Malang Migrant Center Diluncurkan, Sanusi Dorong Purna PMI Kembangkan UMKM
- account_circle PRI
- calendar_month Rabu, 26 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Malang H. M. Sanusi saat menghadiri soft launching Malang Migrant Center di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026). (Foto: Memodaily.id/PRI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendukung kehadiran Malang Migrant Center (MMC) sebagai pusat edukasi, perlindungan, dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI) serta purna PMI.
Dukungan itu disampaikan Bupati Malang H. M. Sanusi saat menghadiri soft launching MMC di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran RI Abdul Muhaimin Iskandar.
Sanusi mengapresiasi seluruh pihak yang menggagas dan mendukung berdirinya MMC. Menurutnya, pusat layanan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi PMI dan masyarakat Kabupaten Malang.
“Pemerintah Kabupaten Malang menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Bapak H. Abdul Muhaimin Iskandar, beserta seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung hadirnya Malang Migrant Center sebagai upaya meningkatkan perlindungan, pemberdayaan, dan kesejahteraan masyarakat pekerja migran,” ujar Sanusi.
Ia menegaskan, peran MMC tidak hanya berkaitan dengan perlindungan PMI, tetapi juga edukasi dan pengembangan ekonomi bagi purna PMI.
Sanusi berharap purna PMI mendapatkan pembinaan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, modal dan pengalaman yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.
“Dengan adanya MMC ini, saya berharap nanti ada edukasi, ada pemberdayaan, dan ada pembinaan terhadap UMKM para purna migran, sehingga bisa terus meningkatkan ekonomi dan kesejahteraannya,” katanya.
Sanusi juga menyoroti kontribusi purna PMI terhadap perkembangan ekonomi sejumlah desa di Kabupaten Malang. Ia menyebut Desa Kalipare dan Desa Arjowilangun sebagai contoh wilayah yang berkembang pesat berkat kontribusi purna migran.
“Bahkan ada satu Desa Kalipare, yang kedua Desa Arjowilangun, itu mengalahkan ramai dan berkembangnya kecamatannya. Lebih maju desanya dari kecamatannya. Itu berkat para purna migran,” ungkapnya.
Karena itu, Sanusi meminta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang bersama perguruan tinggi memperkuat pembinaan bagi calon maupun purna PMI.
Pembekalan sebelum keberangkatan, kata dia, juga perlu diperkuat. Calon PMI perlu memiliki keterampilan, kemampuan bahasa, serta pengetahuan pendukung agar dapat bekerja secara profesional dan memiliki perlindungan yang memadai.
“Nanti edukasi untuk keterampilannya dan bahasanya, beserta pendidikan yang lainnya,” ujarnya.
Sanusi berharap sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga perlindungan pekerja migran, dan pihak terkait dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia PMI asal Kabupaten Malang.
- Penulis: PRI
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar