Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Desil Bansos Tak Akurat, DPR Minta Warga Bisa Sanggah Cepat

Desil Bansos Tak Akurat, DPR Minta Warga Bisa Sanggah Cepat

  • account_circle RFR
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah mempercepat mekanisme koreksi data penerima bantuan sosial (bansos). Hal ini dinilai penting agar warga yang mengalami perubahan kondisi ekonomi tidak kehilangan hak atas bantuan.

Hetifah mengatakan penggunaan sistem desil diperlukan untuk memastikan bansos lebih tepat sasaran. Namun, klasifikasi tersebut harus mampu mengikuti perubahan kondisi masyarakat yang berlangsung cepat.

“Tentu saja kami rasa bahwa memang sistem desil itu tujuannya baik, untuk memastikan agar bantuan-bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat itu tepat sasaran,” ujar Hetifah saat ditemui di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang merasa klasifikasi desil tidak mencerminkan kondisi ekonomi mereka. Karena itu, pemerintah perlu menyediakan mekanisme sanggah yang mudah dan cepat.

“Tentu saja harus ada satu sistem atau mekanisme sanggah yang bisa membuat mereka memastikan ada perbaikan ataupun revisi pembaruan data yang dilakukan secara periodik maupun juga pada saat-saat tertentu,” katanya.

Hetifah mencontohkan perubahan kondisi ekonomi dapat terjadi secara tiba-tiba. Warga yang sebelumnya memiliki penghasilan stabil bisa kehilangan pekerjaan, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), atau mengalami kebangkrutan usaha.

Kondisi serupa dapat dialami masyarakat yang terdampak bencana sehingga kemampuan ekonominya turun secara drastis. Jika perubahan tersebut tidak segera tercatat, data penerima bansos berisiko tidak sesuai dengan kondisi faktual.

“Banyak orang yang mungkin tadinya mapan, misalnya dia wirausaha kemudian bangkrut, atau dia tadinya bekerja kemudian di-PHK, berarti perubahan-perubahan ini seharusnya bisa segera diakomodir,” ujar Hetifah.

Ia menambahkan, persoalan klasifikasi desil tidak hanya berkaitan dengan bantuan untuk kebutuhan dasar. Ketidakakuratan data juga dapat berdampak pada akses masyarakat terhadap program pemerintah lainnya, termasuk bantuan pendidikan.

Menurut Hetifah, kelompok rentan juga perlu diperhatikan dalam kebijakan anggaran sosial. Ia menilai dukungan pemerintah harus mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang belum masuk kelompok paling miskin tetapi berada dalam kondisi rentan.

“Beasiswa itu kan dibutuhkan bukan hanya oleh masyarakat yang paling miskin, tapi juga oleh masyarakat yang rentan. Oleh sebab itu anggaran-anggaran sosial dan dukungan-dukungan pemerintah harusnya diprioritaskan dan diperbesar,” katanya.

Untuk mendalami persoalan tersebut, Komisi VIII DPR RI akan meminta penjelasan dari kementerian dan lembaga terkait mengenai sistem pendataan sosial ekonomi yang digunakan.

Kementerian Sosial menjadi salah satu pihak yang akan dimintai keterangan. Selain itu, DPR juga akan melihat peran Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk metodologi yang digunakan dalam penyediaan data sosial ekonomi.

Hetifah mengatakan penjelasan metodologi diperlukan agar DPR dapat menilai sejauh mana sistem pendataan mampu menggambarkan kondisi masyarakat secara faktual.

“Badan Pusat Statistik mungkin juga perlu untuk kami ajak bicara dan mempresentasikan metodologi yang digunakan,” pungkasnya.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati Jatim Tetapkan SH Tersangka Baru Kasus KUR BNI Jember

    Kejati Jatim Tetapkan SH Tersangka Baru Kasus KUR BNI Jember

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle AMZ
    • 0Komentar

    SURABAYA, Memodaily.id – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan SH, Collection Agent (CA) PT Ternak Maharani dan PT Berlian, sebagai tersangka baru dalam perkara dugaan penyimpangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada BNI Cabang Jember periode 2021–2023. Penetapan SH tertuang dalam Surat Nomor KEP-1270/M.5/Fd.2/09/2026 tertanggal 17 September 2026. Aspidsus Kejati Jatim […]

  • Agus Cahyono Dukung ASN Bekerja Dekat Domisili, Ini Alasannya

    Agus Cahyono Dukung ASN Bekerja Dekat Domisili, Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle WNZ
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Agus Cahyono, mendukung kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menguji coba penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan domisili atau kedekatan dengan keluarga. Menurut Agus, kebijakan tersebut menjadi langkah positif dalam membangun birokrasi yang lebih humanis tanpa mengurangi profesionalisme maupun produktivitas aparatur. “Saya sangat mendukung. Saat […]

  • Bos Vendor Motor Listrik MBG Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Mark Up dan Manipulasi Pengadaan

    Bos Vendor Motor Listrik MBG Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Mark Up dan Manipulasi Pengadaan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Kejaksaan Agung menetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun Anggaran 2025–2026. Penetapan tersangka dilakukan oleh Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) setelah menemukan sedikitnya dua […]

  • Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Buka Karya Bakti TNI di Madura, Bangun 33 Jembatan dan 400 RTLH

    Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Buka Karya Bakti TNI di Madura, Bangun 33 Jembatan dan 400 RTLH

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle WNZ
    • 0Komentar

    BANGKALAN, Memodaily.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin resmi membuka Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat di Wilayah Madura Tahun 2026. Program kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura. Pembukaan ditandai dengan upacara Bakti TNI Angkatan Darat […]

  • 25.472 KK Malang Belum Terverifikasi, DPRD Soroti Ketepatan Data Kesejahteraan

    25.472 KK Malang Belum Terverifikasi, DPRD Soroti Ketepatan Data Kesejahteraan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Persoalan akurasi data kesejahteraan masyarakat di Kota Malang kembali menjadi sorotan. Sekitar 25.472 kepala keluarga (KK) disebut masih belum terverifikasi dalam pemetaan desil berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) V3 2026. Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST, MT, meminta kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang. […]

  • 25 Sekolah Negeri Jombang Direhab, Rampung Agustus 2026

    25 Sekolah Negeri Jombang Direhab, Rampung Agustus 2026

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang mempercepat rehabilitasi 25 sekolah negeri pada 2026 dengan total anggaran sekitar Rp2,92 miliar. Seluruh proyek ditargetkan rampung paling lambat Agustus 2026 agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru. Program tersebut mencakup enam sekolah menengah pertama negeri (SMPN) dan 19 sekolah dasar negeri […]

expand_less