Kebakaran Rumah di Pakis, 12 Mesin Jahit Hangus, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
- account_circle ADK
- calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Malang saat melakukan penanganan kebakaran rumah milik warga di Dusun Curahampel, Desa Ampeldento, Kecamatan Pakis. (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Kebakaran melanda rumah milik Maimunah di Dusun Curahampel, Desa Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (11/10/2026) malam. Sebanyak 12 unit mesin jahit atau bordir hangus dilalap api, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kapolsek Pakis, AKP Bambang Subinajar, S.E., menjelaskan bahwa kebakaran diketahui sekitar pukul 18.35 WIB. Saat itu, rumah korban dalam keadaan kosong. Kobaran api dan kepulan asap pertama kali diketahui seorang warga yang hendak mengikuti kegiatan tahlil di rumah tetangganya.
“Saksi melihat kobaran api dan kepulan asap dari bagian belakang rumah milik Ibu Maimunah. Setelah mengetahui kejadian tersebut, saksi langsung memberitahukan kepada pelapor,” jelas Bambang berdasarkan kronologi kejadian.
Mengetahui kebakaran tersebut, saksi bersama pelapor dan sejumlah warga berupaya memadamkan api secara manual. Mereka juga segera melaporkan kejadian itu kepada Polsek Pakis agar petugas dapat melakukan penanganan.
Bambang mengungkapkan, personel Polsek Pakis bersama anggota Koramil 0818/25 Pakis tiba di lokasi sekitar pukul 19.10 WIB. Tidak berselang lama, tiga unit kendaraan pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Malang tiba sekitar pukul 19.20 WIB untuk membantu menjinakkan kobaran api.
Upaya pemadaman berlangsung hingga pukul 20.05 WIB. Petugas gabungan akhirnya berhasil mengendalikan api yang membakar rumah korban.
Terkait penyebab kebakaran, Bambang menyampaikan bahwa dugaan awal mengarah pada korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pastinya tetap perlu dipastikan berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut,” terang Bambang.
Akibat peristiwa tersebut, 12 unit mesin jahit atau bordir milik korban dilaporkan hangus terbakar. Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp100 juta, menjadikan kejadian ini bukan sekadar kerusakan bangunan, tetapi juga kehilangan sejumlah peralatan bernilai ekonomi.
Bambang menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak ada penghuni yang berada di dalam bangunan ketika api mulai membesar.
Penanganan kebakaran melibatkan personel Polsek Pakis, anggota Koramil 0818/25 Pakis, pihak Kecamatan Pakis, serta petugas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Malang. Petugas melakukan penanganan di lokasi hingga api berhasil dikendalikan dan situasi dinyatakan aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memastikan keamanan instalasi listrik, terutama pada bangunan yang menyimpan peralatan kerja bernilai tinggi. Pemeriksaan kabel, sambungan listrik, dan penggunaan perangkat elektronik secara berkala diperlukan untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Bambang menyampaikan bahwa seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman dan lancar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang mencapai sekitar Rp100 juta menjadi dampak utama dari kebakaran tersebut.
“Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.05 WIB. Korban jiwa nihil, sedangkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta,” pungkasnya.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar