Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Empat RT Kompak Satukan Anggaran, Warga Puri Cempaka Putih Kini Panen Lele dan Kembangkan UMKM

Empat RT Kompak Satukan Anggaran, Warga Puri Cempaka Putih Kini Panen Lele dan Kembangkan UMKM

  • account_circle ADK
  • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Program RT Berkelas mulai memberikan dampak langsung bagi warga di Perumahan Puri Cempaka Putih, RW 06, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Empat RT di kawasan tersebut memilih menggabungkan kekuatan program dan anggaran untuk membiayai kegiatan yang dinilai menjadi prioritas warga. Hasilnya, bukan hanya kegiatan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berjalan, tetapi juga mulai muncul aktivitas ekonomi produktif seperti UMKM, hidroponik hingga budidaya ikan.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pola kolaborasi antar-RT tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan program RT Berkelas untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak selalu harus diwujudkan melalui pembangunan fisik.
Hal itu disampaikan Wahyu saat mengecek langsung pelaksanaan program RT Berkelas di kawasan tersebut, Kamis (8/10/2026).

“Karena fasilitas umum dan fasilitas sosial di perumahan ini belum diserahkan dan masih dalam proses, warga akhirnya memanfaatkan program RT Berkelas untuk kegiatan-kegiatan nonfisik,” ujar Wahyu.

Menurutnya, salah satu fokus kegiatan adalah peningkatan SDM yang diharapkan dapat berujung pada peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

Di Puri Cempaka Putih, Ketua RW berperan mengoordinasikan empat RT untuk menyatukan program sehingga anggaran dapat diarahkan pada kebutuhan yang dianggap paling prioritas.

“Pak RW memiliki peran penting untuk mengoordinasikan program RT Berkelas ini agar disepakati oleh RT-RT yang lain, sehingga anggarannya bisa dijadikan satu untuk mewujudkan prioritas warga,” jelasnya.

Wahyu menyebut kolaborasi tersebut membuat program yang sebelumnya diperkirakan baru bisa terealisasi beberapa tahun mendatang dapat dipercepat.

Sejumlah hasil pun mulai terlihat. Warga telah menjalankan produksi UMKM setelah mendapatkan pembinaan dan bantuan peralatan. Produk yang dihasilkan bahkan mulai dipasarkan ke sejumlah sekolah
.
Tak hanya UMKM, warga juga mengembangkan hidroponik dengan komoditas pakcoy dan selada keriting. Tanaman tersebut dapat dipanen sekitar 28 hari dan hasilnya mulai masuk pesanan.

Sementara di sektor perikanan, warga membuat kolam terpal untuk budidaya lele dan nila dengan memanfaatkan aliran air irigasi yang tersedia di kawasan tersebut.

Wahyu menilai program RT Berkelas memberi ruang bagi warga untuk mempercepat kebutuhan yang selama ini berpotensi terkendala keterbatasan anggaran.

“Pengusulan melalui Musrenbang atau Pokir kadang kala memakan waktu bertahun-tahun untuk terealisasi. Namun dengan program RT Berkelas dan kolaborasi antar-RT, kebutuhan prioritas warga tingkat RT dapat segera diwujudkan,” ungkapnya.

Meski demikian, Wahyu mengakui program tersebut masih berada pada tahap awal. Sejumlah penyesuaian masih dilakukan karena program baru memasuki tahun pertama pelaksanaan.

Saat dikonfirmasi Memodaily.id, Kamis (8/10/2026), Wahyu menyebut progres pelaksanaan program saat ini sekitar 70 persen.

“Karena memang ini masih di bulan Oktober, nanti akan diselesaikan sampai dengan bulan Desember. Ada penyesuaian-penyesuaian yang akhirnya kita ajukan di APB Perubahan. Ada juga yang masuk ke APB Perubahan,” katanya.

Wahyu berharap berbagai evaluasi dan penyesuaian tersebut dapat membuat program RT Berkelas berjalan lebih baik pada tahun berikutnya.

“Insyaallah pada tahun 2027 bisa berjalan dengan wajar,” pungkas Wahyu.

Sementara itu, Ketua RW 06 Perumahan Puri Cempaka Putih, Agung, mengatakan budidaya ikan menjadi salah satu program yang dipilih karena sebelumnya hanya menjadi keinginan warga.

Menurut Agung, keberadaan program RT Berkelas membuat rencana tersebut bisa segera diwujudkan sekaligus menjadi sarana meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Program RT Berkelas berhasil mewujudkan cita-cita warga yang sebelumnya hanya menjadi angan-angan untuk memiliki budidaya ikan,” ujar Agung.

Saat ini, kelompok tani gabungan empat RT tersebut telah memiliki tiga kolam beserta bibit ikan. Warga juga mendapatkan pembinaan dan pelatihan budidaya ikan.

Dari 1.000 bibit lele yang diperoleh melalui bantuan pelatihan, warga berhasil melakukan panen sekitar 50 kilogram.

“Adanya program ini mempercepat harapan kelompok tani untuk bisa memanfaatkan air irigasi,” jelasnya.

Agung mengatakan pemanfaatan air irigasi menjadi salah satu keuntungan karena biaya operasionalnya dinilai lebih ringan dibandingkan jika warga menggunakan air PDAM.

Hasil panen kemudian dijual kepada warga sekitar. Apabila produksi berlebih, ikan akan dipasarkan ke luar lingkungan, termasuk pedagang sayur keliling.

“Rata-rata hasil panen selalu habis dibeli oleh warga setempat,” katanya.

Harga ikan lele hasil panen tersebut dipatok sekitar Rp26 ribu per kilogram. Keuntungan penjualan tidak langsung dibagikan kepada anggota kelompok, melainkan diputar kembali untuk membeli bibit.

“Keuntungan digunakan kembali sebagai modal untuk membeli bibit ikan. Sisa penghasilan dimasukkan untuk pemanfaatan kas kelompok tani,” terang Agung.

Setelah panen lele, kelompok tani tersebut kini mulai menyiapkan budidaya ikan nila. Harapannya, kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu kali panen, tetapi berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi warga.

“Terutama untuk pengembangan SDM warga setempat dan peningkatan ekonomi agar warga bisa mandiri,” pungkas Agung.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cindy Monica Soroti Kuota Pekerja Disabilitas: Jangan Jadi Angka

    Cindy Monica Soroti Kuota Pekerja Disabilitas: Jangan Jadi Angka

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Ketentuan kuota pekerja penyandang disabilitas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi sorotan dalam pembahasan Panitia Kerja (Panja) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Anggota Baleg DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan menilai kewajiban kuota harus disertai pengawasan dan evaluasi agar tidak berhenti sebagai norma dalam regulasi. “RUU ini memuat landasan hukum […]

  • Novita Hardini Minta Mahasiswa Kawal Kebijakan Menuju Indonesia Emas 2045

    Novita Hardini Minta Mahasiswa Kawal Kebijakan Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    PONOROGO, Memodaily.id – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, mendorong mahasiswa berani mengambil peran dalam mengawal kebijakan publik yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Novita saat menjadi narasumber kuliah tamu di Universitas Merdeka (UNMER) Malang Kampus PDKU Ponorogo, Sabtu (15/8/2026). Kuliah tamu itu mengangkat tema “Transformasi Kebijakan Publik, Kepastian […]

  • 9 Kiai Terpilih Jadi AHWA Muktamar NU, Segera Pilih Rais Aam

    9 Kiai Terpilih Jadi AHWA Muktamar NU, Segera Pilih Rais Aam

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menetapkan sembilan ulama sepuh sebagai anggota Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA). Penetapan tersebut berdasarkan Rekapitulasi Nasional Hasil Tabulasi Suara yang ditandatangani pada 30 Agustus 2026. Kesembilan ulama dengan perolehan suara terbanyak itu selanjutnya bertugas memilih Rais ‘Aam PBNU melalui musyawarah […]

  • 1.800 Pramuka Garuda Kota Malang Resmi Dikukuhkan

    1.800 Pramuka Garuda Kota Malang Resmi Dikukuhkan

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Sebanyak sekitar 1.800 anggota Pramuka Garuda Kota Malang dikukuhkan dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu (12/9/2026). Pengukuhan tersebut digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang bersama Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kota Malang. Kegiatan dipimpin Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Selain pengukuhan Pramuka Garuda, kegiatan tersebut […]

  • Dinsos Malang Bongkar Data Perlinsos: Baru 15,4 Persen, 50 Ribu KK Dikejar

    Dinsos Malang Bongkar Data Perlinsos: Baru 15,4 Persen, 50 Ribu KK Dikejar

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id — Pendataan perlindungan sosial (perlinsos) di Kota Malang masih dikebut. Hingga Senin (31/8), capaian baru mencapai 15,4 persen, sementara Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang menargetkan angka tersebut naik menjadi 17 persen. Target 17 persen itu diperkirakan setara dengan 45 ribu hingga 50 ribu […]

  • Mentan Amran Dorong Lulusan Polbangtan Jadi Pengusaha, 1.532 SDM Pertanian Diwisuda

    Mentan Amran Dorong Lulusan Polbangtan Jadi Pengusaha, 1.532 SDM Pertanian Diwisuda

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong lulusan pendidikan vokasi pertanian berani menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026). Amran menekankan, keberhasilan membangun usaha membutuhkan keberanian, kerja keras, dan […]

expand_less