Wahyu Sentil Jual Beli Jabatan, Minta ASN Tak Terjebak Tawaran Mengatasnamakan Wali Kota
- account_circle ADK
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat memberikan arahan kepada ASN dalam apel pagi di depan Balai Kota Malang. (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melontarkan peringatan keras kepada jajaran ASN agar tidak percaya terhadap pihak yang menawarkan jabatan dengan mengatasnamakan dirinya.
Pesan itu disampaikan Wahyu saat apel pagi di depan Balai Kota Malang, Senin (7/9). Ia menegaskan proses mutasi, rotasi dan promosi ASN dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta berbasis data, bukan melalui tawaran atau pendekatan personal.
“Apabila ada tawaran apa pun, jangan diproses, jangan dilaksanakan atau jangan diikuti. Kalau ada WhatsApp yang mengatasnamakan saya, tidak ada sama sekali hal tersebut,” tegas Wahyu.
Ia meminta ASN segera melapor jika menemukan pihak yang menawarkan jabatan atau menggunakan namanya untuk kepentingan tertentu.
“Laporkan kepada saya, laporkan kepada Pak Sekda supaya bisa diproses,” ujarnya.
Wahyu menjelaskan manajemen talenta digunakan untuk memetakan ASN berdasarkan kinerja, kompetensi dan disiplin. Kehadiran apel, rapat, pelaksanaan kegiatan hingga tanggung jawab pekerjaan menjadi bagian dari penilaian.
Menurutnya, mekanisme tersebut diharapkan mempersempit ruang intervensi dalam pengisian jabatan.
Pemkot Malang juga melibatkan komite untuk memberikan masukan dalam proses pemetaan talenta. Bahkan, kata Wahyu, tidak semua ASN mengetahui siapa saja yang dilibatkan.
Di sisi lain, penataan birokrasi belum sepenuhnya selesai. Sejumlah jabatan masih kosong karena kandidat yang tersedia belum seluruhnya memenuhi persyaratan kompetensi maupun kepangkatan.
Wahyu mengakui persoalan kaderisasi menjadi salah satu kendala. Ada ASN yang dinilai memiliki potensi, tetapi terkendala pangkat untuk menduduki posisi tertentu.
Ia juga mendorong prinsip right man, right place, termasuk menyesuaikan penempatan ASN dengan latar belakang pendidikan dan kompetensinya.
“Kalau punya ilmu, jangan sampai ditempatkan di posisi yang tidak sesuai sehingga ilmunya sia-sia,” ujarnya.
Persoalan itu menjadi semakin penting karena sejumlah pejabat eselon II akan memasuki masa purna tugas, sementara kader pengganti yang memenuhi seluruh persyaratan belum sepenuhnya tersedia.
“Proses pengkaderannya terputus. Kita harus banyak menunggu,” kata Wahyu.
Wahyu meminta ASN tidak terpengaruh isu maupun tawaran jabatan dari pihak mana pun. Ia menegaskan seluruh pegawai harus fokus menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pesannya jelas: jabatan tidak ditawarkan lewat WhatsApp, apalagi dengan mengatasnamakan Wali Kota. Jika ada yang mencoba bermain, laporkan.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar