Alim Setiawan Slamet Resmi Jadi Wamentan, Fokus Hilirisasi Pertanian
- account_circle FRD
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Dok. Kementan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) pada Kamis (15/10/2026). Usai dilantik, Alim menyatakan siap membantu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjalankan program strategis nasional, mulai dari menjaga swasembada pangan berkelanjutan hingga mendorong modernisasi dan hilirisasi pertanian.
Alim mengatakan, salah satu fokusnya adalah memperkuat penerapan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan pertanian nasional. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan hasil penelitian dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus menambah nilai ekonomi komoditas pertanian.
“Pertama, saya ingin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tentu saya diharapkan bisa membantu Bapak Menteri Pertanian, Bapak Amran, terutama untuk mewujudkan program strategis nasional terkait dengan swasembada pangan berkelanjutan, modernisasi produk-produk pertanian, dan hilirisasi,” kata Alim usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Alim yang berasal dari lingkungan perguruan tinggi berharap berbagai hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata di sektor pertanian. Ia menilai, perguruan tinggi memiliki beragam inovasi yang berpotensi mendukung peningkatan produksi dan pengembangan produk olahan pertanian.
“Saya berasal dari kalangan perguruan tinggi. Tentu saya punya harapan agar hasil-hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi ini bisa diterapkan, bisa membantu program swasembada pangan dan juga hilirisasi, terutama untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.
Ia menyebut inovasi perguruan tinggi di bidang pertanian mencakup pengembangan varietas unggul dan berbagai teknologi pendukung lainnya. Penerapan inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas, meningkatkan daya saing komoditas, serta membuka peluang pengembangan produk pertanian dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Pelantikan Alim menambah jajaran pimpinan Kementerian Pertanian setelah sebelumnya Presiden Prabowo juga melantik Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Dengan penugasan tersebut, Alim menyatakan kesiapannya berkontribusi dalam pelaksanaan agenda pembangunan pertanian, khususnya melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengembangan teknologi.
Kementerian Pertanian terus mendorong keberlanjutan swasembada pangan, modernisasi sistem produksi, dan pengembangan hilirisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Implementasi program tersebut menjadi salah satu agenda dalam memperkuat daya saing sektor pertanian nasional dan mendukung kesejahteraan petani.
- Penulis: FRD
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar