Gus Ipul Tegaskan PBNU Solid, Warga NU Diminta Abaikan Hoaks
- account_circle EAP
- calendar_month Selasa, 4 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf memberikan keterangan terkait persiapan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang. (Foto: EAP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf mengimbau seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU), khususnya pengurus wilayah dan cabang, agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks yang beredar menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan, warga NU sebaiknya hanya mengacu pada informasi resmi yang diterbitkan PBNU maupun media yang memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang penting juga adalah percaya pada berita-berita yang benar. Jangan sampai percaya pada hoaks, berita-berita palsu, atau berita yang menyesatkan,” ujar Gus Ipul di Tower 7 Gedung MAN 3 Tambakberas, Jombang, Selasa (4/8/2026).
Ia mengatakan berbagai informasi yang beredar di luar kanal resmi PBNU belum tentu benar. Karena itu, seluruh pengurus diminta mengikuti perkembangan melalui saluran resmi organisasi.
“Ikuti semua kabar yang official. Karena kabar di luar sana macam-macam. Ada yang menyebarkan dokumen atau surat keputusan yang tidak ditandatangani. Itu tidak benar,” tegasnya.
Gus Ipul memastikan seluruh tahapan Muktamar Ke-35 NU berjalan sesuai aturan organisasi, termasuk proses penetapan peserta. Menurutnya, setiap pengurus cabang maupun wilayah yang memenuhi syarat memiliki hak mengikuti muktamar.
PBNU, lanjutnya, juga memberikan pendampingan kepada pengurus yang masih melengkapi persyaratan administrasi tanpa mengurangi hak mereka sebagai peserta.
“Peserta itu adalah hak cabang dan wilayah yang memenuhi syarat. PBNU membantu jika ada kekurangan, tetapi prosesnya harus benar dan dokumennya tidak boleh palsu. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, tidak ada yang dipersulit,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul membantah isu yang beredar di media sosial mengenai adanya konflik internal di tubuh PBNU, termasuk kabar adanya perebutan kepentingan terkait pengelolaan tambang.
Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lingkungan PBNU.
“Tidak ada konflik tambang atau rebutan apa pun antara Ketua Umum dan Sekjen. Berita-berita seperti itu tidak benar. Yang berkembang di media sosial seolah-olah ada rebutan ini dan itu, padahal faktanya tidak demikian,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, seluruh jajaran PBNU saat ini fokus menyelesaikan persiapan Muktamar Ke-35 NU dengan mengedepankan semangat kebersamaan.
“Kalau melihat kondisi sekarang, semuanya guyub. Kami menyambut Muktamar dengan semangat kebersamaan,” ucapnya.
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. PBNU berharap seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan muktamar berjalan lancar dengan dukungan seluruh warga Nahdliyin.
- Penulis: EAP
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar