Breaking News
Minggu, 11 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kota Malang Matangkan Persiapan APEKSI 2026, Usung Kisah Ken Arok di Karnaval Budaya Medan

Kota Malang Matangkan Persiapan APEKSI 2026, Usung Kisah Ken Arok di Karnaval Budaya Medan

  • account_circle ADK
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang mematangkan persiapan menjelang Karnaval Budaya Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 melalui gladi bersih yang digelar di halaman Balai Kota Malang, Jumat (26/6). Kontingen Kota Malang akan mengusung kisah Ken Arok sebagai tema utama untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Malangan saat tampil di Kota Medan pada Juli mendatang.

Gladi bersih menjadi tahap akhir untuk menyelaraskan koreografi, alur cerita, musik, kostum, hingga kekompakan seluruh peserta sebelum tampil di ajang nasional tersebut.

Kontingen Kota Malang yang terdiri atas pelaku seni, komunitas budaya, aparatur sipil negara (ASN), kepala perangkat daerah, hingga pejabat struktural mengikuti latihan secara menyeluruh. Seluruh elemen penampilan dievaluasi agar mampu menghadirkan pertunjukan yang menarik sekaligus menyampaikan pesan budaya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan kontingen tahun ini mengangkat kisah Ken Arok sebagai tokoh sejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan lahirnya Kerajaan Singhasari di wilayah Malang Raya.

Menurutnya, tema tersebut dipilih untuk memperkenalkan warisan budaya lokal yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi identitas Kota Malang.

“Konsep yang kami tampilkan mengangkat cerita Ken Arok yang dipadukan dengan berbagai unsur seni tradisional, termasuk pertunjukan bantengan. Melalui cerita itu kami ingin menyampaikan nilai-nilai perjuangan, keberanian, kepemimpinan, dan semangat membangun yang hingga kini masih relevan bagi Kota Malang,” ujar Baihaqi.

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan panitia APEKSI, setiap daerah hanya diperbolehkan mengirimkan maksimal 50 peserta. Formasi Kota Malang terdiri atas pelaku seni, komunitas budaya, perangkat daerah, serta jajaran Pemerintah Kota Malang yang akan berpartisipasi dalam parade budaya.

Selain mengangkat sejarah, penampilan Kota Malang juga akan menampilkan kekayaan seni tradisional serta menggambarkan semangat pembangunan daerah yang dikemas dalam pertunjukan budaya.

Baihaqi menegaskan gladi bersih menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh peserta memahami perannya masing-masing sehingga penampilan di Medan dapat berlangsung maksimal.

“Gladi bersih ini adalah evaluasi terakhir. Kami menyempurnakan formasi, transisi adegan, ekspresi pemain hingga kekompakan barisan. Semua harus berjalan rapi karena setiap detail akan memengaruhi kualitas penampilan,” katanya.

Ia menambahkan, Wali Kota Malang juga memberikan arahan agar seluruh kontingen tampil maksimal dan mempertahankan prestasi yang selama ini diraih Kota Malang dalam ajang APEKSI.

“Pesan Bapak Wali Kota jelas, Kota Malang harus tampil all out. Kita membawa nama daerah, sehingga tidak boleh tampil biasa-biasa saja. Setiap peserta harus menunjukkan semangat, disiplin, dan profesionalisme agar masyarakat Medan dapat melihat kekayaan budaya yang dimiliki Kota Malang,” tegasnya.

Menurut Baihaqi, persaingan pada Karnaval Budaya APEKSI semakin ketat karena setiap kota membawa konsep dan karakter budaya masing-masing. Oleh sebab itu, Kota Malang mengandalkan kekuatan narasi sejarah lokal yang dipadukan dengan kreativitas seni pertunjukan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional.

“Yang dinilai bukan hanya kemeriahan parade, tetapi juga kekuatan narasi, kreativitas, orisinalitas budaya, kekompakan peserta, hingga kemampuan menyampaikan pesan kepada masyarakat. Karena itu seluruh persiapan kami lakukan secara maksimal,” jelasnya.

Pemerintah Kota Malang berharap penampilan pada Karnaval Budaya APEKSI 2026 dapat kembali mengharumkan nama daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Malangan kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nurochman Tegaskan PNS Kota Batu Tak Boleh Terjebak Birokrasi Lamban

    Nurochman Tegaskan PNS Kota Batu Tak Boleh Terjebak Birokrasi Lamban

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Wali Kota Batu Nurochman menegaskan, pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pesan itu disampaikan Nurochman saat Pengambilan Sumpah PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu yang digelar di Amphitheater Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir, Senin (7/9/2026). Sebanyak […]

  • 32 Dapur MBG Kabupaten Malang Disuspensi, DPRD Desak Pengusutan Dugaan Masalah Perizinan

    32 Dapur MBG Kabupaten Malang Disuspensi, DPRD Desak Pengusutan Dugaan Masalah Perizinan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Penghentian sementara operasional 32 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang menuai sorotan DPRD Kabupaten Malang. Dewan menilai kasus tersebut harus diusut secara menyeluruh karena diduga tidak sekadar persoalan administrasi, tetapi juga berkaitan dengan proses perizinan dan pengawasan. Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad […]

  • Gowes M112 Dorong Sport Tourism dan UMKM Kota Malang

    Gowes M112 Dorong Sport Tourism dan UMKM Kota Malang

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Event sepeda lipat Forever Together M112 Ngalam Folding Bike (NFB) di Kota Malang tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mendorong pariwisata dan aktivitas ekonomi lokal. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah berpotensi memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat. Peserta tidak hanya mengikuti kegiatan bersepeda, tetapi […]

  • Taman Merjosari Disorot, DLH Malang Akui 9 Poltam Awasi 90 Taman

    Taman Merjosari Disorot, DLH Malang Akui 9 Poltam Awasi 90 Taman

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Viral video amatir yang memperlihatkan pasangan muda-mudi diduga melakukan tindakan tidak pantas di Taman Merjosari, Kota Malang, menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Persoalannya bukan hanya perilaku pengunjung, tetapi juga lemahnya pengawasan di ruang publik. Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengakui keterbatasan personel menjadi salah satu kendala. Dari sekitar […]

  • Jejak Jepang di Desa Tlekung Masih Bertahan, Goa hingga Cerobong Asap Jadi Saksi Sejarah

    Jejak Jepang di Desa Tlekung Masih Bertahan, Goa hingga Cerobong Asap Jadi Saksi Sejarah

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Di balik pesatnya perkembangan Kota Batu sebagai destinasi wisata, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, masih menyimpan jejak sejarah yang telah bertahan selama puluhan tahun. Peninggalan masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1940 itu hingga kini masih dapat dijumpai dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah di wilayah tersebut. Beberapa peninggalan yang masih bertahan di antaranya […]

  • Wahyu Hidayat Tegaskan Promosi ASN Kota Malang Bebas dari Jual Beli Jabatan

    Wahyu Hidayat Tegaskan Promosi ASN Kota Malang Bebas dari Jual Beli Jabatan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    KOTA MALANG, Memodaily.id – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik jual beli jabatan. Untuk mewujudkannya, Pemerintah Kota Malang kini menerapkan sistem manajemen talenta berbasis nine box yang terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pernyataan tersebut disampaikan Wahyu usai memimpin pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) […]

expand_less