25 Sekolah Negeri Jombang Direhab, Rampung Agustus 2026
- account_circle EAP
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bangunan sekolah negeri di Kabupaten Jombang yang sedang menjalani rehabilitasi sarana dan prasarana. (Foto: Memodaily.id/EAP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JOMBANG, Memodaily.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang mempercepat rehabilitasi 25 sekolah negeri pada 2026 dengan total anggaran sekitar Rp2,92 miliar. Seluruh proyek ditargetkan rampung paling lambat Agustus 2026 agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Program tersebut mencakup enam sekolah menengah pertama negeri (SMPN) dan 19 sekolah dasar negeri (SDN). Anggaran rehabilitasi SMPN sebesar Rp1,122 miliar bersumber dari APBD 2026, sedangkan rehabilitasi SDN senilai sekitar Rp1,8 miliar berasal dari APBD dan dana pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Jombang.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, mengatakan seluruh pekerjaan dimulai sejak Juni dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
“Seluruh pekerjaan dimulai Juni, kami targetkan selesai paling lambat Agustus sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar terlalu lama,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Pada jenjang SMP, rehabilitasi meliputi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SMPN 1 Jombang, laboratorium SMPN 2 Ploso, pembangunan ruang kelas baru di SMPN 4 Jombang dan SMPN 1 Diwek, serta rehabilitasi ruang guru dan ruang kepala sekolah di SMPN 2 Jogoroto dan SMPN 2 Sumobito.
Menurut Eko, seluruh paket pekerjaan dilaksanakan oleh penyedia jasa berbeda melalui mekanisme pengadaan langsung karena nilai proyek di bawah Rp400 juta. Seluruh proses pengadaan diumumkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Durasi pekerjaan berkisar 60 hingga 90 hari, tergantung tingkat kesulitan. Sejumlah proyek bahkan telah selesai dan memasuki tahap pemeriksaan sebelum serah terima.
Disdikbud juga menegaskan akan menerapkan sanksi berupa denda kepada kontraktor yang terlambat menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak.
Salah satu proyek berlangsung di SMPN 2 Sumobito dengan nilai kontrak Rp269.729.543 yang dikerjakan CV Randumas Multi Konstruksi sejak 29 Juni 2026.
Kepala SMPN 2 Sumobito, Bambang Djoko Soejono, mengatakan selama rehabilitasi berlangsung, ruang guru dan ruang kepala sekolah dipindahkan sementara ke laboratorium IPA dan salah satu ruang kelas. Kegiatan belajar mengajar juga menerapkan sistem pergantian ruang kelas.
“Dua kelas akan bergantian menggunakan ruang belajar sampai rehabilitasi selesai,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, menjelaskan rehabilitasi di 19 SD negeri dimulai sejak Juni dengan durasi pekerjaan antara 45 hingga 60 hari.
Pekerjaan meliputi pembangunan toilet, musala, rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, gedung serbaguna, lapangan olahraga, pagar, gapura, hingga fasilitas sanitasi di sejumlah sekolah.
Rhendra menyebut enam proyek telah selesai lebih cepat dari jadwal, di antaranya di SDN Godong, SDN Ploso, SDN Sepanyul, SDN Mojokrapak 2, dan SDN Tampingmojo.
Disdikbud menargetkan seluruh rehabilitasi sekolah selesai sesuai jadwal sehingga fasilitas pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal pada tahun ajaran baru.
- Penulis: EAP
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar