Menkeu Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Berlanjut
- account_circle RFR
- calendar_month Rabu, 5 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan komitmen pemerintah melanjutkan insentif kendaraan listrik dalam GAIKINDO International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang. (Foto: Dok. Kemenkeu)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANGERANG, Memodaily.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan melanjutkan kebijakan insentif kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi memperkuat industri otomotif nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menjadi pembicara dalam GAIKINDO International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus baru yang akan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Paket tersebut mencakup dukungan bagi sekitar 500 ribu sepeda motor listrik serta pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik.
“Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak secara signifikan. Karena itu, pengembangan kendaraan listrik akan terus didorong. Kebijakan ini tidak akan dihentikan, justru akan terus dilanjutkan,” ujar Purbaya.
Ia mengungkapkan, perkembangan kendaraan rendah emisi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Dalam empat tahun terakhir, pangsa pasar kendaraan listrik meningkat hampir 15 kali lipat.
Menurut Purbaya, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memastikan transisi tersebut mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, dan memperkuat daya saing industri nasional.
Selain insentif fiskal, pemerintah juga berkomitmen mempercepat proses investasi melalui penyederhanaan birokrasi. Purbaya mencontohkan investasi Hyundai yang dapat diproses mulai dari penyampaian komitmen hingga peletakan batu pertama pabrik hanya dalam waktu sekitar empat bulan berkat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Pemerintah juga mengajak produsen otomotif global memperbesar investasinya di Indonesia, termasuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan untuk kawasan maupun pasar dunia.
Industri otomotif dinilai memiliki peran strategis karena menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja dengan kapasitas produksi terpasang mencapai sekitar 2,6 juta kendaraan per tahun. Sektor ini juga memiliki keterkaitan erat dengan industri baja, elektronik, kimia, logistik, hingga sektor keuangan.
Purbaya menambahkan, peningkatan permintaan kendaraan akan semakin kuat apabila pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat meningkat.
“Saya akan memperbaiki iklim investasi agar pelaku usaha dapat berbisnis dengan baik. Saya ingin Indonesia menjadi basis produksi kendaraan di kawasan yang mampu mengekspor ke pasar global,” tegasnya.
Menutup paparannya, Purbaya menekankan pentingnya inovasi agar industri otomotif Indonesia semakin bersih, cerdas, efisien, dan memiliki daya saing di tingkat global.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar