Jembatan Sonokembang Ditutup 9–16 Juli, Siap Dibuka Usai Pembongkaran Bailey
- account_circle ADK
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Proses pembangunan Jembatan Sonokembang di Kota Malang memasuki tahap akhir. Akses jembatan ditutup sementara pada 9–16 Juli 2026 untuk pembongkaran Jembatan Bailey sebelum jembatan permanen dibuka. (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Pembangunan Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang memasuki tahap akhir. Pemerintah Kota Malang akan menutup total akses jembatan mulai 9 hingga 16 Juli 2026 guna melakukan pembongkaran Jembatan Bailey yang selama ini digunakan sebagai jalur sementara.
Penutupan tersebut menjadi tahapan terakhir sebelum jembatan permanen dioperasikan dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djuarianto, mengatakan pembongkaran Jembatan Bailey merupakan bagian dari penyelesaian proyek pembangunan Jembatan Sonokembang.
“Pembongkaran Jembatan Bailey merupakan bagian akhir dari proses pembangunan Jembatan Sonokembang. Selama pekerjaan berlangsung, akses harus ditutup sementara demi menjamin keselamatan pekerja maupun pengguna jalan. Setelah seluruh tahapan selesai, jembatan permanen akan segera dibuka untuk masyarakat,” ujar Dandung, Sabtu (4/7/2026).
Selama masa penutupan, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengendara juga diimbau mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas agar arus kendaraan tetap berjalan aman dan lancar.
Pembangunan jembatan permanen ini dilakukan setelah jembatan lama mengalami kerusakan berat pada 10 Oktober 2025. Saat itu, pondasi jembatan tergerus derasnya arus sungai akibat hujan berintensitas tinggi sehingga akses penghubung warga terganggu.
Sebagai solusi sementara, Pemerintah Kota Malang memasang Jembatan Bailey agar mobilitas masyarakat tetap berjalan sambil menunggu pembangunan jembatan baru selesai.
Melalui anggaran APBD Kota Malang sekitar Rp5,2 miliar, pemerintah membangun jembatan baru dengan konstruksi beton pracetak (precast) yang dirancang lebih kuat, tahan lama, dan mampu menahan beban kendaraan lebih optimal.
Selain mengganti struktur lama, proyek ini juga menghadirkan sejumlah peningkatan. Lebar jembatan diperluas menjadi sekitar 9 meter dengan panjang mencapai 20 meter, sehingga kapasitas lalu lintas meningkat.
Elevasi jembatan juga dinaikkan sekitar satu meter untuk menyesuaikan kontur jalan sekaligus mengurangi risiko terdampak luapan sungai saat debit air meningkat.
Di sisi kanan dan kiri jembatan turut dibangun trotoar baru sebagai fasilitas pejalan kaki guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dandung menargetkan pembongkaran Jembatan Bailey dapat selesai sesuai jadwal sehingga jembatan permanen dapat segera difungsikan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses pekerjaan berlangsung. Kami berharap masyarakat mendukung penyelesaian proyek ini dengan menggunakan jalur alternatif dan mematuhi pengaturan lalu lintas. Setelah selesai, masyarakat akan menikmati jembatan yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih representatif,” katanya.
Setelah seluruh pekerjaan rampung dan akses kembali dibuka usai 16 Juli 2026, Jembatan Sonokembang diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarwilayah di Kecamatan Blimbing sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar