Polisi Pantau 24 SPBU di Malang, Sejumlah Produk BBM Dilaporkan Kosong
- account_circle ADK
- calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas kepolisian saat memantau kondisi antrean dan ketersediaan BBM di salah satu SPBU di Kota Malang, Minggu (18/10/2026), guna mengantisipasi kekosongan stok dan menjaga kelancaran arus lalu lintas. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Malang menjadi perhatian kepolisian. Polresta Malang Kota memperketat pemantauan di 24 SPBU untuk memastikan kondisi stok, mengawasi antrean kendaraan, serta mengantisipasi gangguan distribusi BBM.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo P.S. mengatakan, pemantauan dilakukan pada Minggu (18/10/2026), pukul 08.00–10.00 WIB. Dari hasil pengecekan, antrean di sejumlah SPBU secara umum masih dalam kondisi wajar. Namun, beberapa lokasi dilaporkan kehabisan produk BBM tertentu dan masih menunggu pasokan berikutnya.
“Pemantauan dan koordinasi terus kami lakukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, memastikan informasi ketersediaan BBM, serta mengantisipasi dampak antrean terhadap kelancaran lalu lintas,” jelas Danang.
Ia menegaskan, kondisi stok BBM di setiap SPBU perlu terus dipantau, terutama di tengah peningkatan konsumsi masyarakat terhadap Pertalite. Karena itu, personel kepolisian di tingkat polsek diminta aktif melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pengelola SPBU maupun Pertamina.
“Personel Polsek jajaran kami instruksikan untuk melakukan pemantauan kondisi stok BBM dan situasi antrean secara berkala. Koordinasi dengan pengelola SPBU serta Pertamina juga terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan pasokan,” terang Danang.
Hasil pemantauan mencatat antrean di SPBU Jalan Letjen S. Parman mencapai sekitar 15 sepeda motor. Sementara itu, di SPBU Jalan Mayjen Wiyono, antrean berkisar 10 sepeda motor.
“Berdasarkan laporan petugas, antrean di SPBU Jalan Letjen S. Parman sekitar 15 sepeda motor, sedangkan di SPBU Jalan Mayjen Wiyono berkisar 10 sepeda motor. Secara umum, situasi masih terkendali, tetapi perkembangan stok tetap kami pantau,” imbuhnya.
Pemantauan dilakukan oleh personel Polsek Blimbing, Lowokwaru, Klojen, Kedungkandang, dan Sukun. Sejumlah titik yang menjadi perhatian di antaranya SPBU di Jalan Letjen S. Parman, Jalan Panji Suroso, Jalan Raden Intan, kawasan Tlogomas, Jalan Ki Ageng Gribig, serta Jalan Raya Lowokdoro.
Danang juga mengingatkan masyarakat agar mengatur waktu pengisian BBM dan tidak menunggu hingga tangki kendaraan hampir kosong. Pengendara diminta mengikuti informasi resmi mengenai ketersediaan BBM serta mematuhi arahan petugas di SPBU.
“Kami mengimbau masyarakat mengisi BBM sebelum tangki mendekati kosong, mengikuti informasi resmi mengenai ketersediaan BBM, dan tetap tertib saat mengantre. Jangan menyerobot antrean atau berhenti di badan jalan karena dapat mengganggu kelancaran lalu lintas,” tegasnya.
Di sisi lain, kepolisian turut mengantisipasi kemungkinan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi. Apabila ditemukan indikasi penyelewengan penyaluran maupun penimbunan, petugas akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan tindak lanjut sesuai ketentuan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait. Harapannya, kebutuhan BBM masyarakat tetap terlayani, antrean tidak mengganggu arus lalu lintas, dan situasi keamanan serta ketertiban di Kota Malang tetap kondusif,” pungkas Danang.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar