Presiden Prabowo Tegaskan 8 Komoditas Pangan Indonesia Sudah Swasembada
- account_circle RFR
- calendar_month Jumat, 14 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026). (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis pada 2026. Capaian itu bahkan diraih lebih cepat dari target awal pemerintah.
Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengatakan swasembada pangan yang semula ditargetkan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.
“Karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun,” ujar Prabowo.
Delapan komoditas yang disebut telah mencapai swasembada yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi beras mencapai 34,77 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional 31,10 juta ton. Terdapat surplus sekitar 3,67 juta ton.
Produksi jagung diproyeksikan 18 juta ton dengan kebutuhan 16,44 juta ton atau surplus sekitar 1,56 juta ton. Gula konsumsi mencapai 3,04 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan 2,84 juta ton dengan surplus sekitar 207 ribu ton.
Sektor peternakan juga mencatat surplus. Produksi daging ayam ras diproyeksikan 4,90 juta ton dibandingkan kebutuhan 4,02 juta ton. Sementara produksi telur ayam ras mencapai sekitar 6,99 juta ton dengan kebutuhan 6,47 juta ton.
Pada komoditas hortikultura, produksi cabai besar diperkirakan mencapai 1,52 juta ton dan kebutuhan 929 ribu ton. Cabai rawit mencapai 1,51 juta ton dengan kebutuhan 914 ribu ton. Adapun bawang merah diproyeksikan 1,32 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 1,25 juta ton.
Secara agregat, produksi delapan komoditas tersebut mencapai sekitar 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 68,22 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 4,69 juta ton.
Prabowo menilai kondisi tersebut memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi El Nino.
“Kita, Alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino,” katanya.
Menurut Prabowo, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, Polri, petani, serta pelaku usaha pangan.
Ia juga menegaskan capaian swasembada tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Pemerintah akan terus memperkuat produksi dan ketahanan pangan nasional.
“Sekali lagi ini bukan alasan untuk kita berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” tegas Prabowo.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar