Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Retreat Rp300 Juta di Tengah Persoalan Pendidikan, DPRD Malang Minta Disdikbud Beri Penjelasan

Retreat Rp300 Juta di Tengah Persoalan Pendidikan, DPRD Malang Minta Disdikbud Beri Penjelasan

  • account_circle ADK
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar retreat kepala sekolah dengan anggaran sekitar Rp300 juta menuai sorotan. Di tengah berbagai persoalan pendidikan yang membutuhkan penanganan serius, DPRD Kota Malang meminta Disdikbud menjelaskan urgensi, materi, hingga target konkret kegiatan tersebut.

Komisi D DPRD Kota Malang berencana memanggil Disdikbud pada pekan ini untuk menguji kelayakan program yang telah masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tersebut. Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, membuka kemungkinan menggeser anggaran apabila retreat dinilai tidak efektif.

Sorotan ini mengemuka karena penggunaan anggaran publik tidak cukup hanya didasarkan pada tujuan umum peningkatan kapasitas kepala sekolah. Program tersebut harus memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan indikator keberhasilan yang dapat diukur.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menegaskan bahwa pihaknya ingin mengetahui secara terperinci alasan Disdikbud mengusulkan kegiatan tersebut, termasuk manfaat yang hendak dicapai setelah retreat dilaksanakan.

“Yang perlu kami ketahui itu urgensinya apa, materi yang diberikan apa saja, kemudian indikator keberhasilannya seperti apa. Harus jelas peningkatan kapasitas yang dimaksud itu berkaitan dengan aspek apa,” ujar Ginanjar saat dikonfirmasi Memodaily.id, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, anggaran sekitar Rp300 juta harus diimbangi perencanaan yang matang. Disdikbud perlu menjelaskan persoalan yang ingin diselesaikan, sasaran peserta, metode pelaksanaan, serta ukuran keberhasilan program agar manfaatnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Jangan sampai kegiatan sudah direncanakan dan anggarannya tersedia, tetapi tujuan serta ukuran keberhasilannya belum dijelaskan secara terperinci,” tegasnya.

Ginanjar mengingatkan bahwa masuknya anggaran dalam PAK bukan berarti kegiatan otomatis harus dijalankan tanpa evaluasi. Pemerintah daerah tetap perlu memastikan apakah program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan dunia pendidikan atau masih terdapat alternatif pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Ia juga mempertanyakan alasan Disdikbud memilih format retreat dibandingkan pelatihan atau pembinaan dengan metode lain. Menurutnya, peningkatan kapasitas kepala sekolah semestinya diarahkan pada persoalan nyata, mulai dari kepemimpinan, pengelolaan sekolah, tanggung jawab terhadap siswa, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

“Yang terpenting, harus ada kejelasan apa yang ingin dicapai. Jadi, bukan sekadar melaksanakan kegiatan, tetapi bagaimana hasilnya nanti bisa diukur,” imbuh Ginanjar.

Ia menambahkan, DPRD membutuhkan penjelasan mengenai rincian pembiayaan dan mekanisme evaluasi setelah kegiatan selesai. Dengan demikian, besaran anggaran yang dialokasikan dapat dibandingkan dengan hasil yang ditargetkan, bukan sekadar dinilai dari terlaksananya agenda.

Sorotan terhadap rencana retreat tersebut muncul di tengah sejumlah persoalan pendidikan di Kota Malang. Salah satunya dugaan kekerasan terhadap siswa yang dikaitkan dengan oknum kepala sekolah SMP Negeri 18 Kota Malang. Dugaan tersebut perlu ditangani secara objektif dan transparan, dengan mengutamakan perlindungan siswa serta tetap menghormati hak pihak yang dilaporkan untuk memberikan klarifikasi.

Selain itu, persoalan pengisian jabatan kepala sekolah tingkat SD dan SMP yang masih disebut dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt) turut menjadi bagian dari tata kelola pendidikan yang perlu mendapat perhatian.

Bagi Ginanjar, rencana retreat perlu diuji berdasarkan relevansi kebutuhan dan manfaatnya. DPRD ingin memastikan program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan perubahan konkret dalam kepemimpinan sekolah dan kualitas pelayanan pendidikan.

“Harapannya, melalui pembahasan ini, kita bisa mengetahui apakah program tersebut memang sesuai dengan kebutuhan dan apa hasil konkret yang ingin dicapai,” pungkas Ginanjar.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa retreat tersebut masih berupa usulan dari Disdikbud. Ia menyebut gagasan itu muncul setelah adanya persoalan yang berkaitan dengan kepala sekolah SMPN 18 Kota Malang.

“Itu kan anggaran dari dinas, ya. Kemarin kita ada kejadian terkait dengan kepala sekolah yang gila. Ini dari dinas mengusulkan untuk mengadakan retreat. Jadi itu masih usulan dari dinas untuk mengadakan retreat,” kata Wahyu saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (9/10/2026).

Wahyu mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada kepala sekolah agar persoalan serupa tidak terulang. Meski demikian, ia menyatakan efektivitas program masih perlu dipastikan melalui penjelasan dari kepala dinas terkait.

“Ya, karena kalau dari maksud dan tujuannya juga baik. Hal ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi kejadian-kejadian yang seperti di SMP 18,” ujarnya.

Terkait anggaran sekitar Rp300 juta yang menjadi perhatian DPRD, Wahyu menilai nominal tersebut tidak terlalu besar. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengalihkan anggaran apabila retreat dinilai tidak efektif.

“Kalau memang sampai saat ini retreat dianggap tidak efektif, ya bisa saja digeser, tapi nanti akan menjadi SILPA karena kan sudah teranggarkan,” jelasnya.

Wahyu menegaskan bahwa anggaran retreat telah masuk dalam PAK. Kendati demikian, alokasi anggaran tersebut tidak serta-merta menutup ruang evaluasi terhadap kelanjutan program.

Pernyataan Wali Kota itu menempatkan efektivitas sebagai salah satu pertimbangan penting sebelum kegiatan dipastikan berjalan. Disdikbud perlu menjabarkan materi, sasaran, dan indikator keberhasilan agar pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat untuk memutuskan apakah program tersebut layak dilaksanakan.

Kini, DPRD menunggu penjelasan Disdikbud mengenai urgensi dan target retreat, sementara Wali Kota membuka opsi pengalihan anggaran jika manfaatnya dinilai tidak meyakinkan.

Pada akhirnya, persoalan retreat kepala sekolah bukan semata-mata mengenai besar atau kecilnya anggaran, melainkan ketepatan penggunaan uang publik di tengah kebutuhan pembenahan pendidikan. Jika program tersebut memang diperlukan, Disdikbud harus mampu membuktikan manfaatnya bagi peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah dan perlindungan siswa.

Sebaliknya, apabila tujuan dan efektivitasnya belum dapat dijelaskan secara memadai, evaluasi terhadap pelaksanaan maupun pengalihan anggaran perlu dipertimbangkan secara cermat.

“Karena itu, keputusan mengenai pelaksanaan kegiatan perlu mempertimbangkan tujuan, efektivitas, serta konsekuensi anggarannya,” pungkas Wahyu.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabrak Lari di Jalan Pamotan, Nyawa Pemuda Melayang, Sopir R6 Melarikan Diri

    Tabrak Lari di Jalan Pamotan, Nyawa Pemuda Melayang, Sopir R6 Melarikan Diri

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Jalan Raya Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, menjadi lokasi kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang pemuda, Kamis (8/10/2026) dini hari. Tragisnya, kendaraan roda enam (R6) yang terlibat justru kabur meninggalkan lokasi setelah terjadi kecelakaan. Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, S.Tr.K., S.I.K., M.Si. mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul […]

  • 589 Dugaan TBC Diburu di Kota Batu, Dinkes Gencarkan Pemeriksaan Lapangan

    589 Dugaan TBC Diburu di Kota Batu, Dinkes Gencarkan Pemeriksaan Lapangan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu gencar menemukan kasus tuberkulosis (TBC) melalui program Active Case Finding (ACF). Sebanyak 589 warga dengan dugaan TBC menjadi sasaran pemeriksaan yang dilakukan di 42 lokus di wilayah Kota Batu. Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Icang Sarrazin mengatakan, angka tersebut belum menunjukkan […]

  • Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba, Sita Barang Bukti 5,3 Ton

    Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba, Sita Barang Bukti 5,3 Ton

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle AFW
    • 0Komentar

    SUMUT, Memodaily.id – Polda Sumatera Utara mengungkap 3.865 kasus tindak pidana narkoba sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari ribuan kasus tersebut, polisi menangkap 4.628 tersangka dan menyita barang bukti narkotika, psikotropika, serta obat-obatan berbahaya dengan total mencapai sekitar 5,3 ton. Data itu disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto saat memimpin konferensi pers hasil […]

  • Pasar Besar Malang Tak Kunjung Dibedah, Hippama Sentil Pemkot: Jangan Jadikan Rapat sebagai Solusi

    Pasar Besar Malang Tak Kunjung Dibedah, Hippama Sentil Pemkot: Jangan Jadikan Rapat sebagai Solusi

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Kondisi Pasar Besar Kota Malang kembali menjadi sorotan. Di tengah keluhan pedagang terkait kebocoran, penerangan hingga persoalan korsleting, perbaikan fisik pasar dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Wakil Ketua Himpunan Pedagang Pasar Malang (Hippama), Agus Priambodo, mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Malang dalam menangani kondisi pasar yang menurutnya sudah cukup lama membutuhkan pembenahan. Saat […]

  • Transfer Masih Kuasai APBD, PDI-P Desak Malang Perkuat PAD

    Transfer Masih Kuasai APBD, PDI-P Desak Malang Perkuat PAD

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang menyoroti masih dominannya pendapatan transfer dalam postur Rancangan Perubahan APBD 2026. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan kemandirian fiskal Kota Malang belum sepenuhnya kuat. Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Lea Mahdarina, S.T., M.T., menyampaikan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna, Rabu (2/9). Ia memaparkan, total pendapatan daerah […]

  • SILPA Kota Malang Tembus Rp303,5 Miliar, Ini Penjelasan Wali Kota Wahyu

    SILPA Kota Malang Tembus Rp303,5 Miliar, Ini Penjelasan Wali Kota Wahyu

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp303,52 miliar menjadi sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang, Senin (13/7). Menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi DPRD, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa SILPA merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan keuangan daerah dan akan dimanfaatkan untuk pembiayaan program […]

expand_less