Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gempa NTT, Netty Soroti Kesehatan Jiwa Korban dan Relawan

Gempa NTT, Netty Soroti Kesehatan Jiwa Korban dan Relawan

  • account_circle RFR
  • calendar_month Jumat, 28 Agu 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta tidak hanya berfokus pada kondisi fisik korban. Layanan kesehatan jiwa dan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak hingga petugas di lokasi bencana juga perlu diperkuat.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengatakan tekanan psikologis dapat muncul sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan. Karena itu, kesehatan jiwa perlu menjadi bagian dari respons pemerintah dalam penanganan bencana.

“Saat rapat kerja dengan Menkes kemarin, saya juga sudah bertanya dan memberi masukan soal dukungan psikososial dan kesehatan jiwa diperkuat dalam penanganan pascagempa Flores, NTT,” kata Netty dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya seorang pemuda berinisial LM (20) di Dusun Nggolonio, Kabupaten Nagekeo, pada Kamis (20/8). LM diduga mengalami depresi berat dan kecemasan akibat gempa susulan yang terus terjadi.

Menurut Netty, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana tidak selalu terlihat secara fisik. Korban juga membutuhkan pendampingan psikologis yang memadai selama berada di pengungsian maupun dalam masa pemulihan.

“Kasus meninggalnya seorang pemuda di belakang tenda penampungan karena diduga depresi harus menjadi alarm bagi pemerintah bahwa penanganan fisik penting, tetapi masalah psikologis pascabencana patut diwaspadai,” ujarnya.

Perhatian juga diarahkan kepada tenaga kesehatan, Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), Tim SAR, dan relawan yang bekerja dalam situasi penuh tekanan.

“Karena kondisi penanganan bencana cukup berat, dan sering kali nakes dan relawan juga ikut menanggung beban mental, maka dibutuhkan penguatan fasilitas kesehatan jiwa bagi mereka,” kata Netty.

Selain dukungan psikologis, Netty meminta pemerintah memastikan seluruh petugas kemanusiaan memahami prosedur keselamatan selama menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana.

“Sistem ini untuk memastikan bahwa tak perlu ada korban jiwa tambahan. Pemerintah juga harus memberikan edukasi kepada semua relawan yang bertugas untuk memastikan bisa menyelamatkan diri sendiri dulu sebelum menyelamatkan orang lain,” tuturnya.

Di sektor pelayanan kesehatan, Netty mengapresiasi pengiriman 206 TCK oleh Kementerian Kesehatan ke wilayah terdampak. Mereka dijadwalkan bertugas selama 14 hari di enam daerah dengan dampak berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Namun, ia mengingatkan agar tenaga kesehatan yang diterjunkan memperoleh kondisi kerja yang aman serta waktu istirahat yang cukup.

“Dalam situasi bencana, kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan. Tetapi kita juga harus memastikan mereka bekerja dalam kondisi yang aman, mendapat waktu istirahat yang cukup, dan tidak dipaksa mengabaikan keselamatan diri atas nama pengabdian,” jelasnya.

Netty juga meminta pemerintah mengantisipasi persoalan kesehatan yang dapat muncul setelah fase tanggap darurat, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, gangguan gizi, serta penyakit akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi di pengungsian.

Ia mendorong pemulihan fasilitas kesehatan yang rusak agar masyarakat tidak terus bergantung pada layanan darurat.

“Setelah fase tanggap darurat, perhatian harus bergeser pada pemulihan layanan kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit yang rusak harus segera dipulihkan agar masyarakat tidak terus bergantung pada layanan darurat,” katanya.

Netty turut mendorong penguatan sistem TCK dan kesiapsiagaan kesehatan di daerah rawan bencana. Menurutnya, setiap daerah perlu memiliki rencana kontingensi kesehatan yang mencakup kesiapan tenaga medis, logistik, serta fasilitas pendukung yang dapat segera dimobilisasi saat bencana terjadi.

“Bencana bisa datang kapan saja. Kita perlu memastikan setiap daerah memiliki rencana kontingensi kesehatan, tenaga cadangan yang siap dimobilisasi, serta dukungan logistik dan fasilitas yang memadai,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Bentuk Panja SPMB, Bidik Sistem Penerimaan Mahasiswa yang Lebih Adil dan Transparan

    DPR Bentuk Panja SPMB, Bidik Sistem Penerimaan Mahasiswa yang Lebih Adil dan Transparan

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Komisi X DPR RI membentuk Panitia Kerja (Panja) Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk merumuskan sistem seleksi masuk perguruan tinggi yang lebih adil, merata, dan transparan. Pembentukan Panja ini dilatarbelakangi berbagai persoalan yang terus muncul setiap tahun, mulai dari ketimpangan akses pendidikan tinggi hingga tingginya biaya kuliah di perguruan tinggi negeri berbadan […]

  • Jelang WCD 9 Oktober, DLH dan Tugu Tirta Bersihkan Sumber Air Merjosari

    Jelang WCD 9 Oktober, DLH dan Tugu Tirta Bersihkan Sumber Air Merjosari

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Menjelang pelaksanaan World Clean Up Day (WCD) pada Jumat (9/10/2026), persiapan mulai dilakukan Pemerintah Kota Malang dengan menggelar pra-bersih di kawasan sumber air Merjosari, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Minggu (4/10/2026) pagi. Kegiatan tersebut melibatkan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, karyawan Perumda Air Minum Tugu Tirta, serta masyarakat sekitar. Mereka bergotong […]

  • Trotoar Kayutangan Diserobot, Satpol PP Temukan PKL, Musisi hingga Banner Jadi Alas Duduk

    Trotoar Kayutangan Diserobot, Satpol PP Temukan PKL, Musisi hingga Banner Jadi Alas Duduk

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Trotoar di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang kembali menjadi sorotan. Ruang yang semestinya menjadi hak pejalan kaki justru ditemukan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari berjualan hingga aktivitas musik dan tempat duduk. Temuan tersebut terungkap saat Satpol PP Kota Malang melakukan pengawasan dan penertiban pada Selasa malam (29/9/2026). Petugas menyisir kawasan Kayutangan […]

  • Polresta Malang Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal, Sita 1,4 Ton Bahan Baku

    Polresta Malang Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal, Sita 1,4 Ton Bahan Baku

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Satresnarkoba Polresta Malang Kota membongkar praktik produksi dan peredaran kosmetik ilegal tanpa izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam pengungkapan di dua lokasi berbeda, polisi menyita sekitar 1,4 ton bahan baku kosmetik, peralatan produksi, serta menetapkan dua orang sebagai tersangka. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, pengungkapan […]

  • Gus Yahya Ungkap Makna Muktamar NU di Tambakberas

    Gus Yahya Ungkap Makna Muktamar NU di Tambakberas

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan pelaksanaan Muktamar NU 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, memiliki makna sejarah yang kuat sekaligus diharapkan membawa keberkahan bagi Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia. Gus Yahya menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul […]

  • Cindy Monica Soroti Kuota Pekerja Disabilitas: Jangan Jadi Angka

    Cindy Monica Soroti Kuota Pekerja Disabilitas: Jangan Jadi Angka

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Ketentuan kuota pekerja penyandang disabilitas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi sorotan dalam pembahasan Panitia Kerja (Panja) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Anggota Baleg DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan menilai kewajiban kuota harus disertai pengawasan dan evaluasi agar tidak berhenti sebagai norma dalam regulasi. “RUU ini memuat landasan hukum […]

expand_less