Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » DPR Desak Audit Nasional Gaji PPPK, Tolak Pegawai Dirumahkan

DPR Desak Audit Nasional Gaji PPPK, Tolak Pegawai Dirumahkan

  • account_circle RFR
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin meminta pemerintah segera melakukan audit nasional terhadap pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah itu dinilai penting untuk mencegah meluasnya krisis pembayaran gaji dan rencana merumahkan PPPK di sejumlah daerah.

Khozin menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki alasan menjadikan PPPK sebagai korban efisiensi anggaran. Menurutnya, PPPK telah berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) sehingga pembayaran gaji menjadi kewajiban pemerintah.

“Seharusnya PPPK tidak bisa dirumahkan karena sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk membayar gaji PPPK selaku aparatur sipil negara (ASN),” kata Khozin di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi protes ribuan ASN, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Mereka menolak rencana merumahkan pegawai dan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akibat defisit anggaran daerah.

Khozin menilai persoalan tersebut menunjukkan lemahnya perencanaan fiskal pemerintah daerah. Menurutnya, pengangkatan PPPK sejak awal harus mempertimbangkan kebutuhan pelayanan publik sekaligus kemampuan keuangan daerah.

“Pengangkatan PPPK harus berbasis kebutuhan layanan dan kemampuan fiskal daerah. Bila kondisi fiskal daerah sulit, efisiensi seharusnya dilakukan dengan memangkas belanja operasional yang tidak penting dan kegiatan yang bersifat seremonial,” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah daerah masih memiliki ruang melakukan efisiensi tanpa mengorbankan pegawai, seperti mengurangi perjalanan dinas, menunda seminar, dan menghapus kegiatan seremonial.

Khozin juga menilai persoalan pembiayaan PPPK muncul karena penetapan formasi belum sepenuhnya diselaraskan dengan kemampuan APBD membiayai belanja pegawai dalam jangka panjang.

“Kalau aspek-aspek tersebut tidak dihitung secara akurat, kebijakan pengangkatan tenaga non-ASN justru dapat berubah menjadi krisis pembayaran gaji,” ungkap legislator Fraksi PKB yang akrab disapa Gus Khozin.

Untuk mencegah persoalan serupa terjadi di daerah lain, Khozin mendorong Kementerian PAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Kementerian Dalam Negeri melakukan audit nasional terhadap formasi serta pembiayaan PPPK.

Menurutnya, audit harus mencakup jumlah pegawai, kebutuhan organisasi, komposisi belanja pegawai, hingga kemampuan APBD membayar gaji PPPK sampai masa perjanjian kerja berakhir.

Selain itu, ia meminta mekanisme persetujuan formasi PPPK diperketat dengan mewajibkan setiap usulan penambahan formasi disertai proyeksi belanja pegawai sedikitnya lima tahun, simulasi risiko apabila transfer pemerintah pusat menurun, serta rencana penataan organisasi.

Khozin juga mengusulkan klasifikasi daerah berdasarkan tingkat risiko fiskal kepegawaian. Daerah dengan pendapatan asli daerah rendah, ketergantungan tinggi terhadap transfer pusat, dan rasio belanja pegawai yang besar dinilai perlu mendapat pengawasan lebih ketat sebelum memperoleh tambahan formasi PPPK.

“Penataan aparatur harus menghasilkan birokrasi yang profesional dan pelayanan publik yang lebih baik, bukan menciptakan kelompok pegawai yang terus berada dalam ketidakpastian,” tutupnya.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Malang Berangkatkan 856 Mahasiswa UB Bawa Inovasi ke 57 Kelurahan

    Wali Kota Malang Berangkatkan 856 Mahasiswa UB Bawa Inovasi ke 57 Kelurahan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Sebanyak 856 mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) diterjunkan ke 57 kelurahan di Kota Malang melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M), Senin (22/6/2026). Program ini mengusung konsep “Satu Kelurahan Satu Alat Inovasi” untuk menghadirkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelepasan ratusan mahasiswa tersebut dilakukan langsung […]

  • Ular Piton 3 Meter Masuk Kandang Ayam di Bunulrejo Malang, Ayam Jago Mati Dibelit

    Ular Piton 3 Meter Masuk Kandang Ayam di Bunulrejo Malang, Ayam Jago Mati Dibelit

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    Memodaily.id – Warga RT 05 RW 16 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, digegerkan oleh kemunculan seekor ular piton jenis sanca kembang sepanjang sekitar tiga meter pada Sabtu (6/6/2026) dini hari. Ular tersebut diketahui masuk ke kandang ayam milik Didik, warga setempat, dan membelit seekor ayam jago hingga mati. Reptil itu kemudian berhasil ditangkap warga […]

  • Tak Gubris Tiga Kali Peringatan, Warung Pangku di RTH Gor Ken Arok Dibongkar

    Tak Gubris Tiga Kali Peringatan, Warung Pangku di RTH Gor Ken Arok Dibongkar

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Batas waktu sudah berakhir. Setelah berulang kali diberi kesempatan untuk membongkar secara mandiri, belasan warung kopi pangku yang berdiri di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sisi selatan Gor Ken Arok, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, akhirnya dibongkar paksa, Senin (7/9/2026). Penertiban dilakukan setelah Pemerintah Kota Malang menyatakan seluruh tahapan pemberitahuan dan peringatan telah […]

  • Jalan Rajasa Diusulkan Dapat Rp7 Miliar, Lolos Verifikasi Awal

    Jalan Rajasa Diusulkan Dapat Rp7 Miliar, Lolos Verifikasi Awal

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang kembali mengajukan rehabilitasi Jalan Rajasa melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Usulan senilai sekitar Rp7 miliar itu telah lolos verifikasi di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan kini menunggu verifikasi di Kementerian Pekerjaan Umum. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djuarianto, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat […]

  • Dana BTN Rp3,29 Miliar Diduga Dikorupsi, Eks Pejabat BTN Sidoarjo Jadi Tersangka

    Dana BTN Rp3,29 Miliar Diduga Dikorupsi, Eks Pejabat BTN Sidoarjo Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle AMZ
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo menetapkan mantan pegawai Bank Tabungan Negara (BTN) berinisial AH sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana rekening BTN Kantor Cabang Sidoarjo dan BTN KCP Tropodo periode 2020 hingga 2024. Penyidik menduga AH melakukan pemindahbukuan dana secara melawan hukum hingga masuk ke rekening BTN milik pribadi. Dalam perkara […]

  • DPRD Jombang Dorong Optimalisasi Pajak Restoran untuk Dongkrak PAD 2027

    DPRD Jombang Dorong Optimalisasi Pajak Restoran untuk Dongkrak PAD 2027

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – DPRD Jombang mendorong optimalisasi penerimaan pajak dari sektor restoran dan kafe seiring pesatnya pertumbuhan usaha kuliner di Kabupaten Jombang. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun-tahun mendatang. Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, mengatakan realisasi PAD Kabupaten Jombang seharusnya terus meningkat setiap […]

expand_less