Khusnul Desak Jatim Tambah Droping Air Bersih ke Lumajang
- account_circle WNZ
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Jawa Timur Khusnul Khuluk meminta Pemprov Jatim meningkatkan distribusi bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Lumajang. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURABAYA, Memodaily.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Lumajang yang mulai terdampak musim kemarau.
Permintaan itu disampaikan menyusul meluasnya wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih pada musim kemarau 2026. Khusnul menilai intensitas bantuan perlu ditingkatkan karena musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami meminta Pemerintah Provinsi memberikan tambahan bantuan air bersih. Biasanya setiap tahun ada bantuan droping air bersih, tetapi tahun ini perlu ditingkatkan karena musim kemarau diperkirakan lebih panjang dibanding tahun lalu,” ujar politikus Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Sabtu (18/7/2026).
Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, terdapat enam kecamatan dengan 19 desa yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih, yakni Kecamatan Ranuyoso, Padang, Klakah, Kedungjajang, Senduro, dan Gucialit.
Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dan mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Distribusi perdana dilakukan di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, yang menjangkau 124 kepala keluarga atau 425 jiwa.
Khusnul menegaskan bantuan air bersih harus disiapkan lebih awal agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.
“Jangan sampai masyarakat semakin kesulitan karena kemarau yang lebih panjang. Bantuan air bersih harus disiapkan sejak dini dan jumlahnya ditambah agar mampu memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak,” katanya.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang, BPBD, serta pemerintah desa agar penyaluran bantuan air bersih tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.
Selain penanganan darurat, Khusnul mendorong adanya langkah jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan, antara lain melalui pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih, embung, optimalisasi sumber mata air, serta edukasi pengelolaan air kepada masyarakat.
“Kita berharap seluruh kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh warga, terutama mereka yang setiap tahun menjadi langganan kekeringan,” pungkasnya.
- Penulis: WNZ
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar