Negatif Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle AMZ
    • 0Komentar

    SIDOARJO, Memodaily.id – Razia gabungan di Lapas Kelas I Surabaya atau Lapas Porong, Sidoarjo, menemukan sejumlah barang terlarang dari lima blok hunian narapidana, Kamis malam (17/9/2026). Dalam razia tersebut, petugas mengamankan sejumlah benda, mulai dari senjata tajam rakitan, cutter, obeng, hingga charger telepon seluler. Razia melibatkan petugas Lapas Kelas I Surabaya bersama Brimob, Koramil 0816/04 […]

  • Malang Championship 6: Ribuan Pesilat Se-Indonesia Padati GOR Ken Arok, Wali Kota Wahyu Resmi Lepas Ajang Pencak Silat Bergengsi

    Malang Championship 6: Ribuan Pesilat Se-Indonesia Padati GOR Ken Arok, Wali Kota Wahyu Resmi Lepas Ajang Pencak Silat Bergengsi

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – GOR Ken Arok, Kota Malang, dipenuhi ribuan pesilat dari berbagai penjuru Indonesia dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Malang dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia “Malang Championship 6”, yang digelar 25–26 Juli 2026. Ajang tahunan ini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kejuaraan pembinaan pencak silat terbesar di Jawa Timur. Sebanyak 2.000 […]

  • Pendidikan Khas keJogjaan Didorong Jadi Benteng Karakter Pelajar

    Pendidikan Khas keJogjaan Didorong Jadi Benteng Karakter Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, Memodaily.id – Pendidikan Khas keJogjaan (PKJ) mendapat dukungan Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hilmy Muhammad. Program yang diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan, termasuk perguruan tinggi, dinilai penting untuk mengenalkan identitas, sejarah, tradisi, bahasa, dan nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta kepada pelajar dan mahasiswa. Hilmy mengapresiasi langkah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X […]

  • Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Buka Karya Bakti TNI di Madura, Bangun 33 Jembatan dan 400 RTLH

    Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Buka Karya Bakti TNI di Madura, Bangun 33 Jembatan dan 400 RTLH

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle WNZ
    • 0Komentar

    BANGKALAN, Memodaily.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin resmi membuka Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat di Wilayah Madura Tahun 2026. Program kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura. Pembukaan ditandai dengan upacara Bakti TNI Angkatan Darat […]

  • Karnaval Kemerdekaan, Kementan Pamer Hasil Bumi dan Pertanian Modern

    Karnaval Kemerdekaan, Kementan Pamer Hasil Bumi dan Pertanian Modern

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Karnaval Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (17/8/2026), menjadi ajang Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan kekayaan hasil bumi sekaligus wajah pertanian Indonesia yang semakin modern. Kendaraan karnaval Kementan dihiasi berbagai komoditas pertanian dan peternakan, mulai dari padi, jagung, singkong, buah-buahan, sayuran, rempah, komoditas perkebunan, beras hingga produk […]

  • Boon Pring, Surga Hutan Bambu yang Wajib Dikunjungi di Malang

    Boon Pring, Surga Hutan Bambu yang Wajib Dikunjungi di Malang

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Di balik hijaunya Kabupaten Malang, terdapat destinasi wisata yang menawarkan perpaduan alam, edukasi, dan budaya dalam satu kawasan. Desa Wisata Sanankerto, Kecamatan Turen, menjadi salah satu desa wisata unggulan nasional dengan daya tarik utama Ekowisata Boon Pring, kawasan hutan bambu yang menyimpan lebih dari 115 jenis bambu dari berbagai belahan dunia. Desa […]

expand_less