Ribuan Warga Malang Dukung MBG, Minta Pengawasan Diperkuat dan Program Tetap Berjalan
- account_circle ADK
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat mengikuti aksi damai mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang, Sabtu (20/6). (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi damai di Kota Malang, Sabtu (20/6), untuk menyatakan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa meminta program strategis nasional tersebut tetap dilanjutkan dengan penguatan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan, bukan dihentikan.
Pantauan di lokasi, peserta aksi yang didominasi mengenakan pakaian putih memadati area kegiatan sambil membawa poster dan spanduk berisi dukungan terhadap keberlanjutan MBG. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai petani, peternak, pelaku UMKM, pedagang, relawan, hingga tokoh masyarakat.
Ketua Gapembi Malang, H. Joni, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan Program Makan Bergizi Gratis terus berjalan di tengah berbagai dinamika pelaksanaannya.
Menurutnya, MBG tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor pertanian, peternakan, dan usaha mikro di daerah.
“Gerakan ini berawal dari keresahan para pelaku UMKM, petani, peternak, dan pedagang. Mereka merasakan adanya peningkatan permintaan dan perputaran ekonomi sejak program ini berjalan. Karena itu, kami mengajak masyarakat memberikan dukungan positif agar target penerima manfaat yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai,” ujar H. Joni.
Ia menegaskan, apabila ditemukan kendala dalam pelaksanaan program, langkah yang perlu dilakukan adalah evaluasi dan perbaikan tata kelola. Menurutnya, penguatan sistem pengawasan menjadi kunci agar manfaat program dapat terus dirasakan masyarakat.
“Yang perlu diperkuat adalah pengawasannya. Kalau ada kekurangan, benahi sistemnya. Jangan sampai program yang sudah berjalan dan memberikan manfaat luas justru dihentikan,” katanya.
H. Joni menilai MBG memiliki peran penting dalam memperluas akses pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia. Selain itu, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga dinilai membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal melalui kebutuhan pasokan bahan pangan.
Ia menyebut permintaan telur, sayuran, beras, dan berbagai komoditas pangan lainnya yang dibutuhkan SPPG mampu menciptakan pasar yang lebih stabil bagi petani dan peternak.
“Ketika permintaan berjalan secara konsisten, pelaku usaha di bawah ikut bergerak. Ini menjadi salah satu nilai tambah dari program MBG karena manfaatnya tidak hanya dirasakan penerima makanan, tetapi juga masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Joni juga mendorong evaluasi terhadap mekanisme insentif dan kapasitas pelayanan SPPG agar disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing daerah. Langkah itu dinilai dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan program tanpa mengurangi tujuan utamanya dalam pemenuhan gizi masyarakat.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar