Sehari Empat Kebakaran Mengguncang Malang, Dua Sekolah Jadi Sasaran Api
- account_circle ADK
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang saat melakukan pemadaman tumpukan sampah dan material yang terbakar di kawasan Jalan Setapak, sebelah STIKI, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Rentetan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kota Malang dalam satu hari, Minggu (20/9/2026). Sedikitnya empat kejadian dilaporkan sejak menjelang siang hingga malam. Dua peristiwa terjadi di lingkungan sekolah, sementara dua lainnya melanda lahan dan pepohonan.
Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan. Ia menjelaskan, seluruh kejadian berhasil ditangani petugas dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di SDN Cemorokandang 1, Jalan Sampurna Nomor 25, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang. Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran setelah kerja bakti, kemudian merembet hingga mengenai bagian bangunan sekolah.
Luas area yang terdampak sekitar 15 meter persegi. Sejumlah barang yang berada di area gudang ikut terdampak, dengan kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp5 juta. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.07 WIB dan berhasil mengendalikan api sekitar pukul 11.28 WIB.
Belum lama penanganan di Cemorokandang selesai, kebakaran kembali terjadi di SMP Negeri 7 Malang, Jalan Lembayung, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang. Laporan diterima sekitar pukul 12.00 WIB.
Api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap gedung. Kobaran kemudian berdampak pada area sekitar 20 meter persegi. Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 13.29 WIB.
Kerugian material akibat kebakaran di SMPN 7 diperkirakan mencapai Rp100 juta. Selain bagian bangunan, sejumlah dokumen milik sekolah juga dilaporkan terdampak.
Memasuki sore hari, kebakaran ketiga terjadi sekitar pukul 14.16 WIB di sebuah lahan di Jalan Setapak, sebelah STIKI, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun.
Api membakar tumpukan sampah dan material yang berada di lahan tersebut. Area terdampak diperkirakan mencapai 1.000 meter persegi. Berdasarkan informasi di sekitar lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran.
Petugas kemudian melakukan penanganan hingga api dinyatakan padam sekitar pukul 16.43 WIB. Pengecekan kembali dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih berpotensi menyala.
Belum berhenti sampai di situ, kebakaran keempat kembali terjadi menjelang malam. Sekitar pukul 18.10 WIB, api dilaporkan membakar sebuah pohon di Jalan Simpang Ijen, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen.
Kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah di sekitar pohon. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.44 WIB dan kondisi di lokasi dipastikan aman.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian karena dua kebakaran terjadi di fasilitas pendidikan dalam rentang waktu berdekatan. Sementara dua kejadian lainnya berkaitan dengan area terbuka dan vegetasi yang juga berpotensi memperluas kobaran apabila tidak segera ditangani.
Pandu mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas pembakaran. Api sekecil apa pun, menurutnya, dapat dengan cepat meluas apabila berada di dekat material mudah terbakar.
“Kalau melihat ada asap atau api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar karena semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan,” ujar Pandu.
Ia menegaskan, petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memastikan kondisi lokasi benar-benar aman setelah api berhasil dikendalikan agar tidak terjadi penyalaan kembali.
“Kami pastikan setiap lokasi sudah benar-benar padam dan tidak ada titik api yang masih tersisa,” pungkas Pandu.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar