Jambore Sukun Digelar, Kwarcab Malang Tekankan Pramuka Tak Boleh Sekadar Seremonial
- account_circle ADK
- calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ka Kwarcab Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo, ST, MT, saat mengunjungi Jambore Ranting Sukun ke-7 di Taman Rekreasi Sengkaling. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Jambore Ranting Sukun ke-7 di Taman Rekreasi Sengkaling, Minggu (27/9/2026), menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk mengasah kemandirian sekaligus memperkuat karakter melalui berbagai aktivitas bersama.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang. Ka Kwarcab Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST, MT, menilai kegiatan di tingkat ranting memiliki peran penting dalam memastikan pendidikan kepramukaan benar-benar dirasakan oleh peserta.
Menurut Ginanjar, jambore tidak seharusnya hanya dipandang sebagai agenda perkemahan yang berakhir setelah peserta kembali ke rumah. Lebih dari itu, setiap rangkaian kegiatan harus mampu memberikan pengalaman yang membentuk sikap dan kepribadian peserta.
“Jambore ini jangan hanya dilihat sebagai kegiatan kemah atau seremonial. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman yang membentuk karakter mereka,” tegas Ginanjar.
Ia menjelaskan, pendidikan Pramuka memiliki keunggulan karena peserta tidak hanya menerima materi secara teori. Berbagai kegiatan yang dilakukan secara langsung dapat melatih anak untuk bekerja sama, menyelesaikan persoalan, mematuhi aturan serta bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Karena itu, Ginanjar mengingatkan agar kegiatan kepramukaan tidak berhenti pada atribut, seragam maupun kemeriahan acara.
“Jangan sampai Pramuka hanya ramai ketika ada kegiatan, memakai seragam, kemudian selesai. Nilai-nilai kepramukaan harus benar-benar hidup dan terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Bagi Ginanjar, pembentukan karakter menjadi semakin penting di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Kegiatan Pramuka dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk membiasakan anak bersikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab serta mampu menghargai dan bekerja bersama orang lain.
“Anak-anak harus dibiasakan mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan mampu bekerja sama. Itu tidak bisa hanya diajarkan lewat kata-kata, tetapi harus dilatih melalui pengalaman,” lanjutnya.
Ia berharap Jambore Ranting Sukun ke-7 tidak sekadar menghasilkan kegiatan yang berjalan lancar, tetapi juga memberikan perubahan positif kepada para peserta.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan Pramuka bukan hanya dilihat dari ramainya peserta atau dokumentasi kegiatan. Hal yang lebih penting adalah nilai dan pengalaman yang dibawa peserta setelah seluruh rangkaian jambore selesai.
“Target kita bukan sekadar kegiatan selesai dan dokumentasi ada. Yang harus kita lihat adalah apa yang dibawa pulang oleh anak-anak setelah mengikuti kegiatan ini. Kalau mereka pulang dengan lebih mandiri, lebih disiplin dan lebih peduli terhadap orang lain, berarti kegiatan ini punya makna,” tandas Ginanjar.
Kunjungan Ka Kwarcab Kota Malang tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap pembinaan Gerakan Pramuka hingga tingkat ranting. Ginanjar berharap kegiatan seperti Jambore Ranting Sukun terus menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk belajar, berorganisasi, membangun keberanian serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Dengan demikian, kegiatan kepramukaan tidak hanya menghasilkan pengalaman berkemah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang memiliki karakter dan tanggung jawab.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar