Kampung Wisata Edukasi Mbrau Siapkan 25 Rumah, Paket Live-in Dibidik Travel Agent Jawa-Bali
- account_circle PRI
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Fordewi Kota Batu, Mochammad Dadi. (Foto: Memodaily.id/PRI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BATU, Memodaily.id – Kampung Wisata Edukasi Mbrau, Kota Batu, mulai serius mengembangkan konsep wisata live-in. Sedikitnya 25 rumah warga disiapkan untuk menjadi tempat menginap wisatawan yang ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat, khususnya aktivitas para peternak.
Ketua Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu, Mochammad Dadi mengatakan, live-in menjadi salah satu paket wisata edukasi yang tengah dikembangkan. Wisatawan nantinya tidak hanya berkunjung, tetapi tinggal bersama warga dan mengikuti aktivitas keseharian masyarakat.
“Namanya live-in itu tidur di rumah warga apa adanya, kemudian makan juga apa yang dimasak oleh warga, mengikuti aktivitas peternak,” ujarnya. Sabtu (3/10/2026)
Wisatawan dapat mengikuti aktivitas peternakan sejak pagi, mulai dari pergi ke kandang, memerah susu, mencari rumput hingga proses penyetoran susu.
Konsep tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum hingga perusahaan yang membutuhkan pengalaman wisata sekaligus edukasi.
Saat ini sekitar 25 rumah warga disebut telah siap menerima wisatawan. Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah seiring semakin banyak warga yang menyatakan kesediaannya.
“Kurang lebih 25 rumah. Tapi bisa bertambah. Yang penting itu masyarakatnya sudah siap, sudah mau, sudah welcome,” jelas Mochammad
Namun, sejumlah rumah masih membutuhkan pembenahan sarana dan prasarana, terutama kamar dan toilet. Pemenuhan fasilitas tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, swasta, sponsor hingga perbankan.
Sejumlah bank bahkan disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Sudah ada beberapa bank yang siap untuk menjadi sponsor, utamanya di CSR-nya,” ungkapnya.
Untuk memperluas pemasaran, sekitar 30 travel agent dari wilayah Jawa dan Bali dijadwalkan hadir di Mbrau. Mereka akan dikenalkan langsung dengan konsep serta paket wisata live-in yang ditawarkan.
“Di situ kita sosialisasikan sehingga mereka ada gambaran, ‘Oh, live-in itu seperti ini, paketannya seperti ini di Kota Batu’, dan mereka siap menjualkan,” katanya.
Program live-in ini juga sebelumnya telah diikuti sejumlah rombongan, termasuk dari Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo. Dalam waktu dekat, sekitar 35 santriwati dari pesantren tersebut dijadwalkan kembali mengikuti kegiatan live-in di Mbrau.
Selain tinggal bersama warga, wisatawan juga dapat mengikuti kegiatan pengolahan susu hingga pembuatan keju.
Dengan konsep tersebut, Kampung Wisata Edukasi Mbrau berupaya menawarkan pengalaman wisata yang tidak sekadar berkunjung, tetapi memungkinkan wisatawan berinteraksi langsung dengan warga dan mengenal kehidupan peternak dari dekat.
- Penulis: PRI
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar