Mondar-mandir di Jembatan Tunggulmas, Dosen PTS Malang Diduga Hendak Bunuh Diri
- account_circle ADK
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Polsek Lowokwaru saat melakukan dialog dengan AK di lokasi Jembatan Tunggulmas, Kota Malang, sebelum yang bersangkutan diamankan dan diantar pulang ke rumah. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Suasana malam di kawasan Jembatan Tunggulmas, Kota Malang, sempat menjadi perhatian setelah seorang dosen perguruan tinggi swasta (PTS) berinisial AK (34) terlihat mondar-mandir di atas jembatan, Senin (5/10/2026) malam.
AK diketahui merupakan warga Perumahan Garden Residence, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso. Keberadaannya di atas jembatan hingga larut malam membuat masyarakat khawatir dan memilih melaporkan kondisi tersebut kepada kepolisian.
Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, laporan dari masyarakat tersebut diterima Polsek Lowokwaru sekitar pukul 23.30 WIB.
“Pada hari Senin sekitar pukul 23.30 WIB, Polsek Lowokwaru menerima informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang mondar-mandir di atas Jembatan Tunggulmas,” kata Anang saat dikonfirmasi Memodaily.id, Selasa (6/10/2026).
Merespons laporan itu, anggota Polsek Lowokwaru langsung menuju lokasi. Petugas kemudian mendapati AK berada di atas jembatan sesuai informasi yang diterima sebelumnya.
Petugas selanjutnya melakukan pendekatan dan dialog dengan AK. Setelah situasi dinilai terkendali, yang bersangkutan dibawa ke Mapolsek Lowokwaru untuk dilakukan pendataan dan memastikan kondisinya.
Kondisi tersebut sempat memunculkan dugaan AK hendak melakukan percobaan bunuh diri. Apalagi, keberadaan seseorang di atas jembatan pada tengah malam dengan aktivitas mondar-mandir tentu memicu kekhawatiran masyarakat.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan oleh kepolisian. Anang menyebut belum ada keterangan dari AK mengenai motif atau alasan dirinya berada di lokasi.
“Untuk motifnya belum ada keterangan dari yang bersangkutan,” tegas Anang.
Yang menarik perhatian, sosok yang ditemukan kali ini bukan mahasiswa sebagaimana sejumlah kasus serupa yang kerap terjadi, melainkan seorang dosen. Meski demikian, polisi tetap berhati-hati dan tidak langsung menyimpulkan bahwa AK melakukan percobaan bunuh diri.
Setelah penanganan di Mapolsek Lowokwaru, polisi memilih mengantar AK kembali ke rumah. Petugas juga memastikan yang bersangkutan bertemu dengan keluarganya.
Anang mengatakan kondisi AK saat dipulangkan dalam keadaan sehat.
“Yang bersangkutan kemudian kami antar pulang ke rumah, bertemu dengan keluarga dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai alasan AK berada di atas Jembatan Tunggulmas pada malam tersebut. Polisi juga belum memastikan adanya percobaan bunuh diri karena motif dari yang bersangkutan belum diketahui.
“Yang bersangkutan kemudian kami antar pulang ke rumah, bertemu dengan keluarga dalam keadaan sehat. Untuk motifnya sampai saat ini belum ada keterangan dari yang bersangkutan,” pungkas Anang.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar