Warga Lumbang Tewas Tersangkut di Kali Gading, Sempat Keluar Rumah Usai Subuh
- account_circle ADK
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas PMI Kabupaten Malang bersama warga saat mengevakuasi jenazah Hasan yang ditemukan di aliran Kali Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Suasana di kawasan Ringin Gading, Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, mendadak geger, Sabtu (19/9/2026). Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tersangkut di aliran Kali Gading.
Korban diketahui bernama Hasan, warga Desa Lumbang, RT 13, Kecamatan Bululawang. Jenazah ditemukan di aliran sungai yang berada tak jauh dari permukiman warga dan sebuah sekolah madrasah ibtidaiyah (MI).
Penemuan tersebut bermula ketika sejumlah anak-anak MI yang berada di lantai atas bangunan sekolah melihat ke arah aliran sungai. Mereka melihat sosok manusia berada di dalam aliran air dan kemudian memberitahukan hal itu kepada warga.
Kapolsek Bululawang Kompol Mustakim, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut.
“Saat itu anak-anak MI berada di atas, kemudian melihat ke arah aliran sungai. Mereka melihat ada seseorang di aliran sungai dan kemudian memberitahukan kepada warga. Setelah warga mengecek ke lokasi, ternyata ditemukan seorang pria dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Kompol Mustakim.
Warga yang mendatangi lokasi kemudian mendapati tubuh Hasan sudah tidak bernyawa dan tersangkut di antara bebatuan di aliran Kali Gading.
Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Markas PMI Kabupaten Malang. Petugas PMI bersama warga kemudian mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi jenazah.
Dari informasi awal yang dihimpun kepolisian, Hasan diketahui keluar dari rumah setelah Subuh. Saat itu kondisi korban disebut sedang kurang sehat. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban sebelumnya sempat mengeluhkan sakit kepala.
Polisi menduga korban mengalami pusing hingga kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terjatuh ke aliran sungai. Namun, dugaan tersebut masih dalam pendalaman kepolisian.
“Informasi awalnya korban keluar dari rumah setelah Subuh. Kondisinya memang sedang sakit. Kemudian saat berjalan di sekitar aliran sungai, korban diduga mengalami pusing hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terpeleset masuk ke sungai,” jelasnya.
Setelah berhasil dievakuasi dari aliran Kali Gading, jenazah Hasan kemudian dibawa ke RSUD Kepanjen untuk menjalani pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan penganiayaan. Kendati demikian, kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian hingga korban ditemukan meninggal dunia di sungai.
“Untuk dugaan sementara korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Namun, kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian,” tegas Kompol Mustakim.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah Hasan diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah kemudian dibawa untuk dimakamkan di rumah anak korban di wilayah Kromengan, Kabupaten Malang.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar