Breaking News
Minggu, 18 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pasar Besar Malang Hadapi Sejumlah Persoalan, Diskopindag Janji Cek Langsung Pekan Depan

Pasar Besar Malang Hadapi Sejumlah Persoalan, Diskopindag Janji Cek Langsung Pekan Depan

  • account_circle ADK
  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Persoalan infrastruktur Pasar Besar Malang mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang. Kebocoran bangunan, instalasi listrik, drainase, hingga tembok yang diduga retak masuk dalam daftar masalah yang akan diperiksa langsung oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang pekan depan.

Pengecekan tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan kerusakan sekaligus menentukan prioritas perbaikan. Diskopindag menargetkan pendataan persoalan pasar rampung pekan ini agar penanganan terhadap kerusakan mendesak bisa segera dilaksanakan.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi atau akrab disapa Eko Syah, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan paguyuban pedagang untuk menghimpun berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian.

“Untuk Pasar Besar, kemarin kami sudah berkoordinasi dengan pihak paguyuban. Saya juga sudah memerintahkan kepala pasar beserta stafnya untuk menginventarisasi, mengidentifikasi, dan mendata poin-poin yang sudah kami diskusikan dengan paguyuban,” ujar Eko Syah, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan lapangan akan menyasar lantai satu, lantai dua, serta sejumlah titik yang dinilai membutuhkan pembenahan. Fokusnya tidak hanya pada fasilitas penunjang aktivitas perdagangan, tetapi juga kondisi bangunan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

“Fokusnya nanti lantai satu, kemudian lantai dua, dan titik-titik yang memang menjadi perhatian untuk perbaikan. Salah satunya kebocoran, kemudian listrik dan drainase,” jelasnya.

Selain kebocoran dan persoalan utilitas, kondisi tembok pasar yang diduga mengalami keretakan juga masuk dalam daftar pemeriksaan. Temuan di lapangan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan tindakan yang diperlukan.

Eko Syah menegaskan, kerusakan yang bersifat mendesak akan diupayakan segera ditangani. Ia memperkirakan perbaikan awal dapat dilaksanakan tahun ini, dengan menyesuaikan hasil pengecekan serta kebutuhan di lapangan.

“Masalah di sana salah satunya melihat tembok-tembok pasar yang mungkin retak. Itu nanti akan kami eksekusi secepatnya,” tegasnya.

Untuk pembiayaan awal, Diskopindag merencanakan pola swadaya melalui kerja sama antara pedagang dan pemerintah. Kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi perbaikan listrik, drainase, kebersihan, dan keamanan.

“Untuk perbaikannya sekarang mandiri. Jadi, untuk listrik, drainase, kebersihan, dan keamanan, rencananya dilakukan secara mandiri. Mandiri dari pedagang dan kami akan bekerja sama,” ungkapnya.

Sementara itu, anggaran untuk kebutuhan berikutnya akan diajukan kepada Wali Kota Malang. Dengan skema tersebut, kebutuhan pembiayaan lanjutan masih akan dibahas berdasarkan hasil identifikasi dan rencana penanganan yang disusun.

Pembenahan Pasar Besar Malang tidak hanya menyangkut kondisi fisik bangunan. Penataan aktivitas perdagangan, termasuk penertiban pedagang kaki lima (PKL), juga menjadi bagian dari pembahasan antara Diskopindag, P3BM, dan HIPAMA.

Eko Syah menyebut, komunikasi dengan kedua pihak tersebut diarahkan untuk menyelesaikan persoalan jangka pendek terlebih dahulu. Adapun rencana jangka panjang akan dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat.

“Untuk jangka pendek, kami sepakat menyelesaikan permasalahan yang ada, mulai dari perbaikan sampai penataan, salah satunya penertiban PKL. Untuk jangka panjang, tentu kami akan terus berbicara dan berkomunikasi mengenai kelanjutan Pasar Besar Malang,” jelasnya.

Terkait masa depan pasar, Diskopindag belum menetapkan apakah penanganan jangka panjang akan berupa renovasi menyeluruh, pembangunan kembali, atau bentuk penataan lainnya.

Menurut Eko Syah, keputusan tersebut harus didasarkan pada kajian teknis para ahli serta mempertimbangkan pendapat masyarakat. Langkah itu diperlukan agar kebijakan yang diambil memiliki dasar yang jelas dan sesuai dengan kondisi Pasar Besar Malang.

“Kalau jangka panjang, kami akan berpedoman pada dasar teknis dari para ahli, juga pendapat masyarakat, terkait kondisi Pasar Besar ini mau diapakan,” terangnya.

Ia berharap seluruh pihak memiliki pemahaman dan visi yang sama dalam mendorong pembenahan pasar. Namun, tahapan berikutnya tetap bergantung pada hasil pemeriksaan lapangan, penentuan prioritas, serta pembahasan kebutuhan anggaran.

Pengecekan pekan depan akan menjadi penentu awal dalam memetakan persoalan yang harus segera ditangani. Pedagang dan masyarakat pun menantikan tindak lanjut nyata, terutama terkait perbaikan kerusakan, penataan PKL, dan kepastian arah pembenahan Pasar Besar Malang ke depan.

“Secara umum, mudah-mudahan kita mempunyai pemahaman dan visi yang sama bahwa Pasar Besar akan dilakukan suatu kegiatan yang intinya menuju ke depan lebih baik,” pungkas Eko Syah.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banggar DPRD Kota Malang Soroti APBD Perubahan 2026, Belanja Naik Rp4,5 Miliar

    Banggar DPRD Kota Malang Soroti APBD Perubahan 2026, Belanja Naik Rp4,5 Miliar

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang menyoroti kenaikan belanja dalam pembahasan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Di tengah tambahan pendapatan daerah, belanja justru ikut meningkat sekitar Rp4,5 miliar. Juru Bicara Banggar DPRD Kota Malang, H. Eddy Widjanarko, S.A.P., menyampaikan hasil pembahasan tersebut dalam rapat paripurna DPRD Kota Malang, Senin (14/9/2026). Berdasarkan […]

  • Kepala SMPN 18 Malang Dicopot, Dugaan Intimidasi Siswa Terbongkar hingga Guru Mengaku Takut Melapor

    Kepala SMPN 18 Malang Dicopot, Dugaan Intimidasi Siswa Terbongkar hingga Guru Mengaku Takut Melapor

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Polemik dugaan intimidasi terhadap siswa di SMP Negeri 18 Kota Malang memasuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akhirnya mencopot kepala sekolah berinisial M AH dari jabatannya setelah melakukan pendalaman atas dugaan pelanggaran dalam penerapan tata tertib siswa. Keputusan tersebut disampaikan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, Jumat (25/9/2026). Pemkot […]

  • DPR Desak Percepatan Kemandirian Farmasi, 95 Persen Bahan Baku Obat Masih Impor

    DPR Desak Percepatan Kemandirian Farmasi, 95 Persen Bahan Baku Obat Masih Impor

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini menyoroti masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku obat yang mencapai sekitar 95 persen. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan upaya mewujudkan kemandirian farmasi nasional belum berjalan optimal. Pernyataan itu disampaikan Anggia saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke industri farmasi BUMN […]

  • Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana agar penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin (7/9/2026). Dalam rapat tersebut, Prabowo memantau kondisi sejumlah wilayah sekaligus mengevaluasi penanganan bencana, […]

  • MBG Kabupaten Malang Disorot, Test Kit Rp17 Juta Per Unit Jadi Perdebatan

    MBG Kabupaten Malang Disorot, Test Kit Rp17 Juta Per Unit Jadi Perdebatan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang mulai diperketat. Badan Gizi Nasional (BGN) disebut tengah menyiapkan Peraturan Badan (Perbadan) baru untuk memperkuat pelaksanaan program sekaligus mencegah terulangnya kasus keracunan makanan. Hal itu disampaikan Deputi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Letjen TNI (Purn.) Alfred Denny Djoike Tuejeh, saat monitoring dan evaluasi […]

  • Bulog Mojokerto Serap 77.300 Ton Beras, Lampaui Target 107,73 Persen

    Bulog Mojokerto Serap 77.300 Ton Beras, Lampaui Target 107,73 Persen

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto mencatat penyerapan beras mencapai 77.300 ton setara beras atau 107,73 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus membuka kepastian pasar bagi petani di wilayah Mojokerto Raya dan Jombang. Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama […]

expand_less