Dari Lomba Nyunggi Tempeh, Pemkot Malang Dorong Kerja Tim dan Empati Pelayanan
- account_circle ADK
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plt Sekda Kota Malang Dandung Djuarianto saat menyerahkan hadiah kepada Camat Klojen Willstar Taripar Hatoguan, peraih juara pertama lomba paku dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Beragam perlombaan yang digelar Pemerintah Kota Malang dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi lebih dari sekadar hiburan bagi aparatur sipil negara. Di balik suasana santai dan penuh canda, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat kerja tim di lingkungan pemerintahan.
Pesan tersebut kembali disampaikan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Dandung Djuarianto, saat apel pagi sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba di lingkungan Pemkot Malang, Senin (21/9/2026).
Menurut Dandung, kemenangan dalam perlombaan bukan menjadi ukuran utama. Hal yang lebih penting adalah proses membangun kebersamaan dan kemampuan bekerja sebagai sebuah tim.
“Memang bukan karena mendapatkan hadiahnya, tapi paling tidak bahwa prestasi yang diperoleh itu karena kebersamaan, karena bisa membentuk suatu tim sehingga bisa mendapatkan prestasi tersebut,” ujar Dandung.
Salah satu perlombaan yang cukup menarik perhatian adalah lomba nyunggi tempeh. Permainan tradisional tersebut menguji keseimbangan, konsentrasi, sekaligus ketangkasan peserta dalam menyelesaikan tantangan hingga garis akhir.
Dalam lomba tersebut, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Malang, Windra Novisari, berhasil keluar sebagai juara pertama. Hadiah diserahkan langsung oleh Dandung Djuarianto.
Selain nyunggi tempeh, sejumlah perlombaan lain juga turut memeriahkan rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Pemkot Malang.
Untuk lomba kareta balon, posisi juara pertama diraih Kalaksa BPBD Kota Malang, Heru Mulyono. Sementara juara pertama lomba paku diraih Camat Klojen, Willstar Taripar Hatoguan.
Dandung menyebut, berbagai permainan tersebut sengaja dikemas dalam suasana yang lebih cair agar jajaran pegawai dari berbagai perangkat daerah dapat berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan.
Menurutnya, hubungan kerja yang baik tidak hanya dibangun melalui rapat maupun pelaksanaan tugas formal. Kebersamaan juga perlu dibangun melalui komunikasi dan interaksi antarpersonel.
“Yang paling penting bagi kita bukan masalah juaranya, tapi dalam peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-81 kemarin, nilai utama kita adalah nilai kebersamaan,” katanya.
Ia menegaskan, semangat bekerja secara bersama-sama menjadi bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Setiap perangkat daerah maupun aparatur memiliki peran yang saling berkaitan dalam mencapai target pelayanan kepada masyarakat.
“Artinya bahwa kita tidak bisa mencapai tujuan kalau kita bekerja sendiri, kita melaksanakannya sendiri, tapi kita bisa mencapai tujuan, kita bisa berhasil apabila kita bisa bersama-sama bekerja secara tim,” tegas Dandung.
Karena itu, ia berharap semangat yang tumbuh melalui rangkaian lomba tidak berhenti ketika kegiatan peringatan kemerdekaan selesai. Nilai kebersamaan tersebut harus dibawa ke lingkungan kerja dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dandung juga mengingatkan jajaran Pemkot Malang agar tidak hanya meningkatkan kedisiplinan, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap masyarakat. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu memahami kebutuhan warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan.
“Mari kita tingkatkan kebersamaan kita, kita tingkatkan kedisiplinan kita di dalam kita melaksanakan tugas-tugas kita, kita wujudkan empati kita kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kita,” pungkasnya.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar