DPR Serap Aspirasi Parpol Non-Parlemen untuk Penyusunan RUU Pemilu
- account_circle memodaily
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menyampaikan rencana DPR menyerap aspirasi partai politik non-parlemen dalam penyusunan RUU Pemilu. (Foto: DPR RI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – DPR RI mulai membuka ruang dialog dengan partai politik non-parlemen dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Langkah ini dilakukan untuk menyerap berbagai masukan terkait sejumlah isu strategis, mulai dari ambang batas parlemen hingga penataan daerah pemilihan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima mengatakan, pimpinan DPR bersama Komisi II akan menggelar safari politik guna bertemu dengan partai-partai yang tidak memperoleh kursi di DPR pada Pemilu terakhir. Agenda tersebut akan dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama pimpinan Komisi II dan perwakilan fraksi.
“Intinya begitu, selain civil society dan kampus, dalam menyusun draf RUU ini kita juga ingin mendengarkan partai-partai yang tidak masuk parlemen. Kita akan safari langsung dipimpin Pak Wakil Ketua DPR Pak Dasco bersama pimpinan Komisi II beserta perwakilan fraksi,” ujar Aria Bima, Sabtu (27/6/2025).
Menurut Aria, penyusunan RUU Pemilu perlu melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk partai politik non-parlemen. Karena itu, DPR membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan pandangan terkait sistem kepemiluan yang akan diterapkan pada masa mendatang.
Dalam agenda tersebut, DPR akan meminta masukan mengenai sejumlah isu yang selama ini menjadi pembahasan utama setiap revisi Undang-Undang Pemilu.
“Kita harus dengarkan masalah krusial, yaitu soal parliamentary threshold, presidential threshold, juga tentang dapil serta batas kursi per dapil,” katanya.
Aria menambahkan, safari politik itu ditargetkan berlangsung sebelum DPR memasuki masa reses. Menurutnya, agenda tersebut kemungkinan mulai dilaksanakan pada pekan berikutnya.
“Yang jelas sebelum masa reses kita akan ada kunjungan. Insyaallah minggu depan sudah teragendakan,” ujarnya.
Saat ini, DPR masih mematangkan format pelaksanaan dialog tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengunjungi masing-masing partai secara terpisah atau mengumpulkan seluruh partai non-parlemen dalam satu forum.
“Karena ini masih disusun, apakah kita datang satu-satu atau mengumpulkan partai-partai yang tidak lolos parliamentary threshold. Nanti diserahkan kepada pimpinan DPR,” pungkas Aria.
- Penulis: memodaily


Saat ini belum ada komentar