DPRD Kota Malang Soroti Keterbatasan Kursi Sekolah Negeri, Minta Penguatan Sekolah Swasta
- account_circle ADK
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi. (foto: istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id– DPRD Kota Malang menilai penguatan peran sekolah swasta menjadi langkah penting untuk menjaga pemerataan akses pendidikan di tengah terbatasnya daya tampung sekolah negeri setiap tahun ajaran baru.
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi, menyampaikan kapasitas pendidikan di Kota Malang pada dasarnya masih mencukupi jika seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, dimaksimalkan. Namun, distribusi peserta didik masih terkendala tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang menunjukkan, pada pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 terdapat 13.792 lulusan SD/MI yang memperebutkan 7.360 kursi SMP negeri. Kondisi tersebut membuat sekitar 6.000 siswa harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
Situasi serupa juga terjadi di jenjang SD. Berdasarkan Dapodik, jumlah lulusan TK, RA, dan BA mencapai 12.947 anak, sementara kapasitas SD negeri hanya tersedia untuk 8.568 siswa.
Suyadi menilai kondisi itu memperlihatkan, bahwa sekolah swasta bukan lagi pilihan pelengkap, melainkan bagian penting dari sistem pendidikan di Kota Malang. Karena itu, Pemkot Malang didorong memberikan dukungan melalui peningkatan sarana, bantuan operasional, serta penguatan mutu layanan pendidikan.
“Perbedaan kualitas pendidikan antara sekolah negeri dan swasta perlu diperkecil agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sekolah dengan standar yang tetap baik,” terangnya pada Kamis (11/06)
Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan kualitas dan biaya antar sekolah swasta yang membuat sebagian orang tua tetap berupaya memasukkan anak ke sekolah negeri. DPRD pun meminta Dinas Pendidikan lebih aktif melakukan pembinaan agar mutu pendidikan semakin merata.
Selain itu, Suyadi mengusulkan adanya kebijakan yang membuka akses lebih luas bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk bersekolah di sekolah swasta berkualitas yang berada dekat dengan tempat tinggal mereka. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu pemerataan pendidikan sekaligus mengurangi beban biaya keluarga.
“Sekolah yang dekat dan berkualitas harus bisa diakses semua anak. Dengan dukungan pemerintah, sekolah swasta dapat mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di Kota Malang,” pungkasnya.
- Penulis: ADK
- Editor: MA


Saat ini belum ada komentar