Breaking News
Minggu, 11 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » DPRD Kota Malang Genjot Pemenuhan RTH, Susun Target Menuju Kota Hijau hingga 2045

DPRD Kota Malang Genjot Pemenuhan RTH, Susun Target Menuju Kota Hijau hingga 2045

  • account_circle ADK
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Memodaily.id– DPRD Kota Malang terus mendorong langkah konkret untuk mengatasi minimnya ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) diberkelanjutan.

Melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RTH, legislatif berupaya menghadirkan regulasi yang mampu menjadi peta jalan dalam memenuhi kebutuhan ruang hijau secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Saat ini, capaian RTH publik di Kota Malang masih berada di angka 3,44 persen, jauh di bawah ketentuan yang mengamanatkan ketersediaan RTH publik sebesar 20 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius DPRD Kota Malang agar target ruang hijau dapat dikejar dalam jangka panjang.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Ranperda RTH DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, menegaskan bahwa target pemenuhan RTH bukan sekadar wacana, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan yang memiliki indikator capaian yang jelas setiap tahunnya.

“Kami ingin Ranperda ini tidak hanya menjadi aturan di atas kertas. Harus ada target yang terukur, ada penambahan luasan RTH setiap tahun, sehingga progresnya bisa dievaluasi dan dipastikan terus bergerak menuju target yang ditetapkan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurut Dito, DPRD Kota Malang optimistis target pemenuhan RTH dapat dicapai meski titik awal yang dimiliki saat ini masih relatif rendah. Ia menilai keberhasilan sejumlah daerah lain dalam memperluas kawasan hijau menjadi bukti bahwa target tersebut realistis apabila didukung komitmen pemerintah daerah dan konsistensi kebijakan.

Selain mendorong penambahan ruang hijau baru, DPRD juga menekankan pentingnya menjaga kawasan RTH yang telah ada agar tidak beralih fungsi. Kawasan hijau yang saat ini masih tersisa dinilai sebagai aset penting yang harus dilindungi demi menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan.

Dalam upaya mempercepat pemenuhan RTH, DPRD Kota Malang mendorong pemerintah memanfaatkan berbagai skema, mulai dari penganggaran melalui APBD hingga optimalisasi kontribusi pengembang perumahan melalui mekanisme Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU).

Tak hanya itu, DPRD juga mengusulkan strategi pembelian lahan secara bertahap setiap tahun. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi solusi di tengah semakin terbatasnya lahan kosong dan tingginya harga tanah di kawasan perkotaan.

“Pemerintah bisa memiliki target pembelian lahan setiap tahun. Lahan yang dibeli nantinya dapat dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau sehingga luasannya terus bertambah dari waktu ke waktu,” kata Dito.

Di sisi lain, DPRD Kota Malang turut menyoroti minimnya alokasi anggaran pemeliharaan RTH pada tahun 2026 yang hanya sekitar Rp350 juta. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena keberadaan ruang hijau tidak hanya membutuhkan pembangunan, tetapi juga perawatan yang berkelanjutan.

“Jangan sampai kita fokus menambah RTH baru, tetapi ruang hijau yang sudah ada justru tidak terawat. Pemeliharaan juga harus menjadi prioritas agar fungsi RTH tetap optimal,” tegasnya.

DPRD menilai keberadaan RTH memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar penghijauan. Selain menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan perkotaan, ruang hijau juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, sarana edukasi, hingga penunjang estetika kota.

Melalui Ranperda RTH yang tengah dibahas, DPRD Kota Malang juga mendorong adanya target jangka panjang hingga tahun 2045 dengan tahapan pencapaian yang jelas setiap tahun. Seluruh organisasi perangkat daerah terkait diharapkan terlibat aktif agar program pengembangan ruang hijau dapat berjalan secara terpadu.

DPRD Kota Malang berharap regulasi tersebut menjadi momentum penting untuk mengembalikan identitas Kota Malang sebagai kota yang hijau, sejuk, dan nyaman dihuni.

“Kota Malang memiliki sejarah sebagai kota yang teduh dan hijau. Identitas itu harus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui kebijakan yang konsisten dan terukur,” pungkas Dito.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banggar DPRD Kota Malang Soroti APBD Perubahan 2026, Belanja Naik Rp4,5 Miliar

    Banggar DPRD Kota Malang Soroti APBD Perubahan 2026, Belanja Naik Rp4,5 Miliar

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang menyoroti kenaikan belanja dalam pembahasan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Di tengah tambahan pendapatan daerah, belanja justru ikut meningkat sekitar Rp4,5 miliar. Juru Bicara Banggar DPRD Kota Malang, H. Eddy Widjanarko, S.A.P., menyampaikan hasil pembahasan tersebut dalam rapat paripurna DPRD Kota Malang, Senin (14/9/2026). Berdasarkan […]

  • Kades Junrejo Apresiasi Damar Lansia, Warga Sepuh Sangat Terbantu

    Kades Junrejo Apresiasi Damar Lansia, Warga Sepuh Sangat Terbantu

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Program Damar Lansia yang digagas Karang Taruna Kota Batu dalam rangka Bulan Bakti Karang Taruna memberikan manfaat langsung bagi warga lanjut usia (lansia) yang hidup seorang diri. Salah satunya dirasakan Sumadi, warga asli Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Di usianya yang telah mencapai 84 tahun, Sumadi diketahui tinggal seorang diri di […]

  • Nurochman Minta KTNA Batu Cetak Petani Muda

    Nurochman Minta KTNA Batu Cetak Petani Muda

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Wali Kota Batu Nurochman mendorong Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Batu periode 2026–2031 memperkuat regenerasi petani dengan menghadirkan inovasi dan gagasan baru di sektor pertanian. Dorongan tersebut disampaikan Nurochman saat mengukuhkan pengurus KTNA Kota Batu periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jumat (18/9/2026). Menurut Nurochman, keberlanjutan sektor pertanian […]

  • Kemenkeu Dapat Pagu Rp49,80 Triliun untuk 2027, DPR Minta Efisiensi

    Kemenkeu Dapat Pagu Rp49,80 Triliun untuk 2027, DPR Minta Efisiensi

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Komisi XI DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam APBN 2027 sebesar Rp49,80 triliun. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Senin (7/9/2026). Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kemenkeu melalui lima program utama, yakni kebijakan fiskal, sektor keuangan, […]

  • Dito Arief Soroti RTH, Sampah, dan Kompensasi Warga TPA Supit Urang

    Dito Arief Soroti RTH, Sampah, dan Kompensasi Warga TPA Supit Urang

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    KOTA MALANG, Memodaily.id – Persoalan ruang terbuka hijau (RTH), pengelolaan sampah, hingga kompensasi bagi warga terdampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang menjadi aspirasi utama dalam Reses II Tahun 2026 Anggota DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, di Gedung Sasana Manunggal, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 warga tersebut dimanfaatkan […]

  • DPR Dorong Sekolah Rakyat di Lampung Tengah, Bidik Putus Rantai Kemiskinan

    DPR Dorong Sekolah Rakyat di Lampung Tengah, Bidik Putus Rantai Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    LAMPUNG TENGAH, Memodaily.id – Komisi VIII DPR RI mendorong percepatan realisasi program Sekolah Rakyat di Kabupaten Lampung Tengah sebagai upaya memutus rantai kemiskinan dan menekan angka putus sekolah. Dorongan itu muncul setelah daerah tersebut dinilai berhasil menurunkan angka kemiskinan dari dua digit menjadi satu digit. Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengapresiasi capaian […]

expand_less