Prabowo Dorong Akademisi Ciptakan Inovasi, Apresiasi Kemajuan Mobil Nasional
- account_circle RFR
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto membuka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di JICC, Jakarta, dan mendorong akademisi menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan nasional. (Foto: BPMI Setpres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis akademisi dan peneliti dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan nasional sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia. Hal itu disampaikan saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Dalam sambutannya, Presiden mengatakan Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan strategis yang membutuhkan solusi berbasis riset dan inovasi. Karena itu, ia mengaku rutin berdiskusi dengan para ilmuwan dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk mencari jawaban atas kebutuhan di sektor-sektor prioritas.
“Saya berkali-kali datang ke kampus. Saya datang, saya minta orang-orang terpintar, tanya Pak Brian, tanya Profesor Sigit. Saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum? Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektare di Malaysia produknya lebih dari kita? Kenapa? Saya selalu minta mereka, kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?” ujar Presiden.
Prabowo menyebut sejumlah inovasi yang kini mulai berkembang menjadi bukti kemampuan anak bangsa dalam menjawab tantangan tersebut. Salah satunya adalah kemajuan dalam pengembangan mobil nasional.
Presiden mengaku bangga dapat menggunakan kendaraan produksi dalam negeri saat kembali dari pelantikan sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Saya terima kasih kita mulai ke arah punya mobil sendiri. Terima kasih. Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia,” katanya.
Meski demikian, Prabowo menilai setiap inovasi membutuhkan proses penyempurnaan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung pengembangan teknologi dan industri nasional agar semakin maju dan mampu bersaing.
“Tidak apa-apa, minimal kita mulai. Kita harus berani mulai. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia. Kita adalah negara yang kekayaannya luar biasa,” pungkasnya.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar