Kota Batu Belajar Warung Tekan Inflasi, Ini Strategi Pemkot Malang Jaga Harga
- account_circle ADK
- calendar_month Kamis, 6 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, menerima kunjungan kerja Kepala Bidang Perdagangan Diskumdag Kota Batu, Andri, bersama jajaran untuk membahas strategi pengendalian inflasi dan pengelolaan pasar rakyat, Kamis (6/8). (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Program Warung Tekan Inflasi (WTI) yang dijalankan Pemerintah Kota Malang menjadi perhatian pemerintah daerah lain. Kamis (6/8), Pemerintah Kota Batu melakukan kunjungan kerja ke Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang untuk mempelajari strategi pengendalian inflasi, pengelolaan pasar rakyat, serta penguatan kerja sama antardaerah di sektor perdagangan.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu, Andri, bersama jajaran. Rombongan diterima Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, S.H., M.Hum., di Kantor Diskopindag Kota Malang.
Luh Putu Eka Wilantari membenarkan adanya kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan menjadi forum koordinasi sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sektor perdagangan yang telah diterapkan Pemerintah Kota Malang.
“Benar, kunjungan dipimpin Pak Andri selaku Kepala Bidang Perdagangan Kota Batu bersama tim. Kami berdiskusi mengenai pengelolaan pasar rakyat, kerja sama antar daerah, serta strategi pengendalian inflasi yang dijalankan Pemerintah Kota Malang,” ujarnya.
Salah satu materi utama yang dibahas adalah Program Warung Tekan Inflasi, yang selama ini menjadi instrumen Pemerintah Kota Malang dalam melakukan intervensi ketika terjadi gejolak harga kebutuhan pokok di pasaran.
“Koordinasi juga terkait pengendalian inflasi di Kota Malang melalui Warung Tekan Inflasi yang selama ini menjadi salah satu langkah Pemkot Malang dalam melakukan intervensi sehingga inflasi tetap terkendali,” katanya.
Program tersebut dinilai mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil, sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi daerah.
Selain itu, kedua pemerintah daerah juga bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pasar rakyat, mulai dari penataan pasar, pembinaan pedagang, peningkatan kualitas pelayanan, hingga strategi meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan perdagangan modern.
Pertemuan juga membahas peluang kerja sama antardaerah dalam mendukung kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan, memperkuat rantai distribusi, serta mengantisipasi gejolak harga yang berpotensi memicu inflasi.
Melalui kunjungan kerja ini, Pemerintah Kota Batu berharap dapat mengadopsi praktik baik yang diterapkan Pemerintah Kota Malang dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah untuk meningkatkan pelayanan di sektor perdagangan.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar