Muharram Semambung Meriah, Gunungan Jadi Magnet Warga
- account_circle AFR
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Masyarakat memadati Masjid Baitul Muttaqin saat Pengajian Akbar puncak peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Memodaily.id/AFR)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDOARJO, Memodaily.id – Ratusan warga memadati kawasan Masjid Baitul Muttaqin, Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar selama dua hari, 10–11 Juli 2026. Kegiatan diawali arak-arakan gunungan dan ditutup dengan Pengajian Akbar yang berlangsung khidmat.
Pada malam pertama, Jumat (10/7), panitia mengarak gunungan utama setinggi sekitar 1,5 meter dengan lebar 1 meter mengelilingi desa. Arak-arakan itu diikuti puluhan gunungan hasil kreasi masing-masing RT yang dihiasi aneka makanan ringan.
Keikutsertaan seluruh RT dalam membuat gunungan menambah semarak perayaan sekaligus menarik antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan. Tradisi tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan budaya yang telah berlangsung turun-temurun.
Kepala Desa Semambung, Naning Andiar, mengatakan peringatan 1 Muharram bukan sekadar menyambut tahun baru dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat.
“Melalui kegiatan arak-arakan gunungan, kami ingin melestarikan tradisi sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Setiap RT ikut berpartisipasi membuat gunungan sehingga seluruh masyarakat dapat terlibat dan merasakan kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Islam,” ujar Naning saat ditemui, Senin (13/7/2026).
Ia berharap kegiatan tersebut terus menjadi agenda tahunan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sehingga tradisi yang telah diwariskan tetap terjaga.
Rangkaian peringatan dilanjutkan pada Sabtu (11/7) malam dengan Pengajian Akbar menghadirkan KH Suntoro Kudlori dari Surabaya, Jawa Timur. Pengajian diikuti ratusan jamaah yang memenuhi area masjid.
Salah seorang warga, Arum, mengaku senang dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, arak-arakan gunungan dan pengajian menjadi hiburan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
“Acara seperti ini sangat meriah dan membuat warga semakin kompak. Anak-anak juga senang melihat gunungan yang dihias menarik dan berisi banyak snack. Semoga tradisi ini terus dilestarikan setiap tahun,” katanya.
Perpaduan tradisi budaya dan kegiatan keagamaan menjadikan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Semambung berlangsung meriah sekaligus khidmat, dengan semangat kebersamaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
- Penulis: AFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar