Breaking News
Minggu, 11 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pemkot Malang Fokuskan DBHCHT 2026 untuk Kesehatan, BLT, dan Infrastruktur

Pemkot Malang Fokuskan DBHCHT 2026 untuk Kesehatan, BLT, dan Infrastruktur

  • account_circle ADK
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 untuk lima sektor prioritas. Program tersebut difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan, perlindungan sosial, jaminan sosial ketenagakerjaan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan pemanfaatan DBHCHT harus dikelola secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Melalui berbagai program yang didanai DBHCHT, Pemkot Malang berupaya memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mendukung penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal, serta memberdayakan masyarakat, termasuk para pekerja di industri hasil tembakau,” ujar Wahyu, Jumat (10/7/2026).

Pada tahun 2026, sektor kesehatan memperoleh alokasi anggaran terbesar, yakni Rp17,12 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai iuran BPJS Kesehatan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), sehingga masyarakat kurang mampu tetap memperoleh akses layanan kesehatan.

Selain itu, Pemkot Malang mengalokasikan Rp3,03 miliar untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan kelompok rentan, seperti pengemudi ojek online, pelaku UMKM, pekerja seni, perangkat masyarakat, hingga profesi lainnya yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial.

Di bidang perlindungan sosial, anggaran sebesar Rp9,36 miliar disiapkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pekerja Industri Hasil Tembakau (IHT). Program tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli sekaligus memberikan perlindungan ekonomi bagi para pekerja.

Sementara itu, sektor infrastruktur memperoleh alokasi Rp3,79 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan di kawasan industri hasil tembakau guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Pemkot Malang juga menganggarkan Rp1,44 miliar untuk pelatihan keterampilan kerja sebagai upaya meningkatkan kompetensi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong lahirnya wirausaha baru.

Selain mendukung kesejahteraan masyarakat, DBHCHT juga dimanfaatkan untuk memperkuat upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal. Bersama Bea Cukai Malang, Pemkot Malang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri rokok ilegal, seperti penggunaan pita cukai palsu, pita cukai bekas, pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya, maupun rokok tanpa pita cukai.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan dugaan peredaran rokok ilegal kepada Bea Cukai Malang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha yang sehat bagi industri hasil tembakau yang mematuhi ketentuan.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa pelaku peredaran rokok ilegal dapat dikenai sanksi berdasarkan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta pidana denda paling sedikit dua kali hingga paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayarkan.

Wahyu menegaskan, keberhasilan pengelolaan DBHCHT tidak hanya diukur dari tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah DBHCHT yang diterima Pemkot Malang benar-benar kembali kepada masyarakat melalui program-program yang berdampak langsung. Dengan pengelolaan yang tepat sasaran, DBHCHT tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi investasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang,” tutupnya.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti Klaim MBG Tingkatkan Motivasi Belajar dan Kehadiran Siswa

    Mendikdasmen Abdul Mu’ti Klaim MBG Tingkatkan Motivasi Belajar dan Kehadiran Siswa

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengklaim Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran siswa, hingga capaian akademik peserta didik di berbagai daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan itu, ia melaporkan […]

  • Bupati Malang Pimpin Upacara HUT RI ke-81, 6 PNS Terima Satyalancana

    Bupati Malang Pimpin Upacara HUT RI ke-81, 6 PNS Terima Satyalancana

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Bupati Malang Drs. H. Sanusi, M.M. memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Pendopo Kabupaten Malang, Senin (17/8/2026). Upacara dihadiri Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, unsur Forkopimda, TNI-Polri, DPRD, ASN Pemerintah Kabupaten Malang, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar, dan mahasiswa. Kasat Reskrim Polres Malang […]

  • Netty Aher Desak Pemerintah Benahi Distribusi Dokter demi Pemerataan Layanan Kesehatan

    Netty Aher Desak Pemerintah Benahi Distribusi Dokter demi Pemerataan Layanan Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah memprioritaskan pemerataan distribusi dokter dibanding hanya menambah jumlah tenaga medis. Menurutnya, persoalan utama layanan kesehatan di Indonesia adalah ketimpangan penempatan dokter yang menyebabkan masyarakat di sejumlah daerah masih kesulitan memperoleh layanan kesehatan. Netty menyampaikan, selama ini kebijakan kesehatan nasional lebih banyak berfokus […]

  • DPRD Malang Bongkar Dugaan Pelanggaran PSU Ratusan Perumahan

    DPRD Malang Bongkar Dugaan Pelanggaran PSU Ratusan Perumahan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Persoalan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) di sejumlah perumahan menjadi sorotan DPRD Kota Malang. Dalam rapat gabungan Komisi A dan Komisi C bersama organisasi perangkat daerah (OPD) serta perwakilan warga empat perumahan, terungkap dugaan pelanggaran oleh sejumlah pengembang, mulai dari belum diserahkannya fasilitas umum, dugaan alih fungsi lahan, hingga indikasi penjualan […]

  • Dokter Internship Meninggal, DPR Desak Perlindungan Nakes Diperkuat

    Dokter Internship Meninggal, DPR Desak Perlindungan Nakes Diperkuat

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah memperkuat sistem perlindungan bagi tenaga kesehatan (nakes) menyusul meninggalnya dokter internship, dr. Siti Zahra Maghfira. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting untuk mengevaluasi aspek keselamatan kerja, pendampingan, hingga kesehatan mental tenaga medis. Netty menegaskan perlindungan terhadap tenaga kesehatan tidak hanya sebatas […]

  • Ultah ke-42, Fatmawati Pilih Berbagi Sembako untuk Duafa

    Ultah ke-42, Fatmawati Pilih Berbagi Sembako untuk Duafa

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle WNP
    • 0Komentar

    JEMBER, Memodaily.id – Wakil Ketua DPRD Jember Fatmawati memilih merayakan ulang tahunnya yang ke-42 dengan cara berbeda. Alih-alih menggelar pesta, politisi Partai NasDem itu membagikan paket sembako kepada warga duafa sebagai bentuk kepedulian sosial. Menurut Fatmawati, bertambahnya usia menjadi momentum untuk memperbanyak amal dan memberikan manfaat bagi sesama. “Usia semakin berkurang, tentu lebih memperbanyak pahala. […]

expand_less