Mentan Amran Sebut Harga Sawit Mulai Pulih, 90 Persen Perusahaan Sudah Naikkan Harga TBS
- account_circle RFR
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus mengawal kenaikan harga TBS kelapa sawit agar kesejahteraan petani tetap terjaga. (Foto: Dok. Kementan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – Upaya pemerintah dalam melindungi petani kelapa sawit mulai menunjukkan hasil. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di berbagai daerah berangsur pulih setelah Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri melakukan pengawasan intensif terhadap perusahaan-perusahaan sawit yang belum menyesuaikan harga pembelian sesuai kondisi pasar.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan mayoritas perusahaan sawit kini telah menaikkan harga pembelian TBS dari petani. Berdasarkan laporan harian Kementerian Pertanian, sekitar 90 persen perusahaan telah melakukan penyesuaian harga.
“Harga TBS sudah naik, 80-85 persen, mungkin saat ini 90 persen sudah naik. Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas,” ujar Amran beberapa waktu lalu, seperti dikutip Memodaily.id, Sabtu (20/6/2026).
Pemulihan harga tersebut merupakan hasil dari serangkaian langkah yang dilakukan Kementerian Pertanian bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Sedikitnya tiga kali pertemuan digelar dengan pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit untuk memastikan harga TBS kembali mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.
Langkah itu diambil setelah pemerintah menemukan ketidaksesuaian antara harga TBS di tingkat petani dengan tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia serta penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut sempat memicu anjloknya harga TBS di sejumlah wilayah sentra sawit nasional.
Amran mengungkapkan jumlah perusahaan yang belum menyesuaikan harga terus menurun. Dari sebelumnya sekitar 270 perusahaan, kini tersisa sekitar 130 perusahaan yang masih dalam proses pengawasan.
“Kemarin kan 270, sekarang ini tinggal 100 lebih ya, 130-an perusahaan. Jadi tinggal sedikit. Yang belum menaikkan tetap diperiksa. Sinyalnya sudah naik, tapi kita monitor. Bukan saja naik lalu turun kembali, tidak. Kita monitor seluruh Indonesia,” katanya.
Menurut Amran, pemerintah tidak akan berhenti pada pemulihan harga semata. Pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan harga TBS tetap stabil dan petani memperoleh manfaat yang berkelanjutan.
Ia menegaskan keberpihakan kepada petani merupakan arahan langsung Presiden. Karena itu, Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri terus mengawal tata niaga sawit agar berlangsung lebih sehat, transparan, dan berkeadilan.
Pengawasan tersebut dinilai penting mengingat sekitar 15 juta petani sawit di Indonesia menggantungkan penghasilan dari komoditas strategis tersebut. Pemerintah berharap petani menjadi pihak pertama yang menikmati keuntungan saat harga CPO dunia meningkat.
Sebelumnya, pemerintah telah memberikan ultimatum kepada ratusan perusahaan sawit yang belum menyesuaikan harga TBS. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri juga melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan yang diduga membeli TBS di bawah harga yang semestinya.
Hasilnya, sejumlah daerah sentra sawit kini melaporkan kenaikan harga TBS yang mendekati bahkan telah sesuai dengan harga acuan pemerintah daerah. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi petani yang sebelumnya menghadapi tekanan harga cukup tajam.
“Kita ingin ekosistem sawit yang sehat. Petani sejahtera, pengusaha juga sejahtera. Yang terpenting, petani tidak boleh dirugikan. Karena itu pengawasan akan terus dilakukan sampai harga benar-benar stabil dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh petani sawit Indonesia,” tegas Amran.
Pemerintah optimistis pemulihan harga TBS akan semakin merata seiring bertambahnya jumlah perusahaan yang menaikkan harga dan pengawasan yang terus diperketat di seluruh wilayah sentra sawit nasional.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar