Kota Malang Masuk 6 Besar PPA Award Jatim 2026, Wahyu Hidayat Perkuat Gerakan Cegah Perkawinan Anak
- account_circle ADK
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memaparkan berbagai program dan inovasi pencegahan perkawinan anak saat menerima kunjungan verifikasi lapangan Tim Penilai PPA Award Jawa Timur 2026 di Balai Kota Malang, Sabtu (20/6). (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang kembali menorehkan prestasi di bidang perlindungan anak dengan berhasil masuk enam besar nominasi Pencegahan Perkawinan Anak (PPA) Award Provinsi Jawa Timur 2026. Capaian tersebut diperkuat melalui kunjungan verifikasi lapangan Tim Penilai PPA Award Jawa Timur di Mini Block Office Balai Kota Malang, Sabtu (20/6).
Tim verifikasi diterima langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Sekretaris Daerah Kota Malang, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, Forum Anak, akademisi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya perlindungan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah daerah.
“Pencegahan perkawinan anak harus menjadi gerakan bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan RT/RW, sekolah, komunitas, hingga dunia usaha untuk terus memperkuat kolaborasi,” ujar Wahyu.
Menurutnya, proses verifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh data, program, dan inovasi yang telah dipaparkan benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Wahyu menyebutkan, setelah meraih hasil baik pada penilaian sebelumnya, Kota Malang kini berhasil melangkah lebih jauh dengan masuk dalam enam besar tingkat provinsi.
“Tim juri ingin memastikan bahwa seluruh data dan paparan yang kami sampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan, termasuk perkembangan program dan upaya pencegahan perkawinan anak yang telah dilakukan,” katanya.
Dalam proses penilaian, tim verifikator juga melakukan dialog dengan berbagai komunitas dan pemangku kepentingan guna memperoleh gambaran objektif mengenai implementasi program perlindungan anak di Kota Malang.
Sejumlah inovasi yang menjadi unggulan Pemkot Malang turut dipaparkan, di antaranya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Anak, program RT Berkelas, penguatan Forum Anak, edukasi kesehatan reproduksi remaja, serta pendampingan keluarga berbasis masyarakat.
Melalui Musrenbang Tematik Anak, anak-anak diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dalam proses pembangunan daerah. Sementara itu, program RT Berkelas dioptimalkan sebagai sarana edukasi dan penguatan ketahanan keluarga di lingkungan masyarakat.
Selain mengembangkan berbagai program inovatif, Pemkot Malang juga memperkuat sinergi lintas sektor dengan melibatkan DP3AP2KB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, aparat kewilayahan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas peduli anak.
Pemkot Malang menilai pencegahan perkawinan anak menjadi langkah strategis karena berkaitan erat dengan upaya menekan angka putus sekolah, stunting, kemiskinan, serta potensi kekerasan dalam rumah tangga.
Masuknya Kota Malang dalam enam besar PPA Award Jawa Timur 2026 menjadi indikator bahwa kolaborasi yang dibangun selama ini berjalan efektif. Melalui tahapan verifikasi lapangan tersebut, Pemkot Malang berharap kualitas perlindungan anak terus meningkat dan mampu melahirkan generasi yang sehat, berdaya, serta berdaya saing.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar