Pencarian Santriwati Kediri Hilang Terseret Ombak di Pantai Pangi Masuki Hari Keempat, Area Penyisiran Diperluas
- account_circle ADK
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim SAR gabungan memperluas area pencarian santriwati asal Kediri yang hilang terseret ombak di Pantai Pangi hingga tiga kilometer dari lokasi kejadian. (Foto: Dok. BPBD Kabupaten Blitar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BLITAR, Memodaily.id – Operasi pencarian terhadap M (9), santriwati asal Kabupaten Kediri yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, memasuki hari keempat, Minggu (14/6/2026). Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Perluasan pencarian dilakukan karena hingga hari keempat korban belum ditemukan. Tim SAR menyisir wilayah pesisir ke arah barat hingga Pantai Umbul Waru dan ke arah timur sampai Pantai Tambakrejo dengan mempertimbangkan pergerakan arus laut yang berpotensi membawa korban menjauh dari lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan pencarian dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan laut dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan.
“Untuk pencarian hari keempat, petugas menggunakan Search and Rescue Unit (SRU) darat dan air. Area pencarian juga diperluas untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke lokasi yang lebih jauh,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, tim darat menyisir sepanjang garis pantai, area karang, hingga titik-titik yang sulit dijangkau. Sementara tim laut melakukan pencarian menggunakan perahu karet dan perahu nelayan di perairan sekitar Pantai Pangi hingga wilayah yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan arus.
Wahyudi mengungkapkan kondisi alam menjadi tantangan utama selama proses pencarian. Ombak tinggi dan arus laut yang kuat di pesisir selatan Blitar mengharuskan seluruh personel bekerja dengan kewaspadaan tinggi.
“Kami terus berupaya maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat. Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil, namun operasi tetap dilanjutkan dan dievaluasi setiap hari,” katanya.
Korban diketahui merupakan santriwati Pondok Pesantren Muhammadiyah Markaz Quran, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Ia hilang pada Kamis (11/6/2026) saat mengikuti kegiatan outing class bersama rombongan pondok pesantren di kawasan Pantai Pangi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan tiba di lokasi wisata sekitar pukul 10.30 WIB. Sejumlah santri bersama pendamping kemudian menuju area karang di sisi timur pantai.
Sekitar pukul 11.00 WIB, gelombang besar disertai angin kencang tiba-tiba menghantam kawasan tersebut dan menyeret tiga anak yang berada di dekat bibir pantai.
Dua korban berhasil diselamatkan. Satu anak dievakuasi oleh teman-temannya, sementara satu korban lainnya berhasil ditolong nelayan menggunakan perahu sebelum mendapatkan penanganan medis. Namun M terseret arus dan hingga kini belum ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, BPBD Kabupaten Blitar, TNI, Polri, relawan kebencanaan, nelayan, serta warga sekitar. Selain penyisiran langsung, tim juga terus memantau kondisi arus laut guna menentukan titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
Hingga hari keempat pencarian, harapan keluarga dan tim penyelamat masih tertuju pada upaya SAR yang akan terus dilanjutkan sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan. Pencarian dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin (15/6/2026) pagi dengan kemungkinan perluasan area apabila kondisi lapangan mengharuskan.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar