DPR Minta Renovasi Stasiun Gambir Dikaji, Anggaran Diminta Prioritaskan Stasiun di Daerah
- account_circle RFR
- calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi VI DPR RI Nurwayah menyampaikan pandangan terkait rencana renovasi total Stasiun Gambir dalam RDP bersama PT KAI di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Foto: Staff)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan renovasi total Stasiun Gambir mendapat sorotan dari Komisi VI DPR RI. Legislator menilai anggaran proyek tersebut sebaiknya diprioritaskan untuk meningkatkan fasilitas stasiun di berbagai daerah yang dinilai masih membutuhkan perhatian.
Anggota Komisi VI DPR RI, Nurwayah, mempertanyakan urgensi pembangunan ulang Stasiun Gambir yang menurutnya masih memiliki kondisi jauh lebih baik dibandingkan banyak stasiun lain di Indonesia.
“Stasiun Gambir akan dibangun total ya, karena katanya sudah lama. Kalau menurut saya Pak, sayang sekali anggaran ini jika difokuskan untuk membangun ulang yang ada di Stasiun Gambir,” kata Nurwayah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT KAI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, dana investasi akan memberikan manfaat yang lebih luas apabila dialihkan untuk memperbaiki infrastruktur dan pelayanan perkeretaapian di daerah.
“Karena di antara semua stasiun yang ada di Indonesia, menurut pandangan saya Gambir adalah yang terbagus. Jadi lebih baik anggaran Gambir dialokasikan ke wilayah-wilayah lain, sehingga lebih maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap pengembangan Stasiun Gambir. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar stasiun tersebut direnovasi menjadi lebih modern, nyaman, dan mencerminkan wajah transportasi publik di ibu kota.
“Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy.
Menurutnya, pembaruan Stasiun Gambir tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan penumpang, tetapi juga menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang publik yang representatif dan terintegrasi dengan pusat aktivitas di kawasan Medan Merdeka.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan pengembangan Stasiun Gambir akan dilakukan secara bertahap dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Kawasan stasiun akan dikembangkan sebagai simpul transportasi terpadu yang menghubungkan layanan kereta api jarak jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, hingga angkutan bus.
Selain memperluas fungsi komersial dan ruang publik, PT KAI juga merencanakan penambahan ruang terbuka hijau, termasuk vegetasi di area antarbangunan dan taman di atap bangunan (rooftop), guna menciptakan kawasan yang lebih teduh dan nyaman bagi pengguna transportasi publik.
Perbedaan pandangan antara DPR dan pemerintah menunjukkan masih adanya pembahasan mengenai prioritas investasi infrastruktur perkeretaapian nasional, antara modernisasi stasiun utama di ibu kota dan pemerataan pembangunan fasilitas transportasi di berbagai daerah.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar