Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Siswa SMPN 18 Malang Diduga Dihajar, Oknum Kepsek Kini Berhadapan dengan Polisi

Siswa SMPN 18 Malang Diduga Dihajar, Oknum Kepsek Kini Berhadapan dengan Polisi

  • account_circle ADK
  • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Dugaan kekerasan terhadap seorang siswa SMP Negeri 18 Kota Malang kini bergulir ke ranah hukum. Seorang pelajar berusia 15 tahun dilaporkan menjadi korban dugaan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum kepala sekolah.

Laporan tersebut telah diterima Polresta Malang Kota pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Perkara itu tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/292/IX/2026/SPKT/POLRESTA MALANG KOTA/POLDA JAWA TIMUR.

Pelapor berinisial MR, perempuan, warga Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Sementara korban berinisial RAF, seorang siswa laki-laki berusia 15 tahun.

Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, polisi masih melakukan pendalaman terhadap laporan dugaan kekerasan tersebut.

“Laporan sudah diterima dan saat ini masih didalami penyidik. Kami memastikan proses penanganannya berjalan sesuai ketentuan hukum,” ujar Lukman, Jumat (25/9/2026).

Berdasarkan keterangan awal pelapor, dugaan kekerasan terjadi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, di area pintu gerbang SMPN 18 Kota Malang.

Peristiwa tersebut diketahui orang tua korban setelah mendapatkan rekaman video dari wali murid lainnya. Dalam rekaman yang dilaporkan kepada polisi, korban diduga mendapat empat kali tamparan dan satu kali pukulan menggunakan tangan mengepal.

Dugaan tindakan tersebut disebut berkaitan dengan pakaian lurik yang tidak dikenakan korban pada hari kejadian.

Namun, kepolisian belum menyimpulkan secara final mengenai rangkaian peristiwa maupun pihak yang bertanggung jawab. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan kejadian sebenarnya.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota telah mengambil sejumlah langkah. Salah satunya mengamankan rekaman CCTV yang berada di sekitar pintu gerbang sekolah.

Selain itu, korban juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis atau visum untuk melengkapi proses penyidikan.

“CCTV sudah diamankan dan pemeriksaan terhadap korban serta alat bukti lainnya masih dilakukan untuk memperjelas peristiwa yang dilaporkan,” jelas Lukman.

Polisi juga masih membuka ruang bagi pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut maupun merasa mengalami dugaan kekerasan untuk memberikan informasi atau membuat laporan.

“Saat ini baru satu pelapor. Jika ada pihak lain yang merasa menjadi korban atau mengetahui kejadian terkait, kami tetap membuka ruang untuk laporan dan akan menindaklanjutinya sesuai prosedur,” tegasnya.

Kasus tersebut mendapat perhatian karena menyangkut dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah. Kepolisian menegaskan bahwa setiap laporan terkait anak akan ditangani melalui mekanisme hukum dan pembuktian yang berlaku.

Dalam laporan tersebut, dugaan tindak kekerasan terhadap anak dikaitkan dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Meski demikian, penerapan pasal dan status hukum terhadap pihak yang dilaporkan masih bergantung pada hasil pemeriksaan serta alat bukti yang diperoleh penyidik.

Hingga Jumat (25/9/2026), proses pendalaman masih berlangsung. Polisi mengandalkan keterangan korban, saksi, rekaman CCTV, hasil pemeriksaan medis, serta alat bukti lainnya untuk mengungkap secara terang perkara tersebut.

Di sisi lain, kepolisian tetap menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dilaporkan sampai terdapat hasil proses hukum yang menentukan.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Malang Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal, Sita 1,4 Ton Bahan Baku

    Polresta Malang Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal, Sita 1,4 Ton Bahan Baku

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Satresnarkoba Polresta Malang Kota membongkar praktik produksi dan peredaran kosmetik ilegal tanpa izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam pengungkapan di dua lokasi berbeda, polisi menyita sekitar 1,4 ton bahan baku kosmetik, peralatan produksi, serta menetapkan dua orang sebagai tersangka. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, pengungkapan […]

  • Polemik Bendera Aceh, DPD Minta Pemerintah Segera Tuntaskan

    Polemik Bendera Aceh, DPD Minta Pemerintah Segera Tuntaskan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Polemik bendera Aceh yang telah berlangsung bertahun-tahun kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI Azhari Cage meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh segera menyelesaikan persoalan tersebut melalui dialog dan mekanisme hukum. Azhari menilai ketidakjelasan penyelesaian polemik bendera Aceh berpotensi memicu kembali ketegangan di tengah masyarakat. Karena itu, ia […]

  • Jambore Sukun Digelar, Kwarcab Malang Tekankan Pramuka Tak Boleh Sekadar Seremonial

    Jambore Sukun Digelar, Kwarcab Malang Tekankan Pramuka Tak Boleh Sekadar Seremonial

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Jambore Ranting Sukun ke-7 di Taman Rekreasi Sengkaling, Minggu (27/9/2026), menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk mengasah kemandirian sekaligus memperkuat karakter melalui berbagai aktivitas bersama. Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang. Ka Kwarcab Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST, MT, menilai kegiatan di tingkat ranting memiliki […]

  • Antrean Pertalite Mengular, Polisi Malang Siapkan Tindakan Jika BBM Ditimbun

    Antrean Pertalite Mengular, Polisi Malang Siapkan Tindakan Jika BBM Ditimbun

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Antrean kendaraan di SPBU Jalan Ciliwung, Kota Malang, menjadi perhatian serius Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama jajaran Polresta Malang Kota, Selasa (8/9/2026). Lonjakan permintaan Pertalite terjadi di tengah naiknya harga Pertamax. Meski antrean kendaraan sempat memanjang hingga bahu jalan, kondisi tersebut belum menunjukkan adanya kelangkaan BBM. Pertamina memastikan stok dan distribusi […]

  • Darwati Desak Penguatan Guru Pendamping untuk Pendidikan Inklusif

    Darwati Desak Penguatan Guru Pendamping untuk Pendidikan Inklusif

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    ACEH, Memodaily.id – Anggota DPD RI asal Aceh, Darwati A. Gani, menyoroti masih banyaknya tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia. Keterbatasan guru pendamping khusus, minimnya tenaga terapis, hingga sistem akreditasi yang dinilai belum sepenuhnya mendukung sekolah inklusif menjadi persoalan yang perlu segera ditangani pemerintah. Hal tersebut disampaikan Darwati saat berdialog dengan pengelola sekolah inklusif, […]

  • Selly Adriani: Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Serapan

    Selly Adriani: Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Serapan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Pembahasan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan pagu indikatif tahun 2027 kembali memunculkan sorotan terhadap efektivitas penggunaan anggaran negara. Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Adriani Gantina, mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan tingginya serapan anggaran sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan. Menurut Selly, anggaran negara harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama […]

expand_less