Mendikdasmen Abdul Mu’ti Klaim MBG Tingkatkan Motivasi Belajar dan Kehadiran Siswa
- account_circle RFR
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengklaim Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran siswa, hingga capaian akademik peserta didik di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan itu, ia melaporkan perkembangan sejumlah program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.
Menurut Abdul Mu’ti, MBG tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat.
“MBG ini merupakan bagian dari program kami, yaitu 7 Kebiasaan Indonesia Hebat. Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyusun berbagai modul pendukung untuk mengintegrasikan pelaksanaan MBG dengan penguatan karakter peserta didik.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan hasil sejumlah penelitian yang dilakukan berbagai lembaga, termasuk Universitas Indonesia, yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap aktivitas belajar siswa.
Menurut data per 10 Juni 2026, sebanyak 80,7 persen peserta didik telah menerima manfaat program tersebut.
“Dari sekitar 53 juta murid, lebih dari 43 juta sudah menerima MBG. Mereka menyatakan program ini perlu terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif terhadap kehadiran di sekolah, motivasi belajar, dan prestasi akademik,” katanya.
Selain melaporkan perkembangan MBG, Abdul Mu’ti juga menyampaikan progres pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai bagian dari transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 288.865 unit IFP ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, perangkat tersebut kini telah digunakan dalam proses pembelajaran dan sejumlah penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran serta motivasi belajar siswa.
“Sudah ada penelitian yang menunjukkan dampak IFP terhadap kualitas pembelajaran dan juga terhadap motivasi belajar,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Abdul Mu’ti, terus menjalankan berbagai program prioritas pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional dan mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar