DLH Kota Malang Gandeng Pertamina, Bank Sampah Diperkuat dengan Bantuan Rp100 Juta
- account_circle ADK
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Perwakilan Pemerintah Kota Malang dan PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan nota kesepakatan kerja sama penguatan bank sampah di Mini Block Office Malang, Rabu (17/6/2026). (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menerima bantuan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) senilai Rp100 juta dari PT Pertamina Patra Niaga untuk mendukung pengembangan dan revitalisasi bank sampah.
Bantuan tersebut akan difokuskan pada pengadaan mesin pencacah plastik yang dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi sampah daur ulang sekaligus memperkuat operasional bank sampah di berbagai wilayah Kota Malang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengatakan dukungan Pertamina menjadi bagian penting dalam upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Dulu istilahnya CSR, sekarang menjadi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau TSP. Kami berterima kasih kepada Pertamina yang terus memberikan perhatian terhadap upaya pelestarian lingkungan di Kota Malang,” ujarnya.
Menurut Gamaliel, hasil evaluasi menunjukkan kebutuhan paling mendesak saat ini bukan lagi dukungan operasional, melainkan sarana pengolahan sampah yang mampu meningkatkan nilai jual hasil daur ulang.
Mesin pencacah plastik yang akan dibeli melalui bantuan tersebut nantinya ditempatkan di Bank Sampah Induk Kota Malang. Seluruh bank sampah di tingkat kelurahan dapat menyetorkan limbah plastik untuk diolah menjadi bahan baku daur ulang yang memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan sampah plastik mentah.
DLH mencatat Kota Malang memiliki sekitar 523 bank sampah. Namun, berdasarkan verifikasi lapangan, hanya sekitar 230 unit yang aktif beroperasi. Melalui program pembinaan dan pendampingan, jumlah bank sampah aktif kini meningkat menjadi sekitar 400 unit.
“Atas dasar itu kami melakukan upaya pembangkitan kembali. Saat ini jumlah bank sampah yang sudah aktif meningkat menjadi sekitar 400 unit. Ini menunjukkan adanya kemajuan, meski masih perlu terus diperkuat agar seluruhnya dapat berfungsi optimal,” jelasnya.
Selain meningkatkan pendapatan pengelola bank sampah, pengadaan mesin pencacah plastik juga diharapkan mendorong masyarakat lebih aktif memilah sampah dari sumbernya. Langkah tersebut sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.
DLH juga menilai kolaborasi dengan Pertamina selama ini tidak hanya terbatas pada bantuan pendanaan. Berbagai program pelestarian lingkungan telah dijalankan bersama di tingkat sekolah, kelurahan, hingga komunitas masyarakat.
Sementara itu, Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Malang, Doly Pratama Yudha, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami dari Pertamina mendukung Kota Malang karena memang berada di wilayah operasional kami. Bersama Dinas Lingkungan Hidup, kami ingin bersinergi menjaga lingkungan agar menjadi lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, perhatian perusahaan tahun ini juga diarahkan pada upaya menjaga iklim dan kelestarian ekosistem melalui berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat.
Kerja sama antara DLH Kota Malang dan PT Pertamina Patra Niaga diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi. Pemerintah Kota Malang optimistis pengelolaan sampah tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi sirkular bagi masyarakat melalui kegiatan daur ulang.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar