Festival Nyusu Bareng 2026 Bidik Wisata Edukasi Susu, Dusun Brau Siap Kenalkan Potensi ke Mancanegara
- account_circle PRI
- calendar_month Senin, 31 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari bersama Ketua Fordewi Kota Batu, Mochmmad Dadi dan Ketua Desa Wisata Tulungrejo. (Foto: Memodaily.id/PRI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BATU, Memodaily.id – Potensi peternakan sapi perah di Dusun Brau, Desa Bumiaji, Kota Batu, bakal diangkat melalui Festival Nyusu Bareng 2026. Mengusung konsep edukasi dan wisata berbasis peternakan, festival tersebut menargetkan penyajian 1.000 cup susu kepada masyarakat.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 itu digagas Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu untuk memperkenalkan Dusun Brau sebagai salah satu sentra produksi susu terbesar di Kota Batu. Festival ini diharapkan mampu memperluas daya tarik wisata Dusun Brau hingga ke tingkat nasional dan mancanegara.
Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Nyusu Bareng 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengoptimalkan potensi wisata yang dimiliki Dusun Brau.
“Festival ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki desa lain di Kota Batu. Nantinya akan diisi dengan edukasi, di antaranya pengenalan peternak, proses pengolahan susu, serta hiburan,” ujar Khamim, Senin (31/8/2026).
Khamim mengatakan, mayoritas warga Dusun Brau berprofesi sebagai peternak sapi perah. Bahkan, jumlah sapi di kawasan tersebut disebut lebih banyak dibandingkan jumlah penduduknya.
Ia menilai, kondisi tersebut menjadi potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata edukasi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Saya yakin nantinya Kota Batu akan semakin dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.
Khamim juga menyebut dukungan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata penting untuk pengembangan festival dan desa wisata. Menurutnya, keberadaan desa wisata tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Sementara itu, Ketua Fordewi Kota Batu, Mochammad Dadi, didampingi Ketua Desa Wisata Tulungrejo, Naning Fauziah, mengatakan ide Festival Nyusu Bareng 2026 berangkat dari besarnya potensi produksi susu di Dusun Brau.
“Tujuan kami untuk mengangkat potensi dan menyebarluaskan paket-paket wisata yang ada di Dusun Brau, utamanya terkait dengan susu,” jelas Dadi.
Menurutnya, potensi susu di Dusun Brau tidak hanya berhenti pada produksi susu segar. Sejumlah produk turunan juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata, seperti keju, stik susu, permen susu, yogurt, dan berbagai olahan lainnya.
Fordewi juga menyiapkan paket wisata edukasi berbasis pengalaman langsung bersama warga. Salah satunya berupa program live-in, dengan peserta menginap selama satu hingga tiga hari di rumah warga.
Selama mengikuti program tersebut, wisatawan tidak hanya mendapatkan fasilitas makan dan minum, tetapi juga diajak mengikuti aktivitas peternak sehari-hari secara langsung.
“Peserta bisa tinggal di rumah warga selama satu sampai tiga hari dan mengikuti aktivitas peternak dengan kondisi apa adanya. Jadi wisatawan bisa merasakan langsung kehidupan masyarakat peternak,” pungkas Dadi.
Dadi menambahkan, Fordewi Kota Batu juga terus mendapat masukan dari Khamim Tohari mengenai pengembangan desa wisata. Salah satu fokusnya adalah bagaimana mendorong seluruh pegiat desa wisata di Kota Batu agar semakin aktif dan mampu mengembangkan potensi masing-masing.
“Bagaimana caranya Fordewi Kota Batu bisa mendorong dan mengaktifkan semua pegiat desa wisata di Kota Batu sehingga mereka bisa semakin berdaya,” ujarnya.
Melalui Festival Nyusu Bareng 2026, Fordewi berharap potensi Dusun Brau tidak hanya dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
- Penulis: PRI
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar